Kamis, 09 Februari 2017 13:33:00
Mencuat Isu-Isu Komunis
Bendum PDI P Anggap Disengaja, Ada Keinginan Merampok Negerinya
Oleh: Eza
Kamis, 09 Februari 2017 13:33:00
PEKANBARU(POROSRAU.COM)-- Juru Kampanye pasangan nomor 5, pasangan Bibra-Said (BISA) sentil soal isu-iusu komunis yang beredar akhir-akhir ini terutama jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru yang dilaksanakan pada 15 Februari ini.
Hal ini disampaikan Bendum DPP PDI P, Ir Juliarto Batubara yang menganggap memang isu-isu komunis sengaja di gulirkan oleh orang-orang yang tidak senang dengan kebangkitannya Nasionalisme Indonesia. Bahkan Ia menuding yang membangkitkan isu-isu ini adalah orang yang pernah berkuasa.
" Artinya orang yang berkuasa bukan untuk kesejahteraan rakyat tapi berkuasa di gunakan untuk merampok negaranya, sehingga yang berkuasa seenaknya bisa merampas negerinya dengan, korupsi, kolusi. Tentu mereka melempar isu-isu tersebut," tegasnya saat memberikan arahan kepada ribuan masyarakat yang tergabung pengurus, kader, simpatisan, ranting dan warga hadir dalam pelaksanaan rapat umum Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota 2017-2022 nomor urut 5, Destrayani Bibra dan Said Usman Abdullah di Hotel Ratu Mayang Garden, kemarin.
Menepis isu komunis ini, Juliarto juga mempertanyakan kepada yang hadir ada gak di dunia ini negara komunis??? Komunis maksudnya, negara yang setiap hari memang menjalankan faham komunisme.
" Jawabnya jelas sudah tidak ada lagi. Kalau orang bilang Cina!! Cina itu nama partainya, ya partai komunis cina. Tapi kesehariannya sudah tidak komunis lagi. Tidak ada yang mau negaranya dijadinan komunis, itu komunis sudah bubarkan dan saat ini sudah tidak ada lagi," ungkapnya.
Juliarto menabahkan, kalau PDI P iu komunis, dipertanyakan apa mau berkualisi dengan PPP. Jelas mana mau!. " Saya juga tidak mau ikut komunis. Saya harapkan isu itu jangan membuat kita kecil hati dan mengendorkan semangat kita mememangkan pasangan BISA nomor 5. Isu itu sengaja di beberkan oleh orang berkuasa untuk menjajah negerinya," ungkapnya.
Jukiarti juga menyinggung soal many politik yang terjadi saat Pilkada berlangsung. " Many politik pasti ada, diingtkan ke masyarakat ambil uangnya tapi coblos belum tentu. Pasangan kami BISa yakin maju guna memperbaiki kota pekanbaru karena sudah banyak yang tidak betul terjadi di kota pekanbaru, dan BISA ini siap membangun Kota Pekanbaru menuju kesejahteraan masyarakat," ungkapnya. (eza)
Editor: Chaviz
Kecewa Tidak Ketemu Bupati, SBCI Akan Lakukan Aksi Demo Lanjutan
10 tahun laluSIAK (POROSRIAU.com) - Serikat Buruh Cahaya Indonesia (SBCI) mengaku kecewa, keinginan bertemu dengan Bupati Siak hingga saat ini belum kesampaian, kekecewaan itu diungkapkan Adermi ketua DPP SBCI propinsi Riau usai menggelar pertemuan dengan pejabat peme
Amerika Serikat Keluar Dari UNESCO
9 tahun laluAwal mula peristiwa ini karena Amerika Serikat dibuat geram pada 2011 ketika semua anggota UNESCO memberikan hak keanggotaan penuh kepada Palestina, meski mendapat tentangan dari sekutunya Israel.
Posisi Menteri Desa Bakal Jadi Rebutan
10 tahun laluPengamat politik Ray Rangkuti menyebut jabatan Menteri Desa dan Transmigrasi merupakan posisi yang paling diperebutkan jika nantinya dilakukan perombakan kabinet oleh Presiden Joko Widodo.
Kerja Kantor Pelayanan Pasar Dumai Dipertanyakan ?
10 tahun laluKeberadaan pasar Kelakap Tujuh kota Dumai hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal dan terkesan mubazir.Padahal pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran negara 9.8 milyar rupiah
Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri
10 tahun laluSELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Berkat kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dibantu dengan Stakeholders terkait mulai dari TNI, Polri, Pihak Swasta serta masyarakat. BPBD Meranti berhasil menekan angka kebakara









