Kamis, 17 Mei 2018 21:58:00
Ali Fauzi, Mantan Teroris yang Dikenal Lihai dalam Meracik Bahan Peledak
Oleh: Redaksi
Kamis, 17 Mei 2018 21:58:00
POROSRIAU.COM--Teror bom yang mengguncang Surabaya beberapa waktu lalu, meninggalkan luka yang begitu mendalam. Terutama bagi mereka yang menjadi korban dari kejadian itu. Selain melibatkan sebuah keluarga yang terkait dengan jaringan teroris luar negeri, pelaku peledakan tersebut juga menggunakan bom yang mempunyai daya hancur yang mematikan.
Tak hanya ledakan bom di Surabaya, salah mantan teroris bernama Ali Fauzi ini juga dikenal sangat lihai dalam meracik bahan peledak. Namanya pun sempat terseret dalam kasus bom Bali yang menggegerkan dunia internasional. Ratusan korban yang tergeletak tak bernyawa, menjadi bukti bahwa ramuan bomnya sangatlah menakutkan. Seperti apa sosok pria yang kini telah insyaf tersebut? Simak ulasan berikut.
Tak salah bila pepatah mengatakan, pengalaman adalah guru yang paling penting. Sama seperti Ali Fauzi yang kenyang asam garam dalam urusan bom, ia juga sanggup membuat peledak hanya bermodal uang Rp 100 ribu. Tak disangka, bahan-bahannya pun bisa dibeli secara bebas di minimarket. Mungkin, hal tersebut sangat tidak masuk akal bagi orang awam. Namun tidak dengan Ali Fauzi. Ia bahkan bisa membuat bom berdaya ledak luar biasa dengan bahan gula pasir dan campuran lainnya. Bahkan dengan pupuk urea dan lotion pun bisa menjadi alat untuk membuat bom seperti yang dilansir dari makkasar.tribunews.com
Darah militan rupanya telah mengalir pada sosok Ali Fauzi. Hal ini dibuktikannya saat memutuskan untuk bergabung dengan Negara Islam Malaysia pada 1991. Ia juga tunduk dan berbaiat pada Abu Bakar Ba’asyir sebanyak dua kali. Yaitu Negara Islam Indonesia (NII) dan Jamaah Islamiyah pada tahun 1994. Tak cukup disitu, Ali Fauzi juga masuk menjadi anggota Specialist Elite Force for Demolition and Land Mines dari kelompok Abu Sayyaf, Filipina pada 1997. Ia juga terlibat dengan beberapa konflik seperti Ambon dan Poso.
Pengalamanya menjadi anggota organisasi radikal, membuat Ali Fauzi sangat paham dengan dunia militer. Ia pun sempat didapuk menjadi istruktur untuk memberikan pelatihan kombatan pada anggota baru. Salah satunya adaah merakit bom yang memang menjadi spesialisasinya. Terbukti, peristiwa bom bali yang begitu dahsyat dan memakan banyak korban jiwa, menjadi saksi atas tangan dinginnya dalam urusan racik meracik peledak.
Dirikan yayasan untuk menyadarkan mereka yang terlibat kasus terorisme
Setelah insyaf dan memutuskan berhenti dari kegiatannya sebagai anggota radikal, Ali Fauzi kini membuka sebuah lembaga khusus yang menangani mantan napi terorisme. Organisasi yang bernama Yayasan Lingkar Perdamaian itu, memusatkan kegiatannya secara murni untuk perdamaian. “Dulu memang kami berlawanan dengan polisi. Sekarang kami berkawan, bersinergi dalam memberantas dinamika dan fenomena terorisme di Indonesia serta mereduksi paham-paham radikal,” ujar Ali seperti yang dilansir dari sindonews.com.
Bekerjasama dengan Polri dan mendapatkan penghargaan
Atas jasa-jasanya menangani segala bentuk radikalisme yang berkembang di Indonesia, Ali Fauzi pun mendapatkan penghargaan dari Kapolda Jabar, Anton Charilyan pada 2017 silam. Ia dinilai telah berjasa dalam menangkal arus dan paham ekstrim serta menyadarkan kembali, bagi mereka yang sempat tersangkut kasus terorisme. Ali Fauzan yang mendapatkan penghargaan Honorary Police tersebut, kini menjadi staff ahli untuk Polri. Khususnya dalam menangani masalah terorisme di Indonesia.
Meski sempat terjerumus ke dalam jalan yang salah, Ali Fauzan akhirnya berubah haluan menjadi sosok yang lebih baik. Bahkan, ilmunya tentang pembuatan bom pun ia paparkan agar menjadi pelajaran bagi pihak kepolisian. Tapi awas ya Saboom. Jangan ditiru untuk buat bom lagi.***
Editor: Chaviz
Sumber: Boombastis.com
Paparkan Keberhasilan di Paripurna DPRD Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X, Bupati Mendapat Apresiasi Sejumlah Tokoh.
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si didampingi Wakil Bupati H. Said Hasyim, mengikuti Rapat Paripurna DPRD, Sempena Hari Jadi Meranti Ke-X yang jatuh pada Tan
Penyerangan di Polda Riau: 4 Teroris Ditembak Mati dan 1 Polisi Meninggal Dunia
8 tahun laluSebanyak empat teroris ditembak mati dalam penyerangan markas Kepolisian Daerah Riau, Rabu pagi, 16 Mei 2018. Satu polisi Ipda Auzar dilaporkan turut meninggal seusai ditabrak mobil yang dikendarai teroris.
Densus 88 Antiteror Tangkap Bendahara JAD Terkait Aliran Dana dari Afghanistan
7 tahun laluJakarta, POROSRIAU.COM Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap tersangka perkara tindak pidana terorisme atas nama Novendri alias Abu Zahran alias Abu Jundi. Novendri ditangkap di Jl. Perintis Keme
Minim Anggaran, Meranti Tetap Gelar Pemilihan Bujang Dara
10 tahun laluPerekonomian Kabupaten Kepulauan Meranti memang menjadi perhatian bersama, Hampir semua pembangunan menjadi terkendala tidak menutup kemungkinan program dari Disparpora Kabupaten Meskipun terkendala dan nyaris tidak ada anggaran.
Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan
10 tahun laluPada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik









