Selasa, 16 Juli 2019
Iklan PT Zulkarnain
  • Home
  • DUMAI
  • VC Diduga Kuat Melakukan Tindakan Gratifikasi Beberapa Proyek Proyek Di Dumai
Jumat, 10 Mei 2019 02:43:00

VC Diduga Kuat Melakukan Tindakan Gratifikasi Beberapa Proyek Proyek Di Dumai

Jumat, 10 Mei 2019 02:43:00
BAGIKAN:
Penampakan VC yang diduga saat penandatanganan surat pernyataan. (Foto : www.infestigasi.com)

DUMAI (POROSRIAU.COM) – Isu yang santer beredar dipublik pasca pengeledahan dan penetapan status tersangka oleh KPK Walikota Dumai. Keponakan kandung istri Walikota Dumai,  Zulkifli AS, yang berinisial VC, diduga melakukan tindakan penerimaan gratifikasi proyek proyek di Dumai.

VC yang saat itu, menjabat sebagai Kepala Seksi Pembangunan Jalan Dan Jembatan, Dinas PUPR Pemko Dumai dan juga menjabat sebagai Ketua Pokja LPSE Dumai.

Berdasarkan dokumen yang diserahkan oleh seseorang yang tidak disebutkan namanya pada hari Senin, (06/05) lalu, adanya bukti transfer sejumlah uang kerekening koran pada tahun 2016. Saat itu, VC menjanjikan akan memenangkan lelang proyek via LPSE, namun ternyata proyek yang dijanjikan tidak ada.

Akibat proyek yang dijanjikan tidak sesuai dengan kesepakatan, maka VC dituntut untuk mengembalikan uang , namun ternyata VC tidak sanggup mengembalikan sejumlah uang yang diterimanya.

Pada tanggal 28 Desember 2016, VC membuat surat pernyataan tertulis dan ditandatangani, bahwa berjanji akan menyelesaikan yang menyebabkan VC berhutang sebesar Rp. 305.000.000 kepada yang berinisial (S), yang tidak disebutkan nama sebenarnya.

Dalam perjanjikan tersebut,  VC berjanji akan membayarkan dengan cara memberikan sejumlah Paket Proyek yang sesuai dengan nilai kerugian. Apabila ditemukan kekurangan pembayaran, maka akan diganti dengan sejumlah uang tunai.

Tindakan dengan menjanjikan dan memberikan sejumlah proyek kepada seseorang, diduga kuat sebuat tindakan gratifikasi. Saat dikonfirmasi pada hari Senin, (06/05) lalu, VC belum memberikan tanggapan.

Ketua Pokja LPSE VC, Kelihatan Panik

Akibat pemberitaan yang telah beredar kekalangan public, informasi bahwa VC mengadu kesana kemari seperti cacing kepanasan. Pihak awak media yang telah mencoba menghubunginya kembali, namun belum digubris.

Terkait pemberitaan dari media www.infestigasi.com bahwa adanya upaya untuk  menlakukan penghentian pemberitaan yang informasi akan dilakukan pengiriman berkas dan alat bukti kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ditelusuri.

Berkas tersebut adalah adanya fotokopi salinan surat pernyataan, rekaman percakapan dan sejumlah dokumentasi berupa foto saat membuat pernyataan yang telah ditanda tangani oleh VC.

Pada Senin siang, (06/05) lalu, orang tak dikenal telah meletakkan sejumlah berkas dokumen dalam amplop besar berwarna kuning didepan pagar rumah kediaman Redaksi www.infestigasi.com. Uniknya ada secarik kertas yang diterima didalam amplop tersebut, dengan bertuliskan sebuah kata “Tuntaskan”.  

Berkas yang dikirimkan oleh orang tak dikenal tersebut, bak gayung bersambut dan langkah kanan dalam penelusuran kebenaran pemberitaan. VC yang yang diduga suka gonta ganti nomor ponsel tersebut, pada hari Minggu, (05/05), ada yang mengirimkan nomor kontak VC via Whatshapp, namun nomor tersebut masih susah untuk dihubungi.

Bertambah kuat, Beredarnya Foto Saat Menandatangani Pernyataan

Beredarnya foto penampakan VC saat penandatanganan surat penyataan penyelesaian mengenai sejumlah uang yang telah diterimanya, namun paket pekerjaan yang dijanjikan tidak terealisasi.

Pada surat pernyataan tersebut, VC berjanji akan mengkondisikan sebuah paket pekerjaan. Karena paket pekerjaan yang di janjikan tidak terealisasi, maka kontraktor tersebut meminta uangnya dikembalikan semua. Namun VC selalu berkelit dan berdalih dengan berbagai alasan, walaupun VC sudah mengembalikannya dengan cara mengangsur.

Karena terus di desak, akhirnya VC bersedia membuat surat pernyataan dn berjanji akan membayar sisa uang dengan mengkondisikan sejumlah paket pekerjaan. Pada tanggal 28 Desember 2018, terlihat jelas foto VC sedang membuat pernyataan.

Salinan dokumen berupa rekening Koran, surat pernyataan, foto dokumentasi VC dan serta CD yang berisi percakapan.

Untuk kesekian kalinya, awak media mencoba untuk melakukan konfirmasi kembali, Kamis (09/05) kepada VC kenomor ponsel 0823 8479 0xxx, namun tidak kunjung dapat dihubungi.

Sejak berita ini diterbitkan, nomor ponsel VC tidak dapat lagi dihubungi alias tidak aktif. (Ricky/Red)

 

 

 

Editor: Redaksi

  Berita Terkait
  • Polisi dan Jaksa di Minta Pantau Proyek Overlay

    3 tahun lalu

    DUMAI(POROSRIAU.com)- Belum adanya reaksi Dinas Pekerjaan Umum atas pelaksanaan proyek overlay Jalan Bintan yang diduga kuat tidak sesuai dengan bestek  disebut-sebut karena kontraktor pelaksa

  • Layak kah Wabup Bengkalis Muhammad Dipenjara KPK?

    3 tahun lalu

    POROSRIAU.com- Riau dikenal dengan sebutan “Petro Dollar” karena kaya dengan minyak bumi dan perkebunan kelapa sawit.“Atas minyak, bawah minyak” kerap terdengar istilah ters

  • Waduh! Proyek ADK 2016 di Desa Suka Mulia Alami Kerusakan, Ini Jawaban Penghulu..

    2 tahun lalu

    Kegiatan/proyek semenisasi jalan yang direalisasikan melalui Alokasi Dana Kampung (ADK) tahun 2016 di Kampung Suka Mulia Kecamatan Dayun tampak mengalami kerusakan. Diduga kuat saat pengerjaannya kurang mendapat pengawasan dari aparat kampung setempat, se

  • KPK Selidiki Kasus Korupsi Infrastruktur Di Bengkalis

    2 tahun lalu

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi infrastruktur di daerah Bengkalis, Riau. Salah satu pejabat di Riau diduga terlibat dengan korupsi peningkatan jalan Batu Panjang-Ngiris di Bengkalis untuk tahun anggaran 2013-2015.

  • Miris, Seorang Pelajar SLTP di Meranti, Ikut Berpesta Sabu

    tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) – Sat Narkoba Polres Meranti, pada Kamis (15/02/18) sekira pukul 21.30 WIB , kembali berhasil menangkap 2 dari 4 pelaku yang sedang melakukan pesta narkoba diduga jen

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.