Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • MERANTI
  • Tanpa Kebijakan..? Masyarakat di Wilayah Terluar Akan Terkapar.
Minggu, 10 Juni 2018 13:57:00

Tanpa Kebijakan..? Masyarakat di Wilayah Terluar Akan Terkapar.

Oleh: Manik
Minggu, 10 Juni 2018 13:57:00
BAGIKAN:
Foto: Buruh dan Masyarakat saat berada di Kantor Beacukai Selatpanjang, terkait Kapal pengangkut Minuman Lebaran ditahan Bea & Cukai, pada Sabtu (9/6/2018).

SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Masyarakat Kabupaten Kepuluan Meranti yang tinggal di wilayah terluar, kerap menghadapi berbagai kendala dalam memenuhi kebutuhan, baik sandang maupun pangan.

Berbatasan dengan negri jiran seperti Malaysia dan Singapura, tentunya banyak pula memberikan berbagai pengaruh dalam kehidupan masyarakat.

Bila dibandingkan jarak ataupun waktu tempuh ketika masyarakat Meranti bepergian ke Batu Pahat Malaysia, maka akan tiba disana dalam waktu 2 jam 45 menit, sedangkan untuk menuju Pekan Baru bisa mencapai 4 jam.

Namun tahun 2018 ini kondisi itu  menjadi momok yang sangat menyakitkan bagi masyarakat Meranti.

Betapa tidak, biasanya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri setiap tahun, seluruh masyarakat dapat dengan mudah mempersiapkan kebutuhan lebaran mulai dari baju baru hingga minuman kaleng dan harganyapun terjangkau.

Akan tetapi, menjelang lebaran tahun ini, puluhan buruh serta masyarakat justru menggeruduk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti Jumat (8/6/18) pukul 21.00 WIB malam.

Kedatangan mereka menuntut  penjelasan pasca ditahannya oleh Bea dan Cukai , empat (4) kapal asal meranti yang membawa minuman kaleng untuk persediaan lebaran,

Untuk bermediasi serta mendengarkan aspirasi, pihak bea cukai menerima beberapa perwakilan buruh serta masyarakat
ke dalam ruang pertemuan kantor beacukai selatpanjang.

Fadli salah seorang perwakilan masyarakat dengan tegas menanyakan, "kenapa hingga saat ini kapal tersebut tidak di lepaskan".

Terkesan berbelit-belit didalam  proses pemeriksaan tersebut, Apakah beacukai tidak tahu bahwa kapal itu membawa stok minuman untuk masyarakat meranti, tanya Fadli pula.

Kalau kita lihat dari izin serta kelengkapan surat kapal serta manives sudah sesuai aturan, apakah ini ada indikasi ingin menyengsarakan masyarakat meranti, cecar Fadli lagi.

Kebiasaan masyarakat Meranti kalau lebaran itu ada minuman kaleng pak, masalah ini sepenuhnya tanggung jawab pihak beacukai Bengkalis sebagai kantor pusat beacukai meranti, kapal tersebut jelas-jelas ditahan saat hampir tiba di Selatpanjang sekitar perairan Rangsang tepatnya di Tanjung Kongkong, kenapa harus dibawa ke Tanjung Balai Karimun, tanya Fadli.

Sedangkan baru-baru ini ada kapal sejenis yang memiliki surat yang sama, muatan yang sama serta rute yang sama diamankan di lokasi yang sama malah dibawa ke selatpanjang, Ada apa ini, tutur Fadli geram.

Bahkan, Pemkab. Meranti melalui Bapak Bupati Irwan Nasir pun sudah menyurati pihak Kanwil Bea Cukai Tg.Balai Karimun tetapi sepertinya tidak diindahkan, ini menyakut khalayak ramai, hajat hidup orang banyak seperti buruh bongkar muat dan yang paling penting adalah langkanya minuman kaleng serta harga yang tinggi makin mencekik masyarakat meranti, beacukai harus tau itu ungkap fadli pula.

