Minggu, 03 Mei 2026 18:01:00
Laut Dumai dan Bengkalis Rawan Pencurian CPO, Bakamla Diminta ‘Turun Tangan’
Oleh: Syahrul
Minggu, 03 Mei 2026 18:01:00
Pencurian CPO dan FAME yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah di perairan Selat Rupat (Bengkalis), Provinsi Riau, Jumat (3/4) yang tertangkap oleh KRI Beladau-643 AL merupakan satu dari contoh deretan kasus pencurian yang terungkap ke permukaan. Perairan Dumai-Bengkalis bagaikan menjadi ‘surga’ bagi mafia menjalankan aksinya. Anehnya, aktivitas haram ini berjalan terus, seolah ada backingan dari pemangku jabatan yang memperoleh setoran. Ketidakmampuan aparat yang memiliki kewenangan di daerah menjadi sebuah penilaian. Dan, saatnya Bakamla untuk ‘turun tangan’ mengatasi persoalan.
DUMAI,POROSRIAU.COM- Direktur Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Masako), Edo Yulihendri menilai praktik mafia pencurian Crude Palm Oil (CPO) dan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) di laut Dumai dan Bengkalis, merupakan kejadian yang terus berulang tanpa terlihat keseriusan aparat untuk menuntaskan. Persoalan ini cukup serius terhadap keamanan dan kenyamanan pelaku usaha serta berdampak ganda telah merugikan Indonesia. Pihaknya menduga, ada Aparat Penegak Hukum (APH) yang ‘main mata’ dengan ‘mafia’ dengan dorongan simbiosis mutualisme. Tindakan kolusi ini mesti diputus mata rantainya dengan keterlibatan Bakamla (Badan Keamanan Laut) Republik Indonesia untuk menuntaskan hingga ke akarnya.
Edo Yulihendri mencatat dari berbagai sumber, ada beberapa kasus yang mencuat ke permukaan. Diantaranya pencurian CPO yang dialami dua kali oleh PT Wilmar Grup Dumai dalam kurun waktu sepekan pada tahun 2017. Selanjutnya, kawasan pelabuhan yang dinilai aman tak luput dari pencurian. Pada tahun 2022, pencurian CPO terjadi di kawasan Pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo) Dumai Provinsi Riau. Pencuri beraksi di Dermaga B dan berhasil membawa 170 ton CPO dalam semalam.
Baru-baru ini,imbuh Edo, Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Beladau-643 berhasil mengamankan sebuah kapal kargo kayu tanpa dokumen resmi yang membawa CPO dan FAME hasil dugaan pencurian, Jumat (03-4-2026), dengan nilai diperkirakan miliaran rupiah.
“Itu ada salah tiga dari deretan kasus pencurian yang muncul ke permukaan. Kasus ini seperti penyakit yang sudah kronis. Diduga ada keterlibatan dari APH di daerah yang menjadi backingan. Prilaku koruptif ini merupakan benih atau akar korupsi yang mesti diberantas hingga tuntas. Tindakan kolusi dengan para pelaku kejahatan ini mesti segera dihentikan. Oleh karenanya, dibutuhkan obat ‘paten’ untuk mengobati penyakit kronis ini. Satu cara, Bakamla harus turun tangan untuk menuntaskan. Dan, sekalian menyikat oknum aparat yang terlibat,” tegas Edo Yulihendri, Minggu (03-04-2026).
Menurut informasi yang diperolehnya di lapangan, Edo Yulihendri mengungkapkan, aktivitas illegal berupa penampungan CPO yang dilakukan dari kapal di tengah laut dan dibawa ke darat menggunakan beberapa unit pompong diperkirakan kuantitasnya mencapai ratusan ton per hari. , Biasanya kalau CPO yang didapat dalam jumlah kecil itu berasal dari sisa-sisa setelah bongkar yang telah beku di dalam palka kapal tongkang yang tidak memiliki alat pemanas. Sedangkan CPO curian dalam jumlah besar, biasanya didapat dari kapal tanker yang masih dalam posisi labuh di perairan dan belum bongkar muatan di pelabuhan. Selanjutnya CPO itu dimuat kembali ke mobil tanki yang sudah menunggu di dua lokasi penampungannya masing-masing berada di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Sungai Masjid dan di Jalan Datuk Laksamana Kota Dumai.
Berdasarkan investigasi pihaknya dilapangan, Edo Yulihendri mengungkap beberapa nama dengan inisial Sdw, Ans dan Ah sebagai pemain kelas kakap yang sudah lama melakukan bisnis haram tersebut. (rul)
Editor: Syahrul
Lanal dan Polres Dumai Bungkam Disoal Proses Lanjutan Pencurian CPO Bernilai Miliaran
4 hari laluInformasi mengenai proses hukum terkait dugaan pencurian CPO dan FAME yang diperkirakan bernilai miliaran rupiah di perairan Selat Rupat, Provinsi Riau, Jumat (3/4) menemui ‘ruang gelap’. Pasalnya, baik dari pihak Lanal Dumai maupun dari Polre
Diminta Tindaklanjuti ‘Kasus’ Pertamina Dumai, DLH Dideadline Sepekan
7 tahun laluHMI Cabang Dumai memberikan tenggat waktu sepekan kepada DLH. Soalnya, tidak didengar pernyataan yang jelas dan tegas dari DLH terkait sikap apa dan tindakan apa yang akan dilakukan untuk menindaklanjuti ‘kasus’ PT. Pertamina RU II Dumai
Kompolnas Kompak Diam Sikapi Maraknya Aktivitas Perjudian di Dumai
8 bulan laluMeskipun Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo bersikap tegas memerintahkan untuk menindak tegas aktivitas perjudian,namun arahan tak sejalan dengan kondisi di lapangan. Dugaan kuat proses pembiaran oleh APH dan lembaga
"Suprise" SMPN 7 Bengkalis Dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Riau
9 tahun laluSemoga Pak Vattah dalam keadaan sehat wal'afiat sehingga bisa melanjutkan apa yang menjadi keinginan masyarakat yang sudah mewakilkan kepadanya untuk membangun negeri ini.
Judi Modus Gelper Tetap Buka, Polda Riau Diminta Tuntaskan
6 tahun laluBerdasarkan pantauan wartawan dilapangan, praktik perjudian persis sama dengan Golden Gamezone itu juga masih aman-aman saja membuka usahanya di sejumlah titik seperti di Jalan Merdeka dan jalan Sultan Diponegoro serta di Jalan Tegalega.









