Kamis, 15 Januari 2026
  • Home
  • DUMAI
  • PT Pelindo Multi Terminal Disinyalir Penyumbang Terbesar Polusi Udara di Pelabuhan Dumai
Kamis, 11 Desember 2025 09:36:00

PT Pelindo Multi Terminal Disinyalir Penyumbang Terbesar Polusi Udara di Pelabuhan Dumai

Kamis, 11 Desember 2025 09:36:00
BAGIKAN:
Teddy Fadial (Kiri) Ahmad Maritulius SE (tengah), Fatahhuddin (Kanan)

DUMAI, POROSRIAU.COM - Kegiatan bongkar muat bungkil sawit, pupuk curah dan sejenisnya di pelabuhan Dumai, disinyalir menimbulkan polusi udara dan lingkungan.

Sejak tahun 2022, PT Pelindo Multi Terminal anak perusahaan PT Pelindo Regional I Cabang Dumai mulai beroperasi, tingkat polusi udara di area pelabuhan Dumai semakin tinggi. 

Hal ini, diduga kuat karena meningkatnya  kegiatan bongkar muat curah secara "barbar' oleh PT Pelindo Multi Terminal di pelabuhan Dumai, tanpa menghiraukan dampak polusi yang timbul. 

Selain itu, diperparah dengan kondisi peralatan tidak standar international. Sehinga menimbulkan dampak lingkungan dan polusi udara yang mengkhwatirkan.

"Peralatan yang digunakan untuk bongkar muat curah tidak layak dan jauh dari standar International. Conveyor yang digunakan sudah usang dan minim keselamatan," ungkap Kordinator Aliansi Rakyat Untuk Keadilan, Ahmad Maritulius SE.

Direktur Lembaga Penggiat Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LP2HP), Fatahudin SH tak mampu menyembunyikan amarahnya.

"Dari data yang ada, pembuktian apalagi yang diminta Pelindo terkait dugaan pencemaran lingkungan yang mereka lakukan. Ribuan warga terpapar ISPA maupun TBC dan penyakit Pneumonia yang menyerang paru-paru, ini sangat luar biasa," tegas Fatahudin, SH, Rabu (10/12/25).

Fatahudin mendesak pemerintah daerah agar memfasilitasi uji labor terkait pencemaran lingkungan yang terjadi dan mengancam kesehatan maupun keselamatan warga.

"Kita sudah suarakan hal ini sejak awal. Ada peningkatan penyakit ISPA, TBC dan lainnya yang dialami warga di Ring 1 Pelindo Dumai. Dampak pencemaran lingkungan sangat bahaya, tapi kita tidak sadar. Kami minta Pemko lakukan uji labor untuk tanah, air dan udara di Kota Dumai," tegas Fatahudin.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Dumai menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) dalam menyikapi isu-isu lingkungan, terutama terkait dugaan pencemaran dan kerusakan ekologi di Kawasan Pelindo Dumai.(54f)

  Berita Terkait
  • LP2LH Surati Komisi IV DPRD Riau, Minta Inspeksi PT Pelindo Dumai

    3 bulan lalu

    PT Pelindo I Cabang Dumai merupakan Perusahaan yang paling bertanggungjawab terhadap terhadap polusi udara yang mencemarkan lingkungan sekitarnya. Selaku pemilik kawasan, perusahaan semi plat merah ini dipandang hanya berorientasi mengejar keuntungan sem

  • PT Pelindo Multi Terminal Berpotensi 'Produksi' Limbah, Teddy Fadilah Ikut Bertanggung Jawab

    satu bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Sejak berdiri 2 tahun lalu, Operasional pelabuhan Dumai menjadi tanggung jawab PT Subholding Pelindo Multi Terminal, perusahaan yang bergerak di bidang bongkar muat curah. Pe

  • PT Pelindo Terkesan Buang Badan, Derita Warga kian Panjang, Aktivis Minta Jonatan Hengkang

    4 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Debu sawit, yang dihasilkan dari proses pengolahan di pabrik kelapa sawit, dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan sosial ekonomi di sekita

  • Ketua DPRD Dumai Janji Bahas di Tingkat Komisi Kualitas Udara Area Pelindo Zona Merah

    4 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai berjanji akan membahas persoalan tingginya  index udara atau pencemaran udara  di area PT Pelindo Regional Cabang Dumai hi

  • Bandar Bakau dan Global Warming, Kepedulian Pelindo Dumai Dipertanyakan

    3 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Bandar bakau merupakan satu satunya hutan produksi terbatas di seluruh Indonesia. Berada di kawasan kerja PT Pelindo Regional I  Cabang Dumai. Keberadaan bandar bak

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.