Kamis, 13 Juni 2024
  • Home
  • NASIONAL
  • Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir Ingatkan Persatuan
Minggu, 26 Februari 2023 08:56:00

Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir Ingatkan Persatuan

Minggu, 26 Februari 2023 08:56:00
BAGIKAN:
BATAM, POROSRIAU.COM - Anggota MPR/DPR RI, Drs H Nyat Kadir menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.
Penekanan itu disampaikan Nyat Kadir di sela-sela sosialisasi empat pilar kebangsaan di Sekupang, Batam, Minggu (26/02/2023) sore. Sosialisasi itu dihadiri Ketua RT, tokoh masyarakat,tokoh agama dan ibu-ibu majelis taklim.
 Acara itu berlangsung tertib dan terjadi tanya jawab yang dinamis. Mengawali sosialisasi, Nyat Kadir melontarkan kuis dengan dua pertanyaan seputar kebangsaan yaitu Pancasila dan UUD 45 untuk memancing antusiasme peserta.
 
“Pancasila dan UUD 45 ini sangat penting bagi kita bangsa Indonesia. Karena Pancasila lah, negara kita hingga saat ini tetap bersatu serta damai. Jadi, melalui kuis ini saya ingin menguji pengetahuan peserta terhadap dua hal tersebut. Siapa yang berani maju ke depan menyebut 5 sila dalam Pancasila dan isi pembukaan UUD 45 akan mendapatkan hadiah,” ujar Ketua Kelompok Komisi VI (Kapoksi) Fraksi Partai NasDem itu.
 
Tawaran Nyat Kadir disambut antusias peserta yang berupaya tampil kedepan. Anggota DPR RI dua periode Dapil Kepri pun memilih secara acak 5 peserta untuk menjawab pertanyaan pertama.
 
“Sebutkan lima sila dalam Pancasila,” ujar Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam itu. Masing-masing peserta pun diberi kesempatan menjawab secara adil. Namun acara dibuat riuh dan teriakan bergemuruh tatkala sebagian peserta salah menyebutkan isi Pancasila. Meski demikian pada akhirnya lima peserta berhasil keluar sebagai pemenang kuis pertanyaan pertama. Kuis pun berlanjut ke pertanyaan kedua, yaitu menyebut UUD 45.
“Untuk pertanyaan kedua, siapa yang bisa menjawab secara tepat isi pembukaan UUD 45?,” ujar Nyat Kadir.
 
Kali ini, Nyat Kadir memilih 2 peserta secara acak untuk menjawab pertanyaan itu. Namun semua peserta salah menyebut isi dari UUD 45. Meski demikian, selesai kuis, Nyat Kadir mengapresiasi pengetahuan dan pemahaman para peserta seputar Pancasila dan Empat Pilar dengan baik.
 
“ Kalau salah, diulang lagi. Tak masalah. Namun saya berharap seluruh peserta  tidak saja hafal, namun juga memahami makna yang terkandung di dalamnya butir-butir Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi jati diri bangsa Indonesia,” pungkasnya.
 
Politisi Partai NasDem itu mengatakan Batam memiliki masyarakat yang cukup beragam. Semua suku, agama di Indonesia ada di Batam. Namun keberagaman itu harapannya tidak menghalangi rasa persatuan. Justru menjadi penguat untuk ikut membangun Batam khususnya dan Kepri umumnya menjadi lebih baik.
 
“Kuncinya menghargai perbedaan, jangan saling menghina antara satu dengan lainnya. Jangan menjadi pemicu pecah belah. Tapi Alhamdulillah Batam tetap kondusif. Artinya tidak ada masalah berarti terkait implementasi empat pilar,” tuturnya.
Kata Nyat Kadir mengatakan suasana yang kondusif ini harus terus dijaga. Sehingga pembangunan daerah bisa terus berjalan.
“Jika ada masalah bisa diselesaikan dengan musyawarah. Itu juga bentuk implementasi Pancasila,” katanya.
Nyat Kadir mengatakan berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270,6 juta jiwa, 700 bahasa daerah dan 1.128 suku bangsa.Hal ini tentu Indonesia memiliki pondasi dan pilar yang kuat. Pilar itu yang kita sebut dengan empat pilar kebangsaan.  
 
