Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • DUMAI
  • PT Pelindo Terkesan Buang Badan, Derita Warga kian Panjang, Aktivis Minta Jonatan Hengkang
Rabu, 24 September 2025 10:43:00

PT Pelindo Terkesan Buang Badan, Derita Warga kian Panjang, Aktivis Minta Jonatan Hengkang

Rabu, 24 September 2025 10:43:00
BAGIKAN:
(kiri) Wakil Ketua Forum RT sekota Dumai, Denew Indra SE

DUMAI, POROSRIAU.COM - Debu sawit, yang dihasilkan dari proses pengolahan di pabrik kelapa sawit, dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan sosial ekonomi di sekitarnya. 

Partikel debu yang sangat halus dapat mudah terhirup dan mencemari udara, air, dan tanah.  Partikel debu yang terhirup bisa mengganggu fungsi paru-paru dan memicu berbagai masalah pernapasan, seperti sesak napas.

Selain pernapasan, debu juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata bagi masyarakat yang terpapar secara langsung.

"Penderitaan ini akan semakin panjang jika semua stake holder buang badan, Apalagi yang bisa warga harapkan. Ya menunggu mati pelan pelan," ujar Wakil Ketua Forum RT sekota Dumai, Denew Indra SE.

Sebagai warga yang penerima dampak langsung atas aktifitas pelabuhan Pelindo, dirinya berharap pihak perusahaan maupun pemerintah mencarikan solusi alternatif bagi masyarakat.

"Jangan biarkan derita warga semakin panjang. Karena stake holder tak peduli " ujarnya.

Di tempat terpisah, Manager Umum Regional cabang Dumai, Nirwan mengaku jika keluhan warga terkait aktifitas ampas sawit dan bungkil di sepanjang   pelabuhan, merupakan tanggung jawab pihak perusahaan .
"Karena GM Jonathan Ginting minta saya selesaikan makanya saya turun, dan itu bukan tanggung jawab Pelindo," ujarnya.

Kendati demikian, dirinya mengakui jika perusahaan bongkar muat ampas sawit dan bungkil tersebut merupakan salah satu bagian dari PT Pelindo namun secara struktur dan kinerja berbeda.

 "Meski sama secara kelembagaan namun tanggungjawab berbeda, masing masing memiili direksi sendiri. PT Pelindo tidak berhak untuk mengintervensi perusahaan. Masyarakat menilai itu adalah PT Pelindo padahal bed," jelasnya.

Diceritakan Nirwan, PT Pelindo sudah melakukan transformasi dengan membuat holding sendiri, saat ini, PT Pelindo terbagi menjadi beberapa divisi diantaranya, subholding Pelindi Peti Kemas, subholding Marine, subholding Multi Terminal, subholding Solusi Logistik, semua merupakan bagian dari PT Pelindo.

"PT Pelindo Regional Cabang Dumai hanya sebagai kordinator, masing masing punya kewenangan sendiri," jelas Nirwan.

Pandangan berbeda diutarakan sejumlah aktifis baik Pemerhati Kota maupun lingkungan kota Dumai.

Zainal Arif SE , menyebut jika PT Pelindo Rwgional Cabang Dumai tidak bisa memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak debu ampas dan bungkil sawit, PT Pelindo wajib memberikan kompensasi dalam bentuk penyelengaraan kesehatan rutin bagi masyarakat atau kompensasi dalam bentuk lain 

"Jika PT Pelindo tidak bersedia , maka masyarakat berhak mengambil langkah hukum," terang Zainal.

Fatahudin SH Aktivis Lingkungan Hidup Kota Dumai, menilai sikap melempar tanggungjawab PT Pelindo Dumai merupakan strategi buang badan untuk lari dari bertanggungjawab.

Karena menurut Fatahudin, meskipun berbeda dalam kinerja namun penanggungjawab secara keseluruhan masih dibawah kendali PT Pelindo regional cabang Dumai.

"Semua aktifitas di dalam holding  merupakan tanggung jawab GM Pelindo, Jonatan Ginting jangan buang badan dan lari dari tangungjawab," ungkap Fatahudin.

Menurut aktifis 98 ini, aksi buang badan atas tanggungjawab merupakan sikap keji tanpa menghiraukan masyarakat.

 "Jangan masyarakat jadi korban untuk bisnis Pelindo. Lebih baik Jonatan Ginting Hengkang. Karena lari dari tanggungjawab" ketus Fatahudin. (saf)



 

  Berita Terkait
  • Ginting Kesal Disebut Buang Badan, Pelindo Siap Tampung Keluhan Warga

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - General Manager PT Pelindo Regional Cabang Dumai, Jonatan Ginting merasa sedikit kesal disebut buang badan terkait pemberitaan media beberapa hari ini. Kekesalan tersebut diu

  • LP2LH Surati Komisi IV DPRD Riau, Minta Inspeksi PT Pelindo Dumai

    7 bulan lalu

    PT Pelindo I Cabang Dumai merupakan Perusahaan yang paling bertanggungjawab terhadap terhadap polusi udara yang mencemarkan lingkungan sekitarnya. Selaku pemilik kawasan, perusahaan semi plat merah ini dipandang hanya berorientasi mengejar keuntungan sem

  • PKS PT MAI Diduga Buang Limbah Kesungai Batang Kumu

    10 tahun lalu

    Pabrik Kelapa Sawit milik PT Mazuma Agro Indonesia di Padang Lawas (Palas) Sumatera Utara, Diduga kuat buang limbah berbahayanya ke aliran sungai Batang Kumu, yang berada di Desa Sei Madang Komango, Kecamatan Tambusai.

  • Bupati Bengkalis Ikuti Rakornas Karhutla di Istana Presiden Jakarta

    9 tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.COM) - Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama kepala daerah yang selama ini rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (23/1/2017) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Karhutla di Istana Presiden, Jakarta.

  • Warga Bengkalis Keluhkan Pelayanan BPJS

    9 tahun lalu

    BENGKALIS(POROSRIAU.COM) -Keluhan terhadap pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dikeluhkan warga Bengkalis. Pasalnya, ada ibu hamil yang calon bayinya tak terdaftar di BPJS berbuntut pada tidak berlakunya BPJS sang ibu.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.