Minggu, 24 Mei 2026
  • Home
  • DUMAI
  • KSOP Diduga Kuat Terlibat Pencemaran, Mengabaikan Standar Lingkungan di Pelabuhan Pelindo
Jumat, 24 Oktober 2025 10:08:00

KSOP Diduga Kuat Terlibat Pencemaran, Mengabaikan Standar Lingkungan di Pelabuhan Pelindo

Jumat, 24 Oktober 2025 10:08:00
BAGIKAN:
foto TRC
Kepala KSOP Capt. Diaz Syahputra

DUMAI, POROSRIAU.COM - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Dumai, Capt. Diaz Syahputra diduga kuat  ikut terlibat dalam dugaan  pencemaran lingkungan di pelabuhan Pelindo Dumai.

Karena Capt Diaz Syahputra diduga  kuat membiarkan terjadinya pencemaran lingkungan hidup selama ini di kawasan pelabuhan Pelindo. 

Sebagai regulator kepelabuhanan, KSOP memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ketertiban, keamanan dan kesehatan lingkungan di area pelabuhan.

Namun sepertinya, ada unsur kesengajaan membiarkan dugaan pencemaran terjadi di area pelabuhan Pelindo sejak dari awal. 

Akibatnya dugaan pencemaran lingkungan hidup tidak dapat di hindari. Dan menyebabkan kondisi lingkungan maupun udara di sekitar pemukiman masyarakat tercemar dengan partikel lain. 

"Pembiaran atas standar operasional  kepelabuhanan menimbulkan dampak sosial bagi lingkungan dan masyarakat," ungkap Rizki Kurniawan ST kepada media.

Menurut mantan ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia ini, Kepala KSOP Capt. Diaz Syahputra merupakan salah satu orang yang harus bertanggungjawab terjadinya dugaan pencemaran lingkungan di area pelabuhan Pelindo.

"Sebagai regulator kepelabuhanan, Capt. Diaz Syahputra kepala KSOP merupakan salah seorang yang paling bertanggungjawab atas dugaan terjadinya pencemaran di pelabuhan Pelindo," ungkap Rizki Kurniawan.

Salah satu kelalaian Capt, Diaz Syahputra selaku orang yang bertanggungjawab di KSOP Dumai tambah Rizki lagi, membiarkan sejumlah peralatan alat berat seperti conveyor tidak lagi standar tetap digunakan oleh Pelindo. 

"Masih banyak lagi pembiaran atas ketidak layak kan standar operasional di pelabuhan Pelindo di biarkan oleh Capt Diaz. terkesan baik KSOP maupun Pelindo ada main mata alias kongkalikong," terang Rizki .

PT Pelindo Dumai tambah Rizki Kurniawan, sudah sering melakukan bongkar muat ampas bungkil CPO maupun pupuk dengan melanggar standar kepelabuhanan tanpa menghiraukan dampak  lingkungan 

“Padahal mereka sudah mendapatkan penilaian merah dan hitam dari Kementerian Lingkungan Hidup. Proper ditangguhkan,” ujarnya. (saf)

  Berita Terkait
  • ARUK Surati KSOP Dumai, Stop Pencemaran Pelabuhan Pelindo! Riki: Capt Diaz Jangan Jangan Tutup Mata

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aliansi Masyarakat Untuk Keadilan (ARUK) kota Dumai, merupakan gabungan dari beberapa organisasi masyarakat baik pemuda, LSM maupun organisasi pecinta  lingkungan hidup

  • ARUK Surati Dirjen Hubla, Minta Capt Diaz Syahputra di Copot dari KSOP Dumai.

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aliansi Rakyat Untuk Keadialn Kota Dumai (ARUK), sepakat untuk melayangkan surat ke Dirjen Hubungan Laut Kementrian Perhubungan Republik Indonesia, meminta agar  mencopo

  • PT Pelindo Multi Terminal Disinyalir Penyumbang Terbesar Polusi Udara di Pelabuhan Dumai

    5 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Kegiatan bongkar muat bungkil sawit, pupuk curah dan sejenisnya di pelabuhan Dumai, disinyalir menimbulkan polusi udara dan lingkungan. Sejak tahun 2022, PT Pelindo Mult

  • Intimidasi Hingga Ancaman, Warnai Rencana ARUK Ancam Demo PT Pelindo

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Upaya sejumlah aktivis yang pro terhadap lingkungan hidup dengan menyampaikan pendapat di depan di muka umum, sepertinya mendapat tantangan dari beberapa pihak. Padahal,

  • Apical Dumai Turut Rayakan Hari Perhubungan Nasional dengan Melakukan Aksi Bersih Pantai

    2 tahun lalu

    Dalam kegiatan yang bertema “Transportasi Maju, Nusantara Maju" tersebut, Apical Dumai ikut terlibat dalam upacara di kantor KSOP Kelas I Dumai, yang kemudian diikuti dengan aksi bersih pantai.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.