Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • INHU
  • Setelah Mediasi dan Sepakat Damai, Murid SMA di Inhu Peluk Kepsek yang Dipukulnya
Selasa, 19 Maret 2019 08:42:00

Setelah Mediasi dan Sepakat Damai, Murid SMA di Inhu Peluk Kepsek yang Dipukulnya

Selasa, 19 Maret 2019 08:42:00
BAGIKAN:
Siswa SMA memeluk Kepseknya dan berjanji tak akan mengulangi.

PEKANBARU  (POROSRIAU.COM) - Kasus siswa sekolah menengah atas (SMA) yang menganiaya kepala sekolahnya di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, akhirnya berdamai. Kedua pihak sepakat berdamai setelah mediasi, Senin (18/3/2019).

Humas Polres Inhu Aipda Misran mengatakan, mediasi dilakukan di SMA Negeri 2 di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu. Dalam mediasi ini, kepala sekolah, Bambang Fajrianto (49) selaku pihak pertama, dan siswa, A (19) selaku pihak kedua.

"Kedua belah pihak sepakat berdamai. Hasil dari mediasi dituangkan dalam surat kesepakatan perdamaian antara kedua belah pihak," ungkap Misran, melalui keterangan resmi, Senin (18/3/2019) seperti dilansir dari Kompas.

MIsran menjelaskan, dalam surat kesepakatan berdamai, pelaku bersedia meminta maaf kepada korban atas kesalahannya. Kemudian korban juga bersedia untuk memaafkan pelaku,

"Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dengan sepenuh hati dan ikhlas tanpa ada paksaan dari siapapun," ujar Misran.

Lanjut dia, pelaku menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kekerasan fisik kepada korban maupun kepada orang lain.

Korban bersedia untuk memberikan fasilitas kebutuhan pendidikan kepada pelaku di sekolah, dan pelaku juga bersedia mengikuti dan mentaati peraturan dan ketentuan yang berlaku di sekolah.

"Atas kejadian tersebut, maka pihak pertama, yakni pelapor, bersedia untuk mencabut segala tuntutannya kepada pihak kedua, baik secara pidana maupun perdata. Jalan penyelesaian perkara secara Restorative justice sesuai dengan promoter kapolri dan pertimbangan yang berkeadilan," jelas Misran.

Misran menyampaikan, mediasi siswa dan kepala sekolah dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudyanto dan jajaran, Kapolsek Kelayang AKP Rinaldi Parlindungan dan jajaran serta kepala desa setempat.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Rudyatmo menyesalkan terjadinya penganiayaan tersebut. Dia meminta mengupayakan mediasi dengan memberikan nasihat kepada kepala sekolah maupun siswa.

Rudyanto juga menyarankan kepada kepala sekolah, Bambang Fajrianto, agar menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Sementara, Kapolsek Kelayang AKP Rinaldi Parlindungan menyarankan kepada pihak pelapor dan terlapor, dengan memberikan ruang agar permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Kemudian pihak pelapor dan terlapor sepakat untuk dilakukan mediasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Saat mediasi, tambah Misran, siswa tersebut memeluk kepala sekolah sekolahnya sambil meminta maaf.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa berinisial A (19) di SMA Negeri 2 Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menganiaya kepala sekolahnya, Bambang Fajrianto (50). Atas kejadian itu, kepala sekolah melaporkan pelaku ke Polsek Kelayang.

Kasus ini terjadi pada Rabu (13/3/2019) lalu. Saat itu pelaku marah-marah ketika akan mengikuti ujian sekolah bersama siswa kelas XII lainnya.

Sehingga, pengawas ujian, Yuliana, keluar dari kelas karena melihat pelaku yang marah-marah tersebut.

Kepala sekolah datang untuk menegur siswanya. Namun, pelaku malah memaki kepala sekolah hingga melakukan penganiayaan.

Selain mencekik dan menendang, pelaku juga memukul kepala dan mulut kepala sekolah dengan menggunakan tangan hingga mengeluarkan darah.

Perbuatan siswa itu tidak dibalas sang kepala sekolah. Hanya saja korban memilih untuk membuat laporan polisi atas kasus penganiyaan. (*)

  Berita Terkait
  • Tendang Siswa, Guru Minta Maaf Kepada Keluarga Dan Sepakat Damai

    5 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.com) - Setelah pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 33 Pekanbaru, Riau melakukan mediasi antara siswanya AE (13) yang diduga telah dianiaya seorang guru agama, Hn (40), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

  • Salut.. Pemilik Swalayan Top 99 Sepakat Berdamai, Keluarga Leha Kini Bernafas Lega

    3 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Mantan karyawan Swalayan Top 99 bernama Leha (18) dan keluarganya kini bernafas lega setelah hasil mediasi, dengan pemilik Swalayan Top 99 Sujadi alias Ahwat sepakat

  • Tawuran Pemuda 3 Desa, Berujung Damai

    tahun lalu

    BENGKALIS, POROSRIAU.COM - Setelah melalui beberapa proses, pemuda tiga desa yang sempat tawuran akhir berdamai dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

  • Mulai Hari Ini PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir, Berikut Jadwalnya

    4 tahun lalu

    PT PLN Persero kembali akan melakukan pemadaman listrik bergilir. Pemadaman ini akan dilakukan dari Senin (16/10/2017) hingga Sabtu (21/10/2017).

  • PLN Kembali Lakukan Pemadaman Bergilir, Berikut Lokasinya

    4 tahun lalu

    PT PLN Persero kembali melakukan pemadaman bergilir. Kali ini pemadaman akan dilakukan dari tanggal 20 November hingga 23 November 2017. Tak tanggung-tanggung pemadaman akan dilakukan selama 4 jam.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.