Sabtu, 25 Juli 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Gempa dan Tsunami Besar Pernah Melanda Donggala, Sebuah Pulau Bahkan Hilang
Sabtu, 29 September 2018 08:07:00

Gempa dan Tsunami Besar Pernah Melanda Donggala, Sebuah Pulau Bahkan Hilang

Oleh: Redaksi
Sabtu, 29 September 2018 08:07:00
Sejarah Gempa dan Tsunami di Donggala Sulawesi Tengah
BAGIKAN:
Sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh saat gempa dengan kekuatan 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah dan Donggala.
PALU(POROSRIAU.COM)- Gempa  berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, pukul 17.02 WIB. Sebelumnya gempa terjadi pukul 14:00 WIB dengan magnitudo 6. Gempa mengakibatkan tsunami setinggi 1,5–2 meter yang menerjang Palu dan Donggala.
 
Setelah itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami pukul 17:36 WIB. Gempa susulan terus terjadi, hingga tulisan ini diturunkan, sudah terjadi 58 kali.
 
Menurut Masyhuddin Masyhuda kegiatan tektonis berupa gempa bumi ringan dan sedang sering terasa di Donggala, Sulawesi Tengah. Ini karena ada patahan (fault) Palu–Koro sepanjang 1000 km yang terentang dari Palu sampai Teluk Bone, hampir sejajar dengan barisan pegunungan Takolekaju.
 
Dikutip dari Historia, gempa dan tsunami besar pernah terjadi pada 1938 dan 1968. “Pada 1938 terjadi gempa yang hebat menyebabkan air laut naik menyapu rumah-rumah dan pohon kelapa rakyat di sepanjang pantai Kampung Mamboro, di tepi pantai Barat Kabupaten Donggala,” tulis Masyhuddin dalam Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Daerah Sulawesi Tengah.
 
Dalam Newsletter, Vol. I No. 3 (5 September 1968) yang diterbitkan International Tsunami Information Center di Hawaii, tercatat dua kali gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 1968.
 
Pada 10 Agustus 1968 terjadi gempa bermagnitudo 7,3 dengan pusat gempa di Laut Sulawesi. Badan Penanggulangan Bencana Alam Indonesia mengumumkan bahwa gelombang tsunami besar menyapu kawasan pantai di Donggala. Dua ratus orang tewas dan banyak rumah hancur terutama di desa pesisir Tambu. Tsunami juga menghantam Pulau Tuguan di lepas pantai Sulawesi Utara yang berpenduduk beberapa ratus orang.
 
Majalah Tempo (1978) memberitakan bahwa tsunami yang menghantam Pantai Donggala, Teluk Mapaga, dan Pulau Tuguan setinggi 8-10 meter melabrak pantai sampai sejauh 300 meter. Akibatnya 800 rumah hancur dan 200 orang meninggal dunia.
 
“Pada bulan Agustus 1968 sebuah kampung bernama Mapaga, terletak di pantai Barat Kabupaten Donggala lenyap ke dalam laut sebagai akibat gempa bumi yang cukup kuat,” tulis Masyhuddin.
 
Gempa kedua terjadi pada 14 Agustus 1968 bermagnitudo 7,4 dengan pusat gempa di Laut Sulawesi. Kantor berita Antara melaporkan gempa ini menghasilkan gelombang tsunami besar yang mengakibatkan Pulau Tuguan tenggelam sepenuhnya dan menghilang.
 
Petugas polisi yang dikirim dari mercusuar Mangalihat di Pulau Borneo tidak menemukan jejak Tuguan atau penduduknya. Gempa bumi juga mengakibatkan gunung berapi di Pulau Sangihe dan Talaud di ujung utara Pulau Sulawesi mulai bergemuruh dan mengeluarkan asap.
 
Tiga minggu kemudian, gempa kecil masih terus terjadi dan aktivitas gunung berapi di Talaud dan Sangihe mengancam 200.000 orang yang tinggal di pulau itu. Pihak berwenang pun meminta kapal untuk membantu evakuasi warga.(rdh) 
Editor: Ridho

  Berita Terkait
  • Kisah Amar, Relawan Palu Disetop Makhluk Halus Berwujud Wanita Menggendong Bayi. Korban Tsunami Palu.

    8 tahun lalu

    Sembilan hari setelah gempa dan tsunami menghantam palu, banyak kisah yang terjadi. Salah satunya, adalah kehadiran makhluk halus, korban tsunami.

  • Komisi D DPRD Provinsi Riau Kunjungan Kerja ke Negeri Serambi Mekkah

    10 tahun lalu

    Komisi D DPRD Provinsi Riau, jumat yang lalu, (20/5) melakukan kunjungan ke negeri serambi mekah, Nangroe Aceh Darussalam yang disambut baik oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan di ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh.

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    10 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Adakah Udang Di Balik Gelar Pahlawan?

    9 tahun lalu

    Indonesia adalah negara dengan jumlah pahlawan terbanyak di dunia. Saat ini sebanyak 173 nama menghiasi album pahlawan nasional. Jumlahnya akan terus bertambah. Sebabnya, setiap tahun menjelang Hari Pahlawan, selalu ada nama baru.

  • Kukuhkan Pengurus IKM Masa Bakti 2017-2022, dan Resmikan Rumah Singgah Pemda Meranti di Karimun, Bupati Irwan Berharap: Masyarakat meranti yang ada di karimun semakin kompak.

    8 tahun lalu

    TJ. BALAI KARIMUN(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, hadiri pengukuhan Ikatan Kekerabatan Masyarakat Meranti Karimun (IKM-Karimun) Periode 2017-2022, kegiatan yang di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.