Selasa, 21 April 2026
Minggu, 28 Mei 2017 11:47:00

Tradisi Malamang di Solok Selatan

Oleh: Redaksi
Minggu, 28 Mei 2017 11:47:00
BAGIKAN:
Kompasiana
Memasak Lamang

SOLSEL(POROSRIAU.COM)--Dikenal dengan julukan Saribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) sungguh kaya akan kuliner, salah satunya Pangek Pisang.

Untuk sementara, kita tidak membahas secara detail mengenai Pangek Pisang, melainkan akan mengulik mengenai makanan tradisional yang bernama "Lamang".

Lamang adalah makanan yang terbuat dari bahan ketan putih (Puluik Putiah, red), santan kelapa, dan batang bambu sebagai wadah membakarnya.

Malamang (sebutan masyarakat setempat, red) biasa dilakukan ketika menyambut hari besar Islam, seperti menyambut datangnya bulan puasa, Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Mengenai racikan bumbu, lamang termasuk makanan sederhana, hanya ditambah bawang merah, garam, dan racikan gula aren sebagai pelembut.

Berikut langkah-langkah membuat lamang, sebagaimana dikutip dari Kompasiana;

1. Rendam ketan putih dalam air selama 30 menit, lalu ditiriskan. Selanjutnya diberi bumbu garam, racikan bawang merah, dan irisan gula merah secukupnya.

2. Persiapkan bambu dengan dan dilapisi dengan daun pisang yang sudah dibilas dengan api agar tidak pecah. Sementara itu, persiapkan pati santan buah kelapa kelapa untuk dicampur dengan ketan yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

3. Masukkan ketan kedalam bambu dan siram dengan santan buah kelapa secukupnya. Perbandingan santan dan ketan hitam hampir sama dengan anda memasak nasi.

4. Bakar atau panaskan bambu diatas bara api selama 3 jam.

Hal yang perlu anda perhatikan dalam memasak lamang adalah agar tidak memaksakan pembakaran lemang secara cepat, sebab akan menyebabkan bambu hangus terbakar, namun ketan belum matang.

Jadi proses memasak lamang memerlukan kesabaran dalam menjaga suhu pembakaran dan memelihara agar bambu tidak terbakar.

Setelah ketan matang, angkat bambu dari api dan dinginkan sejenak, Lamang siap dibuka dengan cara memecah bambu dengan parang dan disajikan diatas daun pisang.

Lamang cocok dimakan dengan “Tapai Ketan Hitam”, Goreng Pisang, dan Durian.

Malamang hingga kini masih menjadi tradisi di Solok Selatan. Anda penasaran bagaimana kelezatannya? Silahkan berkunjung ke Solok Selatan.(*/viz) 

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Makan Gadang, Salah Satu Tradisi Unik yang Terdapat di Solok Selatan

    9 tahun lalu

    Makan Gadang merupakan tradisi Masyarakat Solok Selatan yang sudah berlangsung secara turun temurun. Makan Gadang atau Makan Besar adalah makan bersama dengan beralaskan daun pisang.

  • Bangun Wisata Hebat, 20 Pokdarwis Diberikan Bimtek Pengembangan SDM

    9 tahun lalu

    Untuk membangun pariwisata yang hebat di kabupaten Solok Selatan (Solsel), Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisaat dan Kebudayaan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengembangan sumber daya manusia dan professional kepada kelompok sadar wisata (pokdar

  • Dari Seni Tari Hingga Video Dokumenter Bakal Ditampilkan Pada Launching KSSL Dan Peringatan Hari Sumpah Pemuda

    9 tahun lalu

    Bertempat di Gedung Serba Guna Jorong Lundang, Nagari Pasir Talang Barat, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut sekaligus acara Launching KSSL.

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    9 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.