Jumat, 02 Juni 2017 06:02:00
Warga Tandai Simpang Tigo "Dilarang Sakit"
Oleh: HV
Jumat, 02 Juni 2017 06:02:00
SOLSEL(POROSRIAU.COM)– Sudah tiga tahun belakangan ini warga jorong Tandai Simpang Tigo, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. Pasalnya, Puskesmas Pembantu (Pustu) di Jorong Tandai Simpang Tigo ini tidak beroperasi, lantaran tenaga medisnya tidak berada di tempat.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, pustu di Jorong Tandai Simpang Tigo ini sudah ditumbuhi ilalang, bahkan papan nama bidan pun sudah tergeletak di antara semak-semak ilalang yang mengelilingi bangunan Pustu tersebut. Bagaimana tidak, sudah satu tahun belakangan ini, pustu tersebut tidak terjamah sama sekali oleh manusia.
Kepala Jorong Tandai Simpang Tigo, Ali Akbar saat dikonfirmasi mengatakan, Ia juga heran dengan kondisi pustu saat ini, seolah -olah pemerintah daerah (Pemda) membiarkan warga kami sakit dan sakit. Kemana ribuan warga akan berobat, mau dibawa keluar, kondisi jalan sangat parah, roda dua saja susah apalagi roda empat.
“ Percuma di sini ada Pustu tapi tak ada tenaga medisnya, sudah sekitar tiga tahun. Sebelumnya ada, tapi sudah lama tak tinggal di sini lagi. Satu tahun kebelakang ini benar-benar kosong dan dua tahun sebelumnya hanya sesekali datang,” Ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Akibatnya, masyarakat yang butuh pelayanan kesehatan jadi kesulitan. “Sejauh ini Pustu diperbantukan dari dua bidan di Jorong Tandai Atas dan Tandai Bukik Bulek, dan itu berjarak 3 kilometer dari Jorong Simpang Tiga,” jelasnya.
Menurut Ali Akbar, Jorong Tandai dan Tandai Simpang Tigo tidak memiliki tenaga medis samasekali. Selain itu, infrastruktur di daerah tersebut masih jalan tanah dan licin serta membahayakan bagi pengendara.
“Kalau di empat jorong ini hanya ada dua bidan, itu sangat tidak memungkinkan. Di sini kondisi jalan sangat parah apalagi saat musim hujan, jarak antar rumah ke rumah juga berjauhan,”Katanya lagi.
Dikatakanya, warga di sana sangat kesulitan apabila ada salah seorang warganya yang sedang sakit parah dan butuh penanganan yang cepat dan ekstra. Hal itu dirasakan lantaran tidak adanya tenaga medis di daerah itu, akses jalan yang rusak, dan jarak puskesmas yang jauh. “Apabila kondisi warga sangat memprihatinkan, kami harus membawanya ke puskesmas yang berjarak 20 kilometer dari sini dengan harus melewati kondisi jalan yang rusak parah,” jelasanya.
Kepala Dinas Kesehatan Solsel, Novirman kepada sejumlah media menjelaskan, jumlah tenaga medis di Solsel jauh dari ideal. Hal itu disebabkan karena distribusi tenaga kesehatan belum merata. Idealnya, satu tenaga kesehatan melayani 2.500 penduduk. Sementara di empat jorong Tandai tersebut jumlah penduduknya tidak sampai 2.500 jiwa. Dengan sudah ditempatkannya tiga bidan desa di sana, artinya rasio kebutuhan telah terpenuhi.
“Untuk pustu yang ada di Jorong Tandai Simpang Tigo memang satu bulan belakangan ini kosong. Bidan yang bertugas disana, sekarang sedang menjalani proses skorsing indisipliner,” jelasnya.
Solusi sementara sebutnya, tanggung jawab melayani penduduk setempat telah dilimpahkan ke bidan desa jorong tetangga," kedepannya, pustu tersebut akan diinstruksikan pemanfaatan dan penjagaannya ke bidan lain,"Kata Kadis.(hv/red)
Editor: Chaviz
Polemik Sebuah Daerah Terisolir di Solok Selatan
9 tahun laluAda sejumlah Jorong di Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, tepatnya di Jorong Tandai Simpang Tigo,Tandai ,Tandai Ateh dan Tandai Bukik Bulek disana lebih dari 1000 KK dan 3000 jiwa yang berdomisili.
Jembatan Rusak Parah, Ali: Kapan Warga Kami Terlepas dari Keterisoliran dan Kemiskinan
9 tahun laluWarga Jorong Tandai, Nagari Lubuk Gadang Timur, kecamatan Sangir, kabupaten Solok Selatan (Solsel) kembali merana. Pasalnya, jembatan satu-satunya menuju wilayah tersebut dalam keadan rusak parah.
Thailand Akan Jadi Negara Asia Pertama yang Legalkan Ganja, Indonesia?
8 tahun laluNamun, perdebatan memanas antara pihak lokal dan asing, terkait siapa yang akan mengontrol pasar tanaman dan olahannya yang diklaim besar itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters.
Sebut Koran-Koran Lampung Cacingan, Kapolres Way Kanan Akhirnya Minta Maaf
9 tahun laluDia berharap permintaan maafnya itu dapat diterima oleh para wartawan. "Tuhan itu tidak menciptakan segala peristiwa itu secara kebetulan, semua itu sudah melalui rahmatnya namun tidak berarti tiada salah yang tidak dimaafkan," pungkasnya.
Akui Lihat Suami Cabuli Remaja, Pasutri Di Kampar Diciduk Polisi
9 tahun laluSaat diambil keterangan oleh penyidik Polsek Tambang, didapat keterangan bahwa selama peristiwa ini terjadi istri pelaku mengetahui semua perbuatan ini dan juga melihatnya.