Kita sudah minta kejelasan kepada Kakanwil Beacukai Tg.Balai Karimun serta Kabag Humas Kanwil Kepri, mereka mengatakan kapal itu sudah selesai diperiksa dan meski ditemukan beberapa pelanggaran,  tetapi itu bisa diselesaikan di Selatpanjang, tapi kenapa pihak Bea Cukai Bengkalis malah menolak untuk menyelesaikanya, malah melempar ke Beacukai  Tj. Balai lagi, Ini proses sudah berbelit belit,  tutup fadli.

Berkaitan dengan permaslahan itu, Kepala Kantor Pos Beacukai Selatpanjang frengki menjelaskan, kami akan komunikasikan hal ini ke kantor beacukai bengkalis serta ke Kanwil Beacukai Pekan Baru untuk dikomunikasikan ke Kanwil Tj.Balai apa yang menjadi aspirasi saudara sekalian yang hadir disini.

Saya sangat mengerti dengan keluhan masyarakat meranti terkait stok minuman masih tertahan,
saya sudah dapat arahan serta informasi bahwa kapal tersebut sudah selesai dihitung serta denda atau pun pelanggaran diselsaikan di tg.balai karimun. Sekali lagi saya menyampaikan tidak ada konspirasi oleh pihak beacukai terkait tertahanya minuman ini tutup frengki.

Sementara itu, pihak Pemkab. Meranti dalam hal ini Sekdakab. Yulian Norwis MM saat dikonfirmasi wartawan POROSRIAU.COM melalui selulernya pada Minggu (10/6/2018) sekira pukul 12.45 wib mengatakan merasa heran atas apa yang terjadi, bahkan menurut Sekda sepertinya tidak ada niat Bea dan Cukai untuk membantu masyarakat Meranti.

Hal ini sangat disayangkan, sebab lebaran sudah hampir tiba, kapan lagi masyarakat mempersiapkan kebutuhannya, keluh Sekda.

Sekda juga menghimbau kepada masyarakat agar bersabar mudah- mudahan permasalahan ini dapat di selesaikan secara bijaksana sehingga kita dapat merayakan Idul Fitri tahun ini dengan penuh berkah, tutup Sekda.(nik)

Editor: Chaviz fernandes

  Berita Terkait
  • Bahas Pengelolaan Gambut Berkelanjutan, Bupati : Terimakasih kepada UGM yang Telah Mendukung Penuntasan Masalah Gambut di Meranti

    4 tahun lalu

    JOGJAKARTA(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si menggelar pertemuan dengan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, pertemuan itu membahas Kerja Sama Pengelo

  • Potensi Pertanian dalam Pelalawan Makmur

    3 tahun lalu

    Pertanian padi di Kecamatan Kuala Kampar tak diragukan lagi potensi yang dimiliki oleh kecamatan terluar Kabupaten Pelalawan ini, dikenal sebagai lumbung padinya Kabupaten Pelalawan, dengaan memenuhi 90 persen kebutuhan gabah daerah yang sudah berusia 18

  • Direksi KLK Diminta 'Panggil Pulang" Nagen

    2 tahun lalu

    Pernyataan tegas ini disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai, Andi Qadri kepada wartawan menyikapi proses dugaan kasus amoral yang melibatkan Nagen, Senin (09/12/2019) kepada awak media.

  • Virus Corona: Antara 600.000 hingga 700.000 'Berisiko Terpapar', Pemerintah Indonesia Lakukan Rapid Test

    2 tahun lalu

    Tepat tiga pekan setelah Indonesia mengonfirmasi kasus pertama virus yang punya nama resmi Covid-19 tersebut, pemerintah memulai tes massal.

  • Tinjau Pagu APBN 2018 DPRD Minta BAPPENAS Pusat Perioritaskan Meranti Sebagai Daerah Gugus Terluar Indonesia

    4 tahun lalu

    JAKARTA(POROSRIAU.COM) - Sebagai wilayah terluar 'pesisir' di Indonesia Kabupaten Kepulauan Meranti masih di hadapkan dengan banyak kendala di berbagai sektor dalam pembangunannya. Guna m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.