Kamis, 19 Oktober 2017
  • Home
  • NASIONAL
  • Copot Kapolres Solok, Kapolri: Tindak Tegas Polisi yang Tidak Beri Perlindungan
Senin, 05 Juni 2017 07:58:00

Copot Kapolres Solok, Kapolri: Tindak Tegas Polisi yang Tidak Beri Perlindungan

Oleh: Redaksi
Senin, 05 Juni 2017 07:58:00
BAGIKAN:
int
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Resor Solok, Sumatera Barat, terkait kasus persekusi yang menimpa dokter Fiera Lovita.

Menurut Asisten Sumber Daya Manusia (As SDM) Mabes Polri, Irjen Pol Arief Sulistyanto, Ajun Komisaris Besar Susmelawati Rosya dicopot 'karena tidak tegas dalam penanganan tindakan liar ormas yg melakukan persekusi'.

"Ini merupakan tindakan tegas Pimpinan Polri terhadap Kepala Satuan Wilayah yang tidak berani melakukan tegas terhadap kejahatan persekusi yang dilakukan oleh ormas secara liar. Kapolri telah menginstruksikan kepada semua Kasatwil untuk memberikan perlindungan dan pengayoman seluruh warga masyarakat dari berbagai bentuk tindakan main hakim sendiri," sebut Arief kepada BBC Indonesia melalui telepon.

Menurut Arief, jabatan kapolres Solok selanjutnya akan diserahkan kepada Kepala Unit II Subdirektorat IV Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri AKBP Dony Setiawan.

Sehari sebelum pencopotan Susmelawati, Tito mengatakan dirinya bakal mengganti atau memutasi bawahannya jika tidak bertindak tegas menangani kasus persekusi, seperti yang terjadi di Solok.

"Bagi polisi yang tidak berani, polisi yang tidak memberikan perlindungan, kami kasih tindakan dengan tegas. Saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti orang yang lebih tegas," ujar Tito pada Jumat (02/06).

Kepada Kapolda Sumatera Barat, Tito mengatakan telah beberapa kali menegur agar melindungi warga dari tindakan main hakim sendiri.

Image caption Fiera Lovita mengaku didatangi sekelompok orang yang mengaku anggota FPI setelah dirinya mengunggah status Facebook.

Fiera Lovita adalah dokter umum di Rumah sakit daerah (RSUD) Kota Solok, Sumatera Barat. Dia mendapat ancaman setelah mengunggah status di laman Facebooknya yang isinya mengherankan sikap pimpinan Front Pembela Islam, FPI, Rizieq Shihab, dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Pornografi.

Akibat pernyataannya, perempuan berusia 40 tahun ini mengaku telah didatangi sekelompok orang yang mengaku anggota FPI dan meminta dirinya mencabut status tersebut dan meminta maaf.

"Saya nggak aman di sini (Kota Solok, Sumatra Barat), saya dianggap menista ulama," kata Fiera Lovita kepada BBC Indonesia pada 27 Mei lalu.

Damar Juniarto, Koordinator regional Southeast Asia Freedom of Expression Network (SafeNet), mencatat terdapat 59 orang yang ditarget persekusi. Mereka tersebar merata di Indonesia dan berdasarkan pemetaan, paling besar di Jawa Barat.

"Persekusi ditargetkan pada orang-orang melakukan postingan di media sosial isinya yang menurut pelaku persekusi yang diduga menurut mereka menghina agama dan ulama," kata Damar.(*/bbc)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Plt Kapolres Meranti Larang Anggotanya Berkunjung Ke Hiburan Malam

    tahun lalu

    MERANTI (POROSRIAU.com) - Plt Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Barliansyah SIk semakin menjukkkan ketegasannya dalam menjalankan tugas, Buktinya dalam beberapa hari ia di tunjuk Kapolri untuk mengemban tugas di tanah Jantan Kabupaten Kepulauan Meranti men

  • Atasi Truk Tonase Besar, Roni Tagih Ketegasan Pihak Terkait

    11 bulan lalu

    Larangan truk bertonase besar, yang membawa kayu log, maupun chip melintas masuk rute kota Pekanbaru sudah lama dilarang. Dan ini sudah pula ada rambu-rambu larangannya.

  • Biadab, Ujang Tega Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil 5 Bulan

    6 bulan lalu

    Ujang (50) memang ayah biadab. Warga RT 02 RW 05 Dusun Durian Sebatang Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul) Riau itu, tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri yang masih dibawah umur berinisial LS (14) di rumahnya di Durian Sebatang Kecamatan Ujung Batu, Rohu

  • Kapolres Imbau ASN dan Pelajar Jangan Sampai Terlibat Narkoba

    6 bulan lalu

    Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Solok Selatan (Solsel) AKBP Mochamad Nurdin, SIK mengimbau ASN Solok Selatan serta pelajar di Solsel untuk tidak terlibat dalam peredaran gelap narkoba atau bahkan menggunakan narkoba.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.