Selasa, 21 April 2026
Selasa, 07 Maret 2017 14:26:00

Buka Kecurangan Pilkada

Gempur Kembali Serbu Kantor Pemko

Oleh: Eza
Selasa, 07 Maret 2017 14:26:00
Sasarannya Kantor BKD Pekanbaru
BAGIKAN:
Eza
Gemppur,kembali menggelar aksi menuntut kejelasan dalam proses kecurangan yang terjadi di Pilkada Kota Pekanbaru Selasa (7/3)

PEKANBARU(POROSRIAU.COM)-- Kembali buka soal kecurangan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) Pekanbaru, Gerakan Masyarakat Peduli Pilwako Jujur (Gemppur) Selasa (7/3) pagi, sekitar pukul 11.00 WIB, kembali menggelar aksi menuntut kejelasan dalam proses kecurangan yang terjadi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru.

Aksi yang mereka tuntut berkaitan dengan banyaknya laporan dan bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari Lurah, Camat dan beberapa pejabat Pemko Pekanbaru yang dianggap tidak netral.

Pantauan wartawan dilapangan, tampak massa membentangkan spanduk di depan Kantor Wali Kota Pekanbaru yang bertuliskan memberhentikan ASN yang terlibat politik praktis di Pilwako Pekanbaru. 

Selain itu, mereka juga membentangkan spanduk keterlibatan anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Partai Golkar, Tarmizi Muhammad, mengumpulkan camat dan Lurah menyuruh dan memilih Firdaus-Ayat di kediamannya serta percakapan ASN di media sosial.

Massa terus berorasi di depan kantor Wali Kota Pekanbaru dan mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pekanbaru, segera melakukan proses dan memberhentikan ASN yang terlibat politik. 

Massa aksi diterima oleh Kepala Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian. Dalam penyampaiannya di depan massa aksi, seluruh pegawai yang ada di Kantor Wali Kota tidak berada ditempat karena sedang melaksanakan Musrenbang Provinsi Riau.

Koordinator Lapangan (Korlap) Gemppur, Antony Fitra, mengatakan, dalam bukti-bukti yang mereka bawa saat ini, sangat jelas bahwa ASN terlibat politik praktis. 

" Ini bentuk kekecewaan kami, karena semua tidak di proses sebagaimana mestinya. Kita juga kembali melaporkan bukti-bukti tersebut dan membawa bukti-bukti baru di Banwaslu Provinsi Riau," tutur Antoni Fitra. (Eza)

 

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Kerja Kantor Pelayanan Pasar Dumai Dipertanyakan ?

    10 tahun lalu

    Keberadaan pasar Kelakap Tujuh kota Dumai hingga saat ini belum difungsikan secara maksimal dan terkesan mubazir.Padahal pembangunan pasar tersebut telah menghabiskan anggaran negara 9.8 milyar rupiah

  • Terkait Pemotongan Gaji Guru Hingga Rp700 ribu, DPRD Tagih Solusi Kepada Pemko

    9 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM) -- Tak sudi gajinya di potong hingga Rp700 ribu perbulan, guru tidak tetap (GTT) Pemko Pekanbaru serbu kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (27/12) guna mencari tahu alasan pemotongan gaji yang dilakukan Pemko kepada guru.

  • Walikota Pekanbaru Tegaskan Evaluasi Kinerja Berlaku Seluruh OPD

    8 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walikota Pekanbaru, DR H Firdaus ST MT pada media beberapa hari lalu, tepatnya usai membuka kegiatan Seminar Forum RT/RW di hotel Mutiara Merdeka, Senin (4/12), mengungkapkan, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pekanbaru dalam k

  • Keluh Kesah Terkait Zonasi, Hingga Viral di Medsos Netizen Dumai

    7 tahun lalu

    DUMAI (POROSRIAU.COM) – Sejak berakhirnya penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SLTA pada tanggal 8 Juli 2019, banyak kalangan dari orangtua calon siswa Kota Dumai berkeluh k

  • Plt Walikota Berharap Tidak Ada Pemotongan Gaji THL

    10 tahun lalu

    Polemik pemotongan gaji tenaga harian lepas (THL) dilingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus bergulir, Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Edward Sanger, Rabu (2/11) kembali menanggapi kebijakan pemotongan gaji THL.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.