Senin, 23 Oktober 2017
  • Home
  • NASIONAL
  • Sayap PDIP Marah, Pimpinan Gerindra Tuduh Jokowi Seperti PKI
Rabu, 02 Agustus 2017 09:39:00

Sayap PDIP Marah, Pimpinan Gerindra Tuduh Jokowi Seperti PKI

Oleh: Redaksi
Rabu, 02 Agustus 2017 09:39:00
BAGIKAN:
Int
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono yang menyebut Presiden Joko Widodo dan PDI Perjuangan adalah partai komunis mendapatkan kecaman keras dari organisasi sayap PDI Perjuangan, Banteng Muda Indonesia.

Sekjen DPP BMI Antoni Wijaya menyatakan permintaan maaf yang disampaikan Arief Puyono karena menyebut partai PDI Perjuangan sebagai partai Komunis dan sering menipu rakyat tidak dapat menghentikan proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Menurutnya, pernyataan tersebut adalah fitnah keji dan merupakan pencemaran nama baik Partai PDI Perjuangan.

"Ini udah ranah pidana, polisi harus panggil dan periksa Arief Puyono sesegera mungkin, jangan sampai hal seperti ini dibiarkan. Pasalnya pidananya jelas ada kok," kata Antoni Wijaya di Jakarta.

Ia menambahkan PDI Perjuangan adalah partai politik yang diakui secara konstitusi dan berpegang teguh dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

"Jadi jelas sekali pernyataan itu adalah pernyataan yang tidak berdasar dan Arief Puyono wajib mempertanggungjawabkan secara hukum," ujarnya.

Terlebih lagi, lanjut Antoni, Arief telah menuding Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang sering membohongi rakyat.

"Ini yang kami sesalkan, ini membuktikan bahwa dia bukan seorang politisi, melainkan provokator yang dengan sengaja ingin menjelek-jelekan Presiden Jokowi dan merusak marwah partai PDI Perjuangan sebagai partai pendukungnya. Dia harus bertanggungjawab atas pernyataan kejinya itu," kata Antoni.

Sebelumnya, Arief Puyono telah mengeluarkan pernyataan pedas, ia menuding Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan beserta antek-anteknya seperti PKI dan sering menipu rakyat. Pernyataan tersebut terlontar karena mengkritisi disahkannya Undang-Undang Pemilu yang menyetujui ambang batas presidential threshold 20 persen.

"Pernyataan itu keluar dari seorang politisi yang takut bertarung di pemilu 2019. Dia sengaja memprovokasi rakyat dengan menuduh kami PKI. Ini sungguh kelewatan, kalau ingin bertarung secara sehat buktikan di pemilu nanti, jangan fitnah kami dengan tuduhan yang tidak berdasar dan keji seperti itu. Kami akan lakukan langkah hukum untuk kasus ini, ini sudah masuk sebagai pencemaran nama baik Bapak Presiden Joko Widodo dan merusak marwah Partai PDI Perjuangan sebagai partai yang berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945," kata Antoni.

"Sebaiknya Arief konsentrasi mengurus partainya sendiri. Dengan melakukan serangan membabi buta tanpa dasar pada parpol lain menunjukkan kerendahan kualitas berpolitik dan hilangnya kepercayaan diri," katanya menambahkan.***

Editor: Chaviz

Sumber: Suara.com

copy code snippet
Kirimkan opini Anda seputar politik, isu sosial dan peristiwa yang terjadi disekitar Anda. Redaksi Porosriau.com mengutamakan opini yang ditulis dengan baik dan disertai dengan identitas yang jelas. Setiap Opini yang diterbitkan di luar dari tanggung jawab redaksi. KIRIM KE Email: pkuporosriau@gmail.com
  Berita Terkait
  • Isu Reshuffle Menguat, Gerindra Mengaku Ditawari 4 Pos Menteri

    10 bulan lalu

    POROSRIAU.COM – Beberapa hari terakhir, isu reshuffle dalam kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla semakin santer terdengar. Apalagi, pihak Partai Gerindra sudah me

  • Balas Pernyataan Jokowi, Fadli Zon: Diktator Tidak Ditentukan Oleh Tampang

    2 bulan lalu

    Menurut Fadli, kediktatoran seorang pemimpin tidak bisa diukur memakai wajahnya melainkan beragam kebijakan yang diterapkannya.

  • Polri Dikabarkan Awasi Pungli Pelayanan Pelabuhan Dumai

    12 bulan lalu

    DUMAI (porosriau.com) - Mencuat kabar saat ini Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polri tengah membidik kegiatan pelayanan di pelabuhan Dumai.

  • Abdul Masykur Nahkodai Partai Golkar

    9 bulan lalu

    ROHUL(POROSRIAU.COM)--Melalui Musyawarah Kecamatan (Muscan) Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golongan Karya (Golkar) akhirnya berhasil menuntaskan pemilihan pimpinan tertinggi partai.

  • Nono Patria Pratama SE Nahkodai Golkar Rohul Periode 2017-2022

    9 bulan lalu

    ROHUL(POROSRIAU.COM)- Setelah ada polemik akhirnya, Melalui musyawarah daerah (Musda) IV Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golongan Karya (Golkar) kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Nono Patria Pratama, SE terpilih secara aklamasi menjadi ketua Partai Golkar Roh

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Poros Riau. All Rights Reserved.