Jumat, 05 Juni 2026
Kamis, 10 Agustus 2017 07:59:00

Stok AS Menurun Tajam, Harga Minyak Melonjak

Oleh: Redaksi
Kamis, 10 Agustus 2017 07:59:00
BAGIKAN:
int
Pompa Minyak

 JAKARTA(PORORIAU.COM)--Harga minyak ditutup 1 persen lebih tinggi pada perdagangan Rabu (9/8), setelah laporan mengatakan bahwa persediaan minyak AS anjlok meski produksi kilang Amerika Serikat (AS) sempat mencapai rekor tertingginya.

Dikutip dari Reuters, Energy Information Administration (EIA) menuturkan bahwa persediaan minyak melemah 6,5 juta barel pada pekan lalu atau lebih tajam dibanding ekspektasi sebelumnya yaitu 2,7 juta barel.

Adapun, kilang AS memproses hampir 17,6 juta barel minyak, melebihi angka bulan Mei dan pekan-pekan lainnya sejak data Departemen Energi dimulai tahun 1982

Akibatnya, harga minyak Brent menguat US$0,56 ke angka US$52,70 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat US$0,39 ke angka US$49,56 per barel.

Di sisi lain, persediaan bensin malah meningkat 3,4 juta barel atau berbanding terbalik dengan perkiraan analis yang meramal bahwa persediaan minyak bisa turun 1,5 juta barel.

Meski begitu, penurunan persediaan minyak yang tajam ini diharapkan bisa membantu pemangkasan produksi yang dijalankan organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) untuk memulihkan harga minyak.

Sebagai informasi, OPEC, Rusia, dan beberapa negara non-OPEC lainnya memangkas produksi 1,8 juta barel per hari hingga bulan Maret 2018 mendatang. Sayang, penambahan produksi dari Nigeria dan Libya dianggap mempersulit upaya tersebut. Adapun, kedua negara yang dimaksud dikecualikan dari kebijakan potong produksi tersebut.

Pejabat OPEC telah mengadakan pertemuan pada pekan ini di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab untuk membicarakan pemangkasan produksi. Di dalam pernyataan pasca pertemuan, organisasi kartel minyak itu sepakat untuk meningkatkan tingkat kepatuhannya dalam pembatasan produksi.

Sejauh ini, negara pentolan OPEC, Arab Saudi sudah memiliki niat untuk menghilangkan kelebihan produksi minyak dehgan memotong alokasi ekspor September ke angka 520 ribu barel per hari. (cnn)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Sediakan 3,4 Ton Minyak Goreng, PKS PT Indomakmur Sawit Berjaya Gelar Pasar Murah

    9 tahun lalu

    Kegiatan operasi pasar murah itu dipusatkan di dua lokasi yakni di halaman kantor desa Rambah dan kantor PKS PT Indomakmur Sawit Berjaya.

  • Harga Minyak Naik Didorong Ekspektasi Pemangkasan Produksi

    9 tahun lalu

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, menambahkan 1,26 dolar AS menjadi menetap di 53,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

  • Pukul 18.00 WIB Harga Premium Jadi Rp7 Ribu.

    8 tahun lalu

    Tepat pada pukul 18.00 WIB, Pemerintah menetaplam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium menjadi Rp7.000 dari harga semula Rp6.450 per-liter.

  • Gandeng UGM, Pemkab. Meranti Gali Potensi PAD dari Sektor Pajak dan Restribusi Daerah.

    8 tahun lalu

    YOGJAKARTA(POROSRIAU.COM) -Pemerintan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Restribusi Daerah, melakukan kerjasama dengan Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), terkait

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.