Kamis, 18 April 2019
  • Home
  • MERANTI
  • Terlibat Cian Cui Ribuan Warga Tembak Menembak Bahkan Anak Anak Jadi Korban
Sabtu, 17 Februari 2018 22:01:00

Terlibat Cian Cui Ribuan Warga Tembak Menembak Bahkan Anak Anak Jadi Korban

Oleh: Manik
Sabtu, 17 Februari 2018 22:01:00
BAGIKAN:
Foto:Suasana meriah saat perang air (Cian Cui) pada peryaan Imlek 2569 tahun 2018.

SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) -
Peristiwa tembak menembak ditiap sudut kota pada hari pertama Imlek 2569, melibatkan ribuan masyarakat Selatpanjang sangat menghebohkan, tua dan muda bahkan anak anak menjadi korban, seperti terjadi pada Sabtu (17/2/2018).

Waspadalah jika melintasi jalan protokol Selatpanjang disore hari,  bisa bisa anda menjadi sasaran tembak warga menggunakan senjata berbagai jenis.

Ada yang berkeliling kota menggunakan becak motor , ada pula yang menanti korbanya dipinggir-pinggir jalan protokol sambil menyandang senjata seperti jalan Ponegoro, Kartini, Imam Bonjol dan Teuku Umar.

Tak ayal lagi siapapun yang melewati jalan tersebut tak luput dari sasaran tembak warga yang ternyata tengah berperang satu sama lain, tak pandang bulu, baik tua-muda, bahkan anak-anak tak luput menjadi korban.

Meski begitu kelompok warga maupun perorangan yang melakukan aksi itu sudah siap untuk ditembak dan menembak, hebatnya lagi tak ada dendam dalam aksi ini.

Tambah lama Aksi tembak menembak itu makin menyemarakan suasana dan kegembiraan jelas terpancar dari wajah warga  khususnya warga Selatpanjang keturunan Tiong Hoa.

Itulah ilustrasi perang air (Cian-Cui) yang sudah menjadi tradisi warga Tiong Hoa di Selatpanjang dalam merayakan perayaan Imlek sejak puluhan tahun lalu.

Tradisi Cian Cui satu-satunya di Indonesia dan hanya ada dua di dunia yakni di Thailand.

Hebatnya, di Indonesia tradisi perang air ini terjadi di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Jika di Thailand hanya dilaksanakan satu hari, sedangkan di Selatpanjang dilaksanakan selama satu minggu penuh sejak awal perayaan Imlek.

Cian-Cui dimulai pada sore hari tepatnya pukul 16.00 Wib, pada saat itu ribuan warga Tiong Hoa sudah mempersenjatai diri dengan senapan air berbagai jenis, termasuk yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa agar dapat menyemprotkan air sebanyak mungkin.

Di pinggir jalan juga terlihat ember ember besar berisi air sudah dipersiapkan pula oleh sekelompok warga untuk menyiram setiap orang yang melewati mereka. Aksi tembak menembak dan siram siraman airpun terjadi, tak peduli tua muda bahkan anak-anak dengan penuh semangat terlibat dalam cian cui ini.

Meskipun badan telah basah kuyup dan kulit wajah memerah kepedihan terkena siraman air namun hati tetap gembira.

Bahkan, demi keamanan serta kebersihan, Pemda Meranti  telah memfasilitasi pasokan air bersih untuk amunisi perang air tersebut,  dan telah pula mengeluarkan pemberitahuan dan peringatan kepada warga yang melakukan Cian Cui untuk menggunakan amunisi air bersih dan larangan menggunakan air kotor agar tidak terkena penyakit kulit.

Setiap tahunnya, warga keturunan Tiong Hoa dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara berbondong bondong mendatangani Kota Selatpanjang untuk mengikuti Cian-Cui atau hanya sekedar untuk menyaksikan ivent terunik di dunia ini.

Memang luar biasa, bahkan para wisatawan yang sudah pernah mengikuti perang air di Selatpanjang tak akan melewati ivent ini ditahun tahun berikutnya.(nik).

Editor: Chaviz fernandes

  Berita Terkait
  • Kisah Gurkha: Mogok Bertempur karena Adzan dan Takbir

    5 bulan lalu

    Kebanggaan terhadap korps ini sangtlah besar. Sosok pasukan ini begitu diagungkan di Pakistan. Bahkan kegemilangannya selalu ditarik hingga peristiwa kekalahan pasukan Iskandar Zulkarnain, pada masa awal Masehi saat menyerbu wilayah anak benua Asia, yakn

  • Perdagangan Manusia Terbesar Di Timur Tengah Berhasil Terungkap

    7 hari lalu

    Mabes Polri tengah memproses delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan perdagangan sekitar 1.200 orang ke negara-negara di Timur Tengah sebagai tenaga kerja ilegal.

  • Abu Sayyaf Bantai 9 Warga Sipil Di Pulau Basilian

    2 tahun lalu

    Militan Abu Sayyaf dilaporkan menewaskan sembilan warga sipil dan melukai 10 lainnya saat mereka menyerang sebuah kota di Filipina, pada Senin (21/8) dini hari.

  • Tembak Menembak di Meranti, Pejabat Jadi Sasaran Warga.

    2 bulan lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Festival Perang Air yang baru saja meraih Anugerah Pesona Indonesia Tahun 2018 kategori pariwisata terpopuler di Indonesia dan berlangsung selama 6 hari telah diresmik

  • Kisah Amar, Relawan Palu Disetop Makhluk Halus Berwujud Wanita Menggendong Bayi. Korban Tsunami Palu.

    5 bulan lalu

    Sembilan hari setelah gempa dan tsunami menghantam palu, banyak kisah yang terjadi. Salah satunya, adalah kehadiran makhluk halus, korban tsunami.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.