Selasa, 02 Juni 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Sebut Koran-Koran Lampung Cacingan, Kapolres Way Kanan Akhirnya Minta Maaf
Selasa, 29 Agustus 2017 16:17:00

Sebut Koran-Koran Lampung Cacingan, Kapolres Way Kanan Akhirnya Minta Maaf

Oleh: Redaksi
Selasa, 29 Agustus 2017 16:17:00
BAGIKAN:

LAMPUNG(POROSRIAU.COM)--Kapolres Way Kanan, AKBP Budi Asrul Kurniawan akhirnya meminta maaf atas ucapannya yang menghina wartawan. Dia mendatangi kantor Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) di Way Kanan Lampung, Senin (28/8).

Dalam pertemuan itu, Kapolres bertemu dengan dua wartawan yang dihinanya wartawan Radar TV Dedy Tornando yang juga sebagai Ketua Pokjawan Kabupaten Way Kanan, dan Dian Firasta wartawan Online Tabikpun.com.

Budi berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada Dedy dan Dian atas ucapannya yang telah menghina profesi wartawan. Dikutip dari tribratanews, Budi mengaku datang ke kantor IJTI Way Kanan atas inisiatifnya sendiri dan bukan atas perintah siapapun.

"Saya salah. Kalau ada yang mau menuntut ke mana pun dipersilakan, dan sebaliknya AKBP Buas begitu panggilan akrabnya, tidak akan menuntut karena bagian dari kebebasan berdemokrasi," ujarnya saat pertemuan.

Dia berharap permintaan maafnya itu dapat diterima oleh para wartawan. "Tuhan itu tidak menciptakan segala peristiwa itu secara kebetulan, semua itu sudah melalui rahmatnya namun tidak berarti tiada salah yang tidak dimaafkan," pungkasnya.

Seperti diketahui, ucapan penghinaan itu bermula saat dua wartawan Dedi Tarnando dan Dian Firasa tengah menjalankan tugas peliputan aksi penyetopan angkutan batu bara oleh masyarakat yang tergabung dalam posko mawar di simpang 4 Blambangan Umpu, Way Kanan, Minggu (27/8) dini hari.

Warga kemudian hendak menggiring mobil ke Polres Way Kanan dan hendak membuat pengaduan terkait kendaraan batubara yang memuat angkutan melebihi batas maksimum kendaraan yang merusak jalan.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan tiba di lokasi dan menemui warga dan sopir angkutan batu bara. Saat itu, Budi hendak memberikan arahan kepada massa yang mencegah lajunya kendaraan angkutan batu bara sesuai hasil kesepakatan larangan melintas yang telah disepakati sebelumnya.

Sebelum arahan, lanjut Dian, AKBP Budi mengecek adakah wartawan di lokasi (Pos Mawar) dan keduanya (Dian dan Dedy) dilarang merekam dan mengeluarkan kamera. Bahkan AKBP Budi sempat memerintahkan polisi untuk menggeledah wartawan namun ditolak Dedi.

Setelah selesai memberikan arahan kepada massa. Dedy dan Dian mendengar dan melihat langsung bahwa AKBP Budi di hadapan kerumunan massa mengatakan 'wartawan tahi kucing, gua tidak takut'.

Namun, tidak disangka-sangka, kata Dian, setelah dia dan Dedy mencoba mengklarifikasi pernyataan Budi, bukannya penjelasan yang diterima malah lontaran pelecehan profesi wartawan semakin menjadi.

"Siapa sih yang mau baca koran sekarang ini apa lagi Koran-koran Lampung cacingan seperti itu. Sekarang ini orang sudah baca online. Lu bangun tidur bacanya apa? WhatsApp kan. Mana baca koran lagi sekarang dah tutup semua koran itu. Nonton TV juga banyak yang nonton? TV berita juga jarang ditonton, mending nonton bokep dari pada nonton berita TV," cetusnya.(medeka)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Memahami Kepanikan Prabowo agar Bisa Melawan Lupa

    8 tahun lalu

    CALON Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto hari demi hari tampaknya semakin panik. Portal berita metrotvnews.com hari Rabu (5/12) menurunkan berita berjudul "Prabowo Sebut Jurnalis Antek Pe

  • Wabup Inhu Lantik 151 Pejabat Eselon III,IV dan 53 Orang Non Fugsional

    10 tahun lalu

    Inhu (Porosriau.com) - Akhirnya Bupati Inhu H Yopi Arianto SE memberi jawaban pasti terhadap isu mutasi yang kian santer terdengar di tengah publik, selama ini,baik itu yang sudah terberitakan di media cetak / koran maupun di media online guna melakukan m

  • Kepergok, Residivis Kambuhan Digelandang ke Kantor Polisi

    8 tahun lalu

    Belum sempat menikmati hasil dari aksi bejatnya, seorang pria berinisial DS (35) warga desa Baru,kecamatan Manggar,Belitung Timur dibekuk warga setelah anak pemilik rumah berteriak minta tolong.

  • VC Diduga Kuat Melakukan Tindakan Gratifikasi Beberapa Proyek Proyek Di Dumai

    7 tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) – Isu yang santer beredar dipublik pasca pengeledahan dan penetapan status tersangka oleh KPK Walikota Dumai. Keponakan kandung istri Walikota Dumai,  Zulkifli AS,

  • BNN, TNI dan Polri Ekspose Pengungkaoan 117,4 Kilogram Sabu dan 19 Ribu Ekstasi di Dumai

    4 tahun lalu

    Operasi bersama BNN ini sebelumnya dibuka Komjen Pol Petrus R Golose di Pelabuhan Bitung Sulawesi Utara pada Selasa (9/8) dan melibatkan mitra kerja, terdiri TNI, Korps Polairud Baharkam Polri, Bea Cukai, Perhubungan Laut dan Kementerian Kelautan Perikana

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.