Jumat, 23 Agustus 2019
  • Home
  • DUMAI
  • DLH : Pertamina Nunjukin Yang Kecil Saja
Jumat, 09 Agustus 2019 15:08:00

* Soal 'Pembantaian' Mangrove

DLH : Pertamina Nunjukin Yang Kecil Saja

Jumat, 09 Agustus 2019 15:08:00
BAGIKAN:
Tampak mangrove yang sudah ditebang, diprediksi umurnya sudah puluhan tahun dan ini termasuk jenis mangrove yang langka.

DUMAI (POROSRIAU.COM)-Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai, Satrio Wibowo, AP, M.Si, kaget saat disampaikan informasi bahwa mangrove yang diduga dibabat PT. Pertamina RU II Dumai adalah berukuran besar. Sebab, pihaknya hanya diperlihatkan yang berukuran kecil saja.Kekagetan Satrio berlanjut, saat disampaikan bahwa mangrove itu adalah jenis langka dan sudah berusia puluhan tahun

"Masa iya...! Kami ditunjukkin yang berukuran kecil saja oleh pihak Pertamina. Apa betul usianya puluhan tahun dan jenis langka," ungkap Bowo (panggilan akrabnya) terkaget-kaget mendengar informasi bahwa mangrove yang diduga 'dibantai' pihak PT. Pertamina adalah berjenis langka dan berusia puluhan tahun serta berukuran besar, saat dihubungi melalui telpon sellulernya.

Disoal langkah yang diambil DLH, Bowo menjelaskan, pihaknya sudah turun ke lapangan dalam rangka mengumpulkan keterangan serta fakta dilapangan. "Kita turun dan melihat fakta dilapangan. Faktanya, memang ada penebangan mangrove yang telah dilakukan Pertamina. namun jumlahnya tidak banyak, Menurut keterangan Pertamina, mereka akan memperbaiki situasi tersebut," jelas Bowo

Ditanya lebih lanjut, bahwa persoalan utama bukanlah berapa banyak yang telah 'dibabat' oleh Pertamina namun itikad perusahaan untuk berkewajiban menjaga kelestarian alam, apatah lagi itu merupakan tanaman mangrove jenis langka, Bowo mengatakan, pihak Pertamina berjanji akan menanam kembali.

"Mereka akan menanam mangrove kembali. Pihak Pertamina berjanji akan membuat konservasi mangrove di kawasan pesisir pantai Kilang Pertamina. Kira-kira seperti Bandar Bakau lah,"kata Bowo

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, 'pembantaian' mangrove di kawasan pesisir pantai Pelsus Pertamina RU II Dumai yang disebut sebagai mangrove generasi terakhir dan masuk dalam 20 persen areal hijau lingkungan hidup ini diungkap oleh media online www.lepunews.com tertanggal, 24 Juli 2019 lalu. Bahkan, 'pembantaian' mangrove disebut terindikasi dilakukan tersistem. Bahkan, salah seorang penggiat lingkungan dengan spesifikasi mangrove,Darwis Mohd Saleh, ikut menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh pihak PT Pertamina RU II Dumai. Dikatakannya, persoalan 'pembantaian' mangrove yang dilakukan oleh pihak Pertamina merupakan wujud ketidakpedulian atau kesemenaan terhadap pengelolaan kawasan pesisir, notabene yang seharusnya memberi contoh serius penyelamatan mangrove di kawasan Kota Dumai. (r****)

 

  Berita Terkait
  • Sidak, Disperindag Dan Pertamina Temukan Pelaku Usaha Gunakan Gas Bersubsidi

    2 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Banyaknya keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas 3 kilogram, serta mengantisipasi terjadinya penyelewengan gas 3 kilogram, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru bersama Pertamina, Senin (

  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    3 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Terkait Pemotongan Gaji Guru Hingga Rp700 ribu, DPRD Tagih Solusi Kepada Pemko

    3 tahun lalu

    PEKANBARU(POROSRIAU.COM) -- Tak sudi gajinya di potong hingga Rp700 ribu perbulan, guru tidak tetap (GTT) Pemko Pekanbaru serbu kantor Walikota Pekanbaru, Selasa (27/12) guna mencari tahu alasan pemotongan gaji yang dilakukan Pemko kepada guru.

  • Berhasil Tekan Angka Karlahut, BPBD Meranti Raih Penghargaan dari Gubri

    3 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Berkat kerja keras Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti, dibantu dengan Stakeholders terkait mulai dari TNI, Polri, Pihak Swasta serta masyarakat. BPBD Meranti berhasil menekan angka kebakara

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    3 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.