Senin, 20 November 2017
  • Home
  • BISNIS
  • Harga Minyak Naik Didorong Ekspektasi Pemangkasan Produksi
Sabtu, 28 Oktober 2017 06:59:00

Harga Minyak Naik Didorong Ekspektasi Pemangkasan Produksi

Oleh: Redaksi
Sabtu, 28 Oktober 2017 06:59:00
BAGIKAN:
Ilustrasi.(Int)

NEW YORK (POROSRIAU.COM)--Harga minyak dunia berakhir naik pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena produsen-prpdusen minyak utama menyatakan dukungan mereka untuk memperpanjang kesepakatan pemangkasan produksi.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, menambahkan 1,26 dolar AS menjadi menetap di 53,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember, naik 1,14 dolar AS menjadi ditutup pada 60,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Arab Saudi dan Rusia sama-sama menyatakan dukungan mereka untuk memperpanjang kesepakatan global untuk mengurangi pasokan minyak selama sembilan bulan lagi, kata seorang pejabat OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) pada Jumat (27/10), menurut Reuters.

OPEC dan mitra non-OPEC telah berjanji untuk mengurangi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari sampai akhir Maret 2018, untuk mengurangi kelebihan pasokan global. Mereka diperkirakan akan membahas perpanjangan kesepakatan tersebut dalam sebuah pertemuan di Wina pada 30 November.

Harga minyak juga mendapat dukungan, setelah Bank Dunia memproyeksikan harga-harga komoditas global akan terus meningkat pada 2018, mengingat permintaan terus bertambah dan pemotongan produksi yang disepakati di antara eksportir minyak, laporan triwulanan Bank Dunia mengatakan pada Kamis (26/10).

Dalam laporan Prospek Pasar-pasar Komoditas (Commodity Markets Outlook), Bank Dunia memperkirakan harga minyak mentah akan naik menjadi 56 dolar AS per barel pada 2018, dari 53 dolar AS tahun ini.

Permintaan dan pengekangan minyak yang kuat di negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan produsen-produsen non-OPEC menaikkan harga minyak, meski terjadi peningkatan dalam produksi minyak serpih AS, kata bank tersebut.

Harga-harga untuk komoditas energi yang meliputi minyak, gas alam, dan batu bara diperkirakan akan tumbuh 4,0 persen pada 2018 setelah melonjak 28 persen tahun ini. Sementara harga-harga logam diperkirakan akan stabil pada 2018 setelah melonjak 22 persen tahun ini.

"Harga-harga energi pulih karena permintaan yang stabil dan penurunan persediaan, namun banyak tergantung pada apakah produsen minyak berusaha untuk memperpanjang pemotongan produksi," kata John Baffes, penulis utama laporan Bank Dunia tersebut, demikian Xinhua.(Antara)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Stok AS Menurun Tajam, Harga Minyak Melonjak

    3 bulan lalu

    Adapun, kilang AS memproses hampir 17,6 juta barel minyak, melebihi angka bulan Mei dan pekan-pekan lainnya sejak data Departemen Energi dimulai tahun 1982

  • Harga Minyak Diprediksi US$ 50-US 55 per Barel

    10 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Harga minyak mentah diprediksi bergerak stagnan pada posisi US$ 50-US$ 55 per barel dalam beberapa pekan ke depan akibat pasar yang masih menunggu hasil realisasi pemangkasan produksi oleh OPEC.

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 bulan lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Harga Cabai Meroket Hingga Rp 100 Ribu Perkilo

    tahun lalu

    Harga cabai merah di Kota Pekanbaru saat ini melonjak drastis. Dari semula harga normal Rp 35 ribu per kilogram, kini cabai merah asal Sumatera Barat (Sumbar) mencapai Rp 100 ribu per kilogram, sedangkan cabai asal Sumatera Utara sebesar Rp 90 ribu perkil

  • Tarif Listrik 18,8 Juta Pelanggan Naik Bertahap, Ini Skemanya

    tahun lalu

    Nasional (porosriau.com) - Pemerintah memutuskan mencabut subsidi listrik untuk golongan 900 Volt Ampere (VA) yang masuk dalam kategori mampu, sebanyak 18,8 juta. Pencabutan subsidi listrik dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Dengan begitu otoma

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.