Senin, 11 September 2017 08:11:00
PPP Tolak Wacana Pembekuan KPK
Oleh: Redaksi
Senin, 11 September 2017 08:11:00
JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyatakan menolak wacana pembekuan sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan dimasukan dalam rekomendasi akhir Panitia Khusus Hak Angket (Pansus Angket) KPK.
"PPP akan secara konsisten menolak setiap wacana atau usulan untuk membekukan, membatasi umur ataupun membubarkan KPK," ujar Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani dalam keterangannya, Senin (11/9).
Anggota Pansus Angket KPK ini meminta agar setiap anggota untuk melihat kembali tujuan awal pembentukan pansus, yaitu memperbaiki tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, dan anggaran, lembaga antikorupsi tersebut.
"Maupun hal-hal terkait pelaksanaan kewenangan dalam penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi," katanya.
Menurut Arsul, PPP setuju untuk bergabung masuk ke pansus karena tujuan tersebut. Namun jika pansus menyimpang dari tujuan awal, partai berlambang Ka'bah tersebut tak segan akan menolak rekomendasi pansus, baik dalam rapat internal maupun dalam rapat paripurna DPR.
"Karena bagi PPP, persoalan KPK pada dasarnya bukan soal eksistensi kelembagaannya vis a vis dihadapkan dengan Polri dan Kejaksaan, tapi lebih pada persoalan segelintir orang di KPK pada level bukan pimpinan," kata Arsul.
Sebelumnya, anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDIP Henry Yosodiningrat menyampaikan pandangan pribadinya agar KPK dibekukan sementara waktu. Pembekuan dilakukan untuk menata kembali lembaga yang berdiri 2002 lalu itu.
Menurut Henry, pandangan dirinya tersebut bakal dibawa ke rapat Fraksi PDIP dan disampaikan di Pansus Angket KPK.
Namun, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto kemudian membantah bahwa partainya pernah meminta atau mengusulkan agar KPK dibekukan.
"Partai tidak berada pada posisi meminta pembubaran atau pembekuan. Rekomendasi yang dipersiapkan partai tetap bertitik tolak pada tugas KPK di dalam mencegah dan memberantas korupsi, " jelas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/9).
Kata Hasto, sejak awal PDIP menyatakan, Pansus hak Angket KPK dijalankan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan DPR guna meningkatkan kinerja KPK serta mendorong kerja sama antarlembaga penegak hukum. (Viz/Cnn)
Editor: Chaviz
Komisi III Pegang Data Pelanggaran KPK, Bambang: Kita Tunggu Saja
9 tahun laluMenurut dia, masih banyak hal yang belum diketahui publik terkait sepak terjang KPK selama ini. Hal itu yang akan ditampilkan oleh Pansus KPK kepada publik.
Laskar Rempah dan KRI Dewaruci Bertolak ke Dumai
2 tahun laluTepat pukul 10.00 WIB, Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Rhony Lutviadhani memerintahkan anak buahnya untuk segera melepas tali tambat dan bertolak meninggalkan dermaga Tanjung Keluang. Cuaca pagi cukup cerah dan angin cukup tenang setelah semalaman d
Pembangunan Jembatan Kampung Belading Asal Jadi
10 tahun laluSIAK (POROSRIAU.com) - Pembangunan Jembatan Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak memasuki tahap III yang dikerjakan oleh PT Kemung Yona Pratama dan PT Alam Makmur Prima Utama menuai kritikan tajam dari masyarakat, pasalnya, pada pembangunan tersebu
Wacana Baru Mendikbud, Sabtu Minggu Libur Sekolah
10 tahun laluNasional (POROSRIAU.Com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali melontarkan wacana baru. Setelah menggulirkan ide full day school yang menuai pro-kontra, kini menyampaikan gagasan agar hari Sabtu dan Minggu menjadi hari l
Kadisdik: Soal Ujian Masih Standar Nasional
10 tahun laluMoratoriun Ujian Nasional (UN) yang direncanakan pemerintah pusat bakal berdampak pada Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bakal kewalahan dalam hal penggandaan soal.









