Kamis, 21 September 2017
Senin, 11 September 2017 08:11:00

PPP Tolak Wacana Pembekuan KPK

Oleh: Redaksi
Senin, 11 September 2017 08:11:00
BAGIKAN:
ekretaris Jenderal PPP Arsul Sani (fot/detik.com)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan menolak wacana pembekuan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dimasukan dalam rekomendasi akhir Panitia Khusus Hak Angket (Pansus Angket) KPK.

"PPP akan secara konsisten menolak setiap wacana atau usulan untuk membekukan, membatasi umur ataupun membubarkan KPK," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani dalam keterangannya, Senin (11/9).

Anggota Pansus Angket KPK ini meminta agar setiap anggota untuk melihat kembali tujuan awal pembentukan pansus, yaitu memperbaiki tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, dan anggaran, lembaga antikorupsi tersebut.

"Maupun hal-hal terkait pelaksanaan kewenangan dalam penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi," katanya.

Menurut Arsul, PPP setuju untuk bergabung masuk ke pansus karena tujuan tersebut. Namun jika pansus menyimpang dari tujuan awal, partai berlambang Ka'bah tersebut tak segan akan menolak rekomendasi pansus, baik dalam rapat internal maupun dalam rapat paripurna DPR.

"Karena bagi PPP, persoalan KPK pada dasarnya bukan soal eksistensi kelembagaannya vis a vis dihadapkan dengan Polri dan Kejaksaan, tapi lebih pada persoalan segelintir orang di KPK pada level bukan pimpinan," kata Arsul.

Sebelumnya, anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat menyampaikan pandangan pribadinya agar KPK dibekukan sementara waktu. Pembekuan dilakukan untuk menata kembali lembaga yang berdiri 2002 lalu itu.

Menurut Henry, pandangan dirinya tersebut bakal dibawa ke rapat Fraksi PDIP dan disampaikan di Pansus Angket KPK.

Namun, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto kemudian membantah bahwa partainya pernah meminta atau mengusulkan agar KPK dibekukan.

"Partai tidak berada pada posisi meminta pembubaran atau pembekuan. Rekomendasi yang dipersiapkan partai tetap bertitik tolak pada tugas KPK di dalam mencegah dan memberantas korupsi, " jelas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/9).

Kata Hasto, sejak awal PDIP menyatakan, Pansus hak Angket KPK dijalankan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan DPR guna meningkatkan kinerja KPK serta mendorong kerja sama antarlembaga penegak hukum. (Viz/Cnn)

Editor: Chaviz

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Komisi III Pegang Data Pelanggaran KPK, Bambang: Kita Tunggu Saja

    2 minggu lalu

    Menurut dia, masih banyak hal yang belum diketahui publik terkait sepak terjang KPK selama ini. Hal itu yang akan ditampilkan oleh Pansus KPK kepada publik.

  • Wabup Rohul : Jadikan Sebagai Sarana Pengembangan Prestasi

    tahun lalu

    ejuaraan daerah (Kejurda) Indonesia Karate-Do (INKADO) Riau IV 2016, yang berlangsung selama dua hari, Minggu dan Senin (17 s/d 18/7) memperebutkan piala PT Astra Agro Lestari (AAL) dan Kapolres Rokan Hulu (Rohul), di Gedung Olah Raga (GOR) PT Eka Dura In

  • Masyarakat Sambut Wacana KPK Berkantor di Riau

    tahun lalu

    Sudah menjadi rahasia umum banyak penyelengara Negara ini yang secara terang-terangan merampok uang rakyat. Padahal sudah banyak pejabat yang masuk bui

  • Pembangunan Jembatan Kampung Belading Asal Jadi

    tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.com) - Pembangunan Jembatan Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak memasuki tahap III yang dikerjakan oleh PT Kemung Yona Pratama dan PT Alam Makmur Prima Utama menuai kritikan tajam dari masyarakat, pasalnya, pada pembangunan tersebu

  • Wacana Baru Mendikbud, Sabtu Minggu Libur Sekolah

    tahun lalu

    Nasional (POROSRIAU.Com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali melontarkan wacana baru. Setelah menggulirkan ide full day school yang menuai pro-kontra, kini menyampaikan gagasan agar hari Sabtu dan Minggu menjadi hari l

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.