Nyat Kadir mengatakan Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara juga dibuat untuk menjadi tujuan negara dan cita-cita bangsa. 
 
"Kita mengidamkan sebuah negara yang punya Tuhan Yang Maha Esa, punya rasa kemanusiaan yang tinggi, bersatu serta solid, selalu bermusyawarah dan juga munculnya keadilan sosial. Meskipun sebenarnya masih banyak fungsi-fungsi lain Pancasila yang tak kalah penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemudian UUD 1945," jelas mantan Walikota Batam itu menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa. Di mana keluhuran 
nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan pembukaan dan bahkan tidak mengubahnya. 
 
Dikatakannya, ada empat kandungan dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi alasan komitmen untuk tidak mengubahnya yakni terdapat norma dasar universal bagi tegaknya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Terdapat  tempat tujuan negara yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahnya, memajukan kesejahteraan umum, 
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
 
Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI ini menjelaskan untuk membangun karakter bangsa memang dibutuhkan komitmen terhadap NKRI. Bukan karakter berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI. Maka rasa cinta terhadap tanah air lanjut Nyat Kadir perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa melalui pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Pembangunan karakter juga harus diletakkan bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa bukan memecah belah NKRI.  Kemudian Bhinneka Tunggal Ika lanjut Ketua Lembaga Melayu (LAM) Kota Batam adalah bertujuan untuk menghargai perbedaan atau keragaman namun tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia. Tak dipungkiri Indonesia terdiri dari beragamnya suku, agama, ras dan (SARA).Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah. 
 
Jadi lanjut Nyat Kadir mengatakan keberagaman bukan untuk dipertentangkan apalagi diadu antara satu dengan yang lain sehingga pada terpecah belah. Oleh sebab itu, Bhinneka Tunggal Ika itu yang dapat menjadi penyemangat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. 
 
Diakhir sosialisasi Nyat Kadir berharap kepada para tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan itu untuk dapat menjabarkan secara komprehensif tentang isi dan makna Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika ke masyarakat sekitarnya. 
 
"Pengetahuan yang didapatkan hari ini harus kembali disosialisasikan kepada anak dan lingkungan sekitar bapak ibu 
sekalian. Sehingga akan terwujud masyarakat yang sadar konstitusi sehingga masyarakat tidak terjebak dalam perpecahan," ujarnya.
  Berita Terkait
  • Sosialisasi 4 Pilar, Nyat Kadir: Ramadhan Ajarkan Persatuan

    tahun lalu

    BATAM, POROSRIAU.COM - Bulan Ramadhan merupakan salah satu momentum menjaga dan memperkuat persatuan dan kesatuan. Sebab salah satu tujuan puasa mewujudkan kita untuk bertakwa. Bahkan agama pun men

  • Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Nyat Kadir Ajak Masyarakat Tetap Solid

    12 bulan lalu

    KARIMUN, POROSRIAU.COM - Anggota MPR/DPR RI Dapil Kepri Drs H Nyat Kadir mengajak masyarakat tetap solid menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab Indonesia memiliki berbagai keragaman suku, aga

  • Nyat Kadir: 4 Pilar Kebangsaan Sebagai Perekat Persatuan

    tahun lalu

    BATAM, POROSRIAU.COM - Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan berasal dari berbagai macam suku bangsa tentu memerlukan perekat untuk menjaga persatuan dan kesatuan.  Perekat itu adala

  • Nyat Kadir Ajak Mahasiswa Amalkan 4 Pilar Kebangsaan

    11 bulan lalu

    BATAM, POROSRIAU.COM -  Anggota MPR/DPR RI, Drs H Nyat Kadir mengajak  generasi muda (milenial) terutama mahasiswa agar memahami dan mengamalkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan seh

  • Waskita Karya Beri Perhatian Pelaku UMKM

    2 tahun lalu

    BATAM, POROSRIAU.COM, - Meskipun sebagai agen pembangunan di bidang infra struktur, namun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga telah memberikan perhatian terhadap para pelaku UMKM.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2024 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.