Minggu, 24 Desember 2017 20:13:00
Nayya Sang Balita Yang Butuh Uluran Tangan.
Oleh: Manik
Minggu, 24 Desember 2017 20:13:00
MERANTI(POROSRIAU.COM) -
Sheizan Nayara Afwa yang telah berusia 16 bulan, anak ke dua dari pasangan Afriman dan Tri Suwarni hanya memiliki berat 6,5 kilogram saja.
Kondisinya yang tampak kurus dan lemas hanya mampu berbaring di atas kasur didampingi kedua orangtuanya saat dikunjungi awak media, Minggu (24/12/2017).
Afriman, sang ayah mengaku baru mengetahui jika anak perempuannya itu mengidap penyakit Patent Ductus Arteriosus (PDA).
Penyakit itu pula yang menyebabkan paru balita ini infeksi dan jantungnya membengkak.
Sebelumnya, Naya hanya sering kali menangis dan tak bisa tidur nyenyak karena batuk-batuk terus menerus sejak beberapa bulan terakhir.
Warga Gang Habib, Jalan Rintis, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtnggi ini mengungkapkan, "Saya baru tau seminggu yang lalu kalau anak saya sakit, saat saya berobat ke salah salah satu rumah sakit di Padang.
Waktu itu, sekalian periksakan anak saya yang berat badannya tidak kunjung naik, setelah mendengar diagnosa dokter, saya sangat terkejut dan syok, ujar Afirman.
"Saya baru tau kalau jantungnya bengkak dan parunya sudah infeksi," ujar Afriman sambil menunjukkan photo rontgen anaknya.
Meski terdaftar di BPJS, Afriman mengaku sangat membutuhkan biaya untuk perobatan anaknya.
Terlebih, dari keterangan pihak dokter, rumah sakit tidak menanggung seluruh biaya perawatan, hanya 60 perse, dan saya juga tidak tau mana yang sitanggung oleh BPJS.
Afriman mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi anak keduanya.
Terlebih pria berusia 35 tahun ini juga harus mencari biaya untuk mengobati penyakit TBC yang diidapnya sejak setahun lalu.
"Gaji saya sebagai pegawai honor di Sekwan DPRR Kabupaten Kepulauan Meranti hanya Rp1,2 juta per bulan. Saya juga sakit, dari mana lagi saya mencari biaya perobatan anak saya," ujar Afriman.
Apalagi anaknya harus segera dioperasi untuk mengobati penyakitnya tersebut.
"Kata dokter, anak saya harus dioperasi segera. Untuk biaya perawatan pasca operasinya membutuhkan Rp3 juta per hari," ujar Afriman.
Sementara itu, menurut Jusni (60) ibu Afriman mengutarakan, kondisi cucunya semakin hari semakin menurun dan disarankan oleh dokter untuk segera dioperasi.
kami sangat berharap adanya uluran tangan dermawan yang membantu Afriman," ungkap Jusni sambil memberikan nomor rekening agar dapat menyalurkan bantuannya melalui rekening BRI 017101007167501 atas nama Afriman.(rls/nik)
Editor: Chaviz fernandes
Delapan Tahun Derita Kanker Rahim, warga Bengkalis Ini Butuh Uluran Tangan
9 tahun lalu)- Julinar (38th) warga Desa Pangkalan Batang, Bengkalis penderita kanker rahim 8 tahun hidup dalam keprihatinan.
Detik-detik Terakhir Imam NII Kartosoewirjo
9 tahun laluDia dieksekusi dan dimakamkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu, bukan di Onrust seperti yang selama ini diyakini banyak orang. Dia diperlakukan secara Islami.
Hidup Dengan 7 Anak, Tina Banting Tulang Jadi Buruh Cuci
9 tahun lalu)-- Kristina (30) warga Jalan Tanjung Batu gang berdikari kelurahan pesisir, kecamatan Lima Puluh, terpaksa banting tulang menjadi buruh cuci harian demi menghidupi ketujuh orang anaknya yang masih kecil.
Dy Aheng , Anak Suku Akit Penderita Hydrocephalus Butuh Bantuan Pengobatan
9 tahun laluDy Aheng balita berusia 7 bulan ini menderita penyakit hidrosefalus. Penyakit tersebut membuat kepala balita malang ini mengalami pembesaran akibat menumpuknya cairan dalam kepala. Kondisinya pun sangat memprihatinkan. Tubuh mungilnya tidak dapat menopang
RGE Founder's Day 2021, Apical Group Bantu Siswa Berpretasi dan Kurang Mampu
4 tahun laluHumas Apical Dumai, Kamero Bangun mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap warga sekitar perusahaan.









