Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Keluarga Korban Lion Air: Rusdi Kirana tak Punya Hati
Senin, 05 November 2018 15:01:00

Keluarga Korban Lion Air: Rusdi Kirana tak Punya Hati

Senin, 05 November 2018 15:01:00
BAGIKAN:
barang-barang milik penumpang yang ditemukan petugas Basarnas

JAKARTA,POROSRIAU.COM- Bos Lion Air menurut keluarga korban pesawat Lion Air yang jatuh di Karawang sama sekali tidak memiliki empati terhadap keluarga korban pesawat jatuh Lion Air. "Pak Rusdi Kirana saya anggap gagal, dia tidak punya hati dan berempati terhadap kerabat korban pesawat Lion Air," ujar orang tua Johan Ramadhan, salah seorang penumpang yang berada di dalam pesawat naas  JT 610 registrasi PK-LQP.

Pernyataan ini disampaikannya dengan penuh emosi di hadapan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Marsdya M Syaugi, dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono di Hotel Ibis, Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Laki-laki ini juga menyesalkan sikap Lion Air yang tidak proaktif membantu keluarga korban.

"Itu disediakan crisis center, tetapi kami tak pernah dikabarkan. Jangankan empati, menelepon pun tidak, Pak," ucap dia dengan nada tinggi.

"Ini kejadian berapa kali, mungkin yang lain tidak sampai memakan korban. Kami kehilangan anak kami bukan barang yang dibuang ke laut," lanjutnya.

Laki-laki ini juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya terhadap Basarnas dan pihak lain yang bekerja keras melakukan evakuasi terhadap korban-korban pesawat Lion Air.

"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya tetutama Basarnas dan yang lain, tetapi tidak untuk Lion Air." katanya.

Ia juga memohon agar pemerintah bisa menindak tegas maskapai Lion Air.

"Dengan segala hormat, KNKT sampai kapan ini bisa dibentuk dalam aturan permenhub, mereka (Lion Air) sudah dari dulu harus kena pinalti.

aya berharap pemerintah mendampingi kami, tidak selesai karena Lion membayar asuransi," kata dia.

Sementara itu, Muhammad Bambang, ayah korban Pangkhi Pardana memohon agar putranya bisa segera diidentifikasi.

"Bapak Menteri, saya sampaikan mohon dengan hormat kiranya penumpang JT 610 mohon dapat segera kembali ke kami dan teridentifikasi," ujar Bambang. Bambang juga meminta pertanggungjawaban pihak Lion Air.

Ia menganggap kecelakaan ini sebagai human error.

"Kami mendapat informasi benar atau tidak bahwa pesawat sudah trouble di Bali saat ke Jakarta.

Dalam hal ini, tentu teknisi Lion harus bertanggung jawab penuh. "Tolong manajemen Lion harus diperbaiki," kata dia.

Sebelumnya, Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) pagi. Pesawat itu mengangkut 181 penumpang dan 8 awak.(rdh/tnc)



 

  Berita Terkait
  • Bikin Merinding, Begini Cuitan Suroto Advokat Di Medsos

    9 tahun lalu

    Dalam postingannya, Suroto Advokad menuliskan tengah bersiap menuju istana Presiden untuk menyampaikan kepada pemimpin bahwa di Negeri (Republik Indonesia) orang miskin berhak mendapatkan keadilan.

  • Aset Wisata yang Mengagumkan, Ciptakan Pelalawan Exotis

    8 tahun lalu

    - Indahnya alam ciptaan Tuhan yang maha Kuasa di kabupaten Pelalawan menjadi daya tarik yang sungguh mempesona. Pelalawan layak bersyukur dan berbangga hati karena Potensi alam yang terletak di teritorial kabupaten Pelalawan sungguh amat mengagumkan.

  • Perdagangan Manusia Terbesar Di Timur Tengah Berhasil Terungkap

    7 tahun lalu

    Mabes Polri tengah memproses delapan orang yang diduga terlibat dalam kasus dugaan perdagangan sekitar 1.200 orang ke negara-negara di Timur Tengah sebagai tenaga kerja ilegal.

  • Covid Terus Menjepit, Di Mana Kelas Atas Kita?

    6 tahun lalu

    Di saat semua orang harus waspada agar tidak terpapar dan terkapar virus asal Wuhan, China itu, di situ pula banyak orang yang terancam kelangsungan hidupnya, gara-gara kehilangan pekerjaan.

  • Tanggapi Meranti Berdarah, Komnas HAM Berkunjung ke Selatpanjang

    10 tahun lalu

    MERANTI (POROSRIAU.com) - Komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai datang ke Selatpanjang sebagai bukti tanggapan serius mereka terhadap kasus Meranti Berdarah tanggal 25 Agustus 2016 lalu. Tiba di Kota Sagu itu, Natalius langsung mengunju

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.