Senin, 25 September 2017
  • Home
  • NASIONAL
  • Keluar Dari Pintu Rutan, Alfian Tanjung Kembali Ditangkap Polisi
Kamis, 07 September 2017 10:59:00

Keluar Dari Pintu Rutan, Alfian Tanjung Kembali Ditangkap Polisi

Oleh: Redaksi
Kamis, 07 September 2017 10:59:00
BAGIKAN:
Alfian Tanjung (foto/int)

POROSRIAU.COM--- Alfian Tanjung menolak menandatangani surat penangkapan kepolisian, atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilaporkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kamis (7/9/2017) dini hari.

Meski begitu, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Timur tetap membawanya untuk diserahkan ke Polda Metro Jaya melalui penerbangan di Bandara Juanda.

Ketua Tim Advokasi Abdullah Alkatiri menggambarkan tentang kliennya yang kecewa dengan penangkapan tersebut.

Alfian ditangkap petugas, Rabu (6/9), sekitar pukul 18.00 WIB, atau hanya beberapa langkah setelah dibebaskan dari Rumah Tahanan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Sidoarjo.

Ia ditahan di Rutan Medaeng atas tuduhan ujaran kebencian atas isi ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya, yang dilaporkan seorang warga kota tersebut.

"Salah satu bentuk kekecewaannya, dia menolak menandatangani surat penangkapan dari kepolisian. Karena dia selama ini kooperatif untuk kasus yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya," katanya.

Menurut dia, Alfian Tanjung siap memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya kalau memang dibutuhkan.

"Dia kalau dipanggil Polda Metro Jaya pun akan datang. Kenapa baru keluar dari Rutan Medaeng kok langsung ditangkap," ucapnya.

Alfian Tanjung sendiri menolak berkomentar saat digelandang keluar dari Kantor Polda Jatim di Jalan Ahmad Yani Surabaya, untuk dibawa ke Polda Metro Jaya melalui Bandara Juanda pada Rabu (6/9) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Tanya saja ke polisi. Mereka yang menangkap," katanya singkat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Komisaris Besar Agung Yudha Wibowo mengatakan, pihaknya hanya diminta bantuan pengamanan oleh Polda Metro Jaya.

"Karena perkaranya ditangani Polda Metro Jaya, yaitu terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Kami hanya dimintai bantuan pengamanan," ujarnya.

Alkatiri menjelaskan, penangkapan kliennya itu terkait dengan perkara pencemaran nama baik yang dilaporkan PDIP di Polda Metro Jaya.

"Ini masalah isi Twitter dia yang dinilai menyinggung dan dianggap mencemarkan nama baik PDIP," tandasnya.(viz/suara)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Jual Sabu, Oknum Polisi di Rohul Diciduk Komandannya Sendiri

    7 bulan lalu

    ROHUL (POROSRIAU.COM)--Nama kepolisian Republik Indonesia kembali tercoreng akibat perbuatan dari oknum anggota Polisi yang bertugas di Polsek Tambusai kabupaten Rokan Hulu, Bripka RPS ditangkap Komandannya sendiri, Kapolsek Tambusai AKP Yuli Hasman dan K

  • Pungli di Rutan Sialang Bungkuk, Polisi Periksa 20 Saksi

    4 bulan lalu

    Polda Riau telah memeriksa 20 saksi terkait kasus dugaan pemerasan dan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan petugas Rumah Tahanan Klas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru. Namun, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

  • 10 Bulan Buron, Pelaku Pemerkosaan Ditangkap Di Tanjung Pinang

    2 bulan lalu

    Tersangka MS alias MW ini dilaporkan oleh korban IK (PR 22) warga Koto Perambahan, karena melakukan percobaan perkosaan terhadap dirinya pada tanggal 10 September 2016 pukul 10.30 wib, saat berada dirumahnya di Dusun Jawi-jawi Desa Koto Perambahan Kec. Ka

  • Polsek Medang Kampai Tangkap Pengedar Daun Cimeng

    tahun lalu

    Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Medang Kampai amankan ataupun tangkap seorang laki-laki atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Tanaman Daun Ganja Kering berdasarkan Laporan Polisi Nomor

  • Siang Bolong, Maling Bobol Dua Ruko di Bengkalis

    tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.com) - Aksi pencurian dengan pemberatan (Curat) di Kota Bengkalis kembali terjadi. Senin (1/8/2016) siang, dua dari empat ruko di Jalan Arif Rahman berhasil diobok-obok pencuri.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.