Jumat, 05 Juni 2026
Selasa, 24 Januari 2017 07:21:00

Harga Minyak Diprediksi US$ 50-US 55 per Barel

Selasa, 24 Januari 2017 07:21:00
BAGIKAN:
int
Ilustrasi

POROSRIAU.COM--Harga minyak mentah diprediksi bergerak stagnan pada posisi US$ 50-US$ 55 per barel dalam beberapa pekan ke depan akibat pasar yang masih menunggu hasil realisasi pemangkasan produksi oleh OPEC.

Pada perdagangan Senin, 23 Januari 2017 pukul 18:24 WIB, harga minyak WTI kontrak Maret 2017 berada di posisi US$ 52,49 per barel, turun 0,73 poin atau 1,37 persen. Sementara itu, minyak Brent kontrak Maret 2017 bertengger di US$ 54,83 per barel, merodot 0,66 poin atau 1,19 persen.

Kedua patokan harga tersebut masing-masing sudah mengalami koreksi 4,95% dan 3,48% sepanjang tahun berjalan.

Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, mengatakan kelanjutan harga minyak mentah akan menunggu implementasi pemangkasan produksi pada awal tahun ini. Dalam waktu dekat masih belum ada informasi yang memuaskan pasar.

Sebelumnya, pada rapat 30 November 2016, anggota OPEC sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) menjadi 32,5 juta bph mulai awal 2017. Selanjutnya pada 10 Desember, sejumlah negara produsen minyak mentah lainnya setuju menurunkan suplai baru sejumlah 558.000 bph.

Artinya, mulai tahun ayam api, pasar minyak mentah akan mengalami selisih pasokan minyak baru hampir 1,8 juta bph. Namun, pasar masih meragukan realisasi pemangkasan produksi, sehingga harga minyak cenderung mendingin sejak awal 2017.

"Pasar masih menunggu data dari OPEC perihal pemangkasan produksi. Karena itu sampai beberapa pekan ke depan, harga minyak akan bolak-balik di rentang US$ 50-US$ 55 per barel. Areanya di sana sambil tunggu momentum baru," ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin 23 Januari 2017.

OPEC menjadwalkan publikasi laporan bulanan pasar minyak pada 13 Februari 2017. Diperkirakan realisasi pemangkasan produksi mulai terlihat dari laporan tersebut.

Putu mengatakan, pasar minyak mendapatkan sedikit angin segar dari pertemuan antara OPEC dan non anggota pada Jumat, 20 Januari di Wina, Austria. Bahkan, kedua belah pihak membentuk Ministerial Monitoring Committee yang bertugas melakukan verifikasi pemangkasan produksi.

Ministerial Monitoring Committee beranggotakan perwakilan dari lima negara. Dari kubu OPEC tiga negara perwakilan yakni Kuwait sebagai pimpinan, Venezuela, dan Aljazair, sedangkan kubu non-anggota ialah Rusia dan Oman. Namun, pertemuan tersebut belum mengonfirmasi realisasi pemangkasan produksi, sehingga harga belum memanas.

Editor: Chaviz

Sumber: tempo

  Berita Terkait
  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    9 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • APBN 2018 Dianggap Populis, Ini Penjelasan Sri Mulyani

    9 tahun lalu

    Sri Mulyani menjelaskan, fokus Presiden Jokowi sesuai dengan konsep Nawacita adalah pemerataan pembangunan dan kesejahteraan manusia semaksimal mungkin.

  • Stok AS Menurun Tajam, Harga Minyak Melonjak

    9 tahun lalu

    Adapun, kilang AS memproses hampir 17,6 juta barel minyak, melebihi angka bulan Mei dan pekan-pekan lainnya sejak data Departemen Energi dimulai tahun 1982

  • Harga Minyak Naik Didorong Ekspektasi Pemangkasan Produksi

    9 tahun lalu

    Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, menambahkan 1,26 dolar AS menjadi menetap di 53,90 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

  • Harga Dasar Pertalite Ditetapkan Pertamina, DPRD Riau Janji Revisi Perda Pajak Daerah

    8 tahun lalu

    Peraturan Daerah (perda) merupakan produk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi atau kabupaten/kota. Ada perda yang lahir berdasarkan hak inisiatif anggota DPRD, ada juga berdasarkan usulan eksekutif dalam hal ini tim pemerintah provinsi atau kab

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.