Selasa, 30 Oktober 2018 14:39:00
Konflik Lahan, BPN Diminta Bertindak Tegas dan Tinjau Ulang HGU PT SAL
Oleh: Redaksi
Selasa, 30 Oktober 2018 14:39:00
RENGAT(POROSRIAU.COM) - Tidak jelasnya lahan PT Alam Sari Lestari (ASL) akibat rancunya SK Hak Guna Usaha (HGU) yang diberikan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), akhirnya berakibat pada konflik antara perusahaan dan masyarakat di sekitar HGU.
Hal tersebut mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak, diantaranya anggota DPRD Indragiri Hulu ( Inhu), Suharianto SH. Dalam hal ini ia meminta untuk ditinjau ulang HGU yang dimiliki PT SAL agar menimbulkan titik terang permasalahan.
"Tinjau ulang atau ukur ulang HGU PT ASL tersebut, agar ada titik terangnya,” tegas ketua fraksi Demokrat Inhu ini.
Dikatakannya, dari penempatan HGU di Desa Rawa Sekip tentunya sudah nyata sebuah kesalahan dari HGU ASL, mengingat desa tersebut tidak bersentuhan sedikitpun dengan perusahaan.
Selain itu, BPN Inhu atau wilayah Riau harusnya tegas dan segera memberikan informasi jika memang lahan yang tak kunjung dikerjakan oleh ASL tersebut sudah masuk dalam data base tanah terlantar.
"Ini sudah lima tahun sejak pengusulan tanah terlantar tersebut, kenapa SK tak kunjung dikeluarkan juga, apakah ada kongkalingkong terkait permasalahan ini,” tegasnya lagi.
Pengacara non aktif ini agar perusahaan sementara ini tidak melakukan kegiatan yang bisa membuat benturan dengan masyarakat, baik Sekip Hilir ataupun Sungai Raya. Karena secara aturan jika sudah diusulkan menjadi tanah terlantar, maka siapapun dilarang melakukan aktifitas di tanah tersebut.
Ditambahkannya, Pemkab Inhu sebagai mediator juga harus bersikap netral demi masyarakat dan agar tidak terjadi konflik yang lebih dalam lagi. Pembentukan tim harus segera dilakukan agar jelas titik terang batas dan yang harus ditekankan adalah bagaimana status tanah terlantar tersebut dikeluarkan karena perusahaan tidak mampu memenuhi amanat negara yang mereka sebut. (mcr)
Editor: Chaviz
Setelah Setnov, KPK Diminta Usut Dugaan Suap Zulhas
9 tahun laluSetelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjerat Ketua DPR nonaktif Setya Novanto dalam kasus korupsiproyek pengadaan e-KTP, masyarakat berharap agar KPK dapat mengusut tuntas semua kasus dugaan korupsi yang melibatkan para wakil rakyat.
Terkait Penyeludupan Buruh Migran Gelap, Polres Dumai Diminta Tinjau Ulang UU Yang Dikenakan
6 tahun laluPasal dikenakan harusnya mengacu pada Undang Undang No 21 Tahun 2007 Angka 1 yang dimaksud dengan penjualan orang dan penyeludupan dan penjualan orang adalah menyediakan pengangkutan perekrutan penampungan serta melakukan pemindahan
Gesa Proses Percepatan Kasus Dugaan Korupsi Walikota Dumai, AMAK Segera Sambangi KPK
2 tahun laluTak ingin kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Dumai, Paisal SKM berlarut-larut, Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Riau akan menggesa proses percepatan penuntasan kasus tersebut dengan upaya menyambangi KPK
Gunakan Timbunan Limbah, CEO Wilmar Group Kuok Khoon Hong Diminta Diperiksa
2 minggu laluSepertinya tidak kapok terjerat kasus, PT Wilmar Group yang menjadi ‘pesakitan’ dalam kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan dilakukan penyitaan Rp 11,8 triliun. Perusahan terbesar dalam pengolah CPO beserta tur
DLH Dumai Segera Investigasi Penimbunan Limbah Padat PT Wilmar
2 minggu lalu"Terkait dugaan pencemaran lingkungan berupa penimbunan lahan menggunakan limbah batu bara oleh PT Wilmar Group sudah kami terima informasinya, sekarang sedang diinvestigasi. Kita siapkan tim untuk menyusun pulbaket. Kemudian nanti kita akan segera t









