Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • PEKANBARU
  • Tak Ada Anggaran, RSUD Pekanbaru Gagal Beroperasi Di 2018
Senin, 14 Agustus 2017 16:59:00

Tak Ada Anggaran, RSUD Pekanbaru Gagal Beroperasi Di 2018

Oleh: Firman
Senin, 14 Agustus 2017 16:59:00
BAGIKAN:
Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Rahmad
PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang berada di Jalan Garuda Sakti dipastikan gagal beroperasi di tahun 2018. Gagal beroperasinya RSUD Kota Pekanbaru lantaran tidak tersedianya anggaran, terutama anggaran untuk pengadaan alat kesehatan (Alkes), tenaga kerja, serta anggaran untuk menuntaskan fisik bangunan.
 
Informasi ini diungkapkan, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Rahmad ketika di wawancara di Kantor Walikota Pekanbaru, Senin (14/8/2017).
 
Namun demikian ditegaskan Rahmad, pihaknya akan berupaya untuk mencari bantuan dana agar RSUD segera beroperasi.
 
"Untuk anggaran di APBNP batal. Alasannya kalau kita dapat informasi, memang pendanaan ini sifatnya sudah nasional. Jadi sehingga dana DAK (Dana Alokasi Khusus,red) yang tadinya ditransfer ke daerah itu dipergunakan untuk membayar utang dana DAK 2016 tunda bayar. Jadi karena itu lebih diprioritaskan untuk itu, sehingga proposal kita untuk APBNP ini untuk alat kesehatan batal. Tapi untuk 2018 kita coba lagi. Jadi apapun anggarannya kita akan coba terus buat proposalnya, jadi tinggal ganti tanggal dan tahunnya saja, karena yang diminta sama," ungkap Rahmad.
 
Selain itu dikatakan Rahmad, dirinya tengah mengupayakan untuk mendapatkan bantuan lainnya, seperti Bankeu dan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
 
"Kalau kita melihat untuk APBD sendiri, mungkin kita sama-sama melihat, karena APBD kita memang... (kecil,red), sekarang kita mengupayakan juga untuk Bankeu mungkin ya untuk APBD tingkat I. Jadi memang rumah sakit ini harus beroperasional dulu, beroperasi dulu, teregistrasi dulu, mungkin kita akan lebih leluasa untuk meminta bantuan. Jadi kendalanya juga karena kita belum beroperasional, tapi sekarang ini sudah lagi proses izin operasionalnya, Kita berharap setelah operasional, nanti kita lebih leluasa untuk meminjam (bantuan,red). Kita juga coba upayakan APBD provinsi mungkin ya. Lagi masukkan proposalnya. Mudah-mudahan provinsi bantu," terang Rahmad.
 
Saat disinggung fisik bangunan RSUD, dikatakan Rahmad, saat ini bari berjalan sekitar 82 persen. Untuk menuntaskannya, ditegaskan Rahmad, pihaknya akan menggesa di tahun 2018.
 
"Secara fisik memang bangunan belum selesai 100 persen, baru 82 persen. Di 2018 kita optimalkan lagi penyelesaiannya. Kita berharap simultan antara penyiapan fisik, penyedian tenaga kerjanya dan Alkes nya sejalan. Kita berharap selambat-lambatnya 2019 la (beroperasi,red), mudah-mudhan bisa," ujar Rahmad berharap.
 
Saat ditanya besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan Alkes, dikatakan Rahmad, lebih kurang sebesar Rp 135 milar.
 
"Secara perencanaan kita butuhkan Rp 135 miliar, lebih besar dari bangunan fisiknya. Untuk total fisiknya secara perencanaan Rp 125 miliar, multi years kita kemaren Rp 80 miliar, 80 miliar ini tidak selesai 100 persen. Untuk total anggaran lanjutan yang belum selesai kalau kita gabung keseluruhan secara perencanaan butuh Rp 66 miliar lagi. Fisik itu terutama arsitektur dan elektrikal mekanikal. Jadi 30 persen dari biaya DED rumah sakit ini 30 persen itu elektrikal mekanikal. Jadi memang rumah sakit itu elektrikal mekanikalnya memang komplek, pipa gas medis, instalasi yang berbau kesehatan la," jelas Rahmad sembari menyebutkan untuk pengoperasian RSUD membutuhkan tenaga kerja lebih kurang 230 orang.(fir)
Editor: Firman Tanjung

  Berita Terkait
  • Peduli Kesehatan, Walikota H Firdaus Wujudkan Impian Masyarakat Bangun RSD Madani

    tahun lalu

    Silih berganti Walikota, Pekanbaru belum memiliki rumah sakit daerah sendiri. Sejak dipimpin Walikota Pekanbaru, Dr H Firdaus ST MT, akhirnya apa yang menjadi harapan masyarakat dapat terwujud, yakni, Kota Pekanbaru memiliki Ru

  • Program City Gas Cara Pemko Pekanbaru Penuhi Kebutuhan Masyarakat

    tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Berbagai persoalan terkait kelangkaan gas elpiji selalu saja terjadi, baik kelangkaan akibat ulah pangkalan nakal yang kerap menjual gas elpiji kepada pedagang kecil dengan jumlah banyak, maupun kelangkaan diakibatkan pelaku us

  • Gelar Pertemuan Dengan BRG dan Peneliti UGM Bahas Pengelolaan Restorasi Gambut, Bupati Irwan: berharap kedepan komunikasi yang baik itu akan terus terbina.

    tahun lalu

    JAKARTA(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, menggelar pertemuan dengan Badan Restorasi Gambut (BRG RI), dalam rangka membahas Pengelolaan Pilot Project Restorasi Gamb

  • Hebat, Jelang Akhir Periode Anggota DPRD Pekanbaru Ini Tuntaskan Semua Janjinya ke Masyarakat

    tahun lalu

    Ketua Panitia acara reses Ida Yulita Susanti, yang juga tokoh masyarakat, Hasan Basri dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa, selama ini Ida Yulita Susanti sudah banyak berjanji untuk membangun kampung, dan hingga akhir periode 2014-2019, Politisi peremp

  • Pro Investasi, Firdaus Janjikan Ekonomi Riau Kembali Tumbuh 8 Hingga 9 Persen

    tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Dari seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau yang ada, hanya pasangan Firdaus-Rusli Effendi yang punya komitmen kuat mendukung masuknya arus investasi di Riau.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.