Selasa, 27 Oktober 2020
  • Home
  • DUMAI
  • Judi Modus Gelper Tetap Buka, Polda Riau Diminta Tuntaskan
Kamis, 17 September 2020 18:09:00

Judi Modus Gelper Tetap Buka, Polda Riau Diminta Tuntaskan

Kamis, 17 September 2020 18:09:00
BAGIKAN:
rtc

DUMAI, POROSRIAU.COM – Praktik perjudian dengan modus gelanggang permainan (Gelper) masih tetap buka, meskipun pekan lalu tim dari jajaran Polda  Riau melakukan penggerebekan di Golden Gamezone di Jalan Hasanuddin,Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, Jum’at (11/09/2020) sore. Polda Riau diminta turun kembali untuk menuntaskan.

Berdasarkan pantauan wartawan dilapangan, praktik perjudian persis sama dengan Golden Gamezone itu juga masih aman-aman saja membuka usahanya di sejumlah titik seperti di Jalan Merdeka dan jalan Sultan Diponegoro serta di Jalan Tegalega.

Menyikapi hal ini, pengamat Hukum dan Sosial Kota Dumai, Fatahudin meminta tim Polda  Riau untuk turun kembali menuntaskan penindakkan terhadap maraknya praktik perjudian yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau.

“Kita minta Polda Riau turun kembali menuntaskan maraknya dugaan praktik perjudian. Kita harap tidak hanya di Kota Dumai. Informasinya, di Kabupaten Rohil, Bengkalis dan Kota Pekanbaru juga persoalannya sama. Tindak dan tuntaskan,”tegas Fatahudin

 Terpisah, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto SIK saat disoal masih maraknya aktivitas perjudian pasca penggerebekan oleh tim Polda Riau, seakan tanpa kejadian dan ditanya apa langkah Polda Riau selanjutnya melalui whatsApp Kamis (17/09/2020) hingga berita ini diturunkan belum juga menjawab. Saat dihubungi melalui telpon seluler, Sunarto juga tidak menjawab panggilan.

Sebelumnya,Anggota Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional), Poengky Indarti menegaskan,jika ada yang keberatan dengan Polisi, silahkan laporkan ke Propam (Profesi dan Pengamanan) selaku pengawas internal atau kepada Kompolnas selaku pengawas eksternal.

Pernyataan ini disampaikan, Poengky Indarti menanggapi dugaan tebang pilihnya pihak Kepolisian Resor (Polres) Dumai menindak perjudian yang marak di Kota Dumai dengan indikasi penyalahgunaan izin Gelper.

“Saya tidak mau spekulasi. Harus clear semuanya.Laporan harus jelas dan berimbang, Kalau ada yang keberatan dengan polisi,silahkan lapor Propam selaku pengawas internal atau Kompolnas selaku pengawas eksternal,” kata Poengky  saat dikonfirmasi via whatsApp, Rabu (09/08/2020).

Menyoal dugaan penyalahgunaan izin Gelper untuk perjudian,Poengky menegaskan, bahwa itu sudah tindakan kejahatan, “Itu namanya kejahatan dan polisi wajib  melakukan Lidik Sidik,”tegasnya.

Dugaan tebang pilihnya aparat hukum membongkar dan  menindak perjudian berkedok Gelper di Kota Dumai memancing reaksi dan tafsir beragam di tengah masyarakat. Menyikapi hal ini,Ketua DPD Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Riau, Noor Aufa, SH, CLA, menyatakan bahwa harus ada langkah tegas dari aparat hukum. Berantas atau legalkan.

 Pernyataan lugas dan tegas itu disampaikan oleh pengacara muda tersebut, menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat terhadap kontroversi perlakuan aparat hukum terhadap Gelper yang ada

“Secara substansi, ada dua otoritas kewenangan dapat menindak terhadap dugaan penyalahgunaan izin Gelper ini. Pertama, pihak pemberi izin dalam hal ini Pemko Dumai dapat menarik atau mencabut izinnya. Peranan Satpol PP sebagai penegak aturan daerah tentunya dipertanyakan. Kedua, tentunya tindakan hukum jika unsur perjudian terpenuhi dilakukan pihak kepolisian. Tidak boleh ada tebang pilih. Berantas semuanya atau legalkan saja,” tegas Noor Aufa, Rabu (19/08/2020) di Dumai.

 Tentunya, imbuh Noor Aufa, jika persepsi tebang pilihnya aparat hukum terhadap pelaku perjudian ini tidak dapat dijelaskan sejelas-jelasnya, tentu akan melahirkan reputasi yang tidak elok bagi institusi hukum itu sendiri secara kelembagaan.

Jika ada niat Pemko Dumai ini untuk melegalkan perjudian, beber Noor Aufa lebih lanjut,maka kontroversi ini akan berhenti sampai disini. Selanjutnya, tentu perlu ada kajian mendalam terkait rancangan regulasinya.

 “Jika perjudian dilegalkan, maka tidak ada lagi tindakan hukum terhadap aktivitas perjudian.Otomatis, kontroversi yang terjadi terhadap dugaan aktivitas perjudian berkedok Gelper dan tebang pilihnya tindakan aparat hukum akan berhenti. Tentunya, butuh kajian yang komperehensif,” papar Noor Aufa (rul)

  Berita Terkait
  • Perjudian Gelper Harus Dituntaskan, Yose: Jika Kapolda Tak Sanggup Pulang Kampung Saja

    3 tahun lalu

    Guna mengungkap kebenaran terkait adanya dugaan praktik perjudian pada mesin elektronik di gelanggang permainan anak, lagi-lagi anggota DPRD Kota Pekanbaru untuk kedua kalinya melakukan sidak di tempat yang berbeda.

  • Ada 12 Titik Lokasi Judi Berkedok Gelper, Yose Minta Polresta Dan Pemko Segera Menindak

    3 tahun lalu

    Dari inspeksi mendadak yang sudah di lakukan, ternyata terdapat 12 titik lokasi judi berkedok gelanggang permainan (Gelper).

  • Kompolnas: Laporkan Ke Propam Atau Kompolnas

    2 bulan lalu

    Pernyataan ini disampaikan, Poengky Indarti menanggapi dugaan tebang pilihnya pihak Kepolisian Resor (Polres) Dumai menindak perjudian yang marak di Kota Dumai dengan indikasi penyalahgunaan izin Gelper.

  • Kapolres Baru Bengkalis Akan Tuntaskan Kasus Korupsi

    4 tahun lalu

    Bengkalis(POROSRIAU.com) - Mantan Kapolres Indra Giri Hilir, AKBP Hadi Wicaksono yang saat ini menjabat sebagai Kapolres Kabupaten Bengkalis menyebutkan akan menuntaskan Kasus Tindak Pinda Korupsi yang masih menunggak di Mapolres Bengkalis.

  • Hari Ini, 370 THL Satpol PP Pekanbaru Kantongi Kartu BPJS Ketenagakerjaan

    2 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Tenaga Harian Lepas (THL) Satpol PP Kota Pekanbaru dituntut lebih maksimal dalam menjalankan tugasnya. Pasalnya, Rabu (7/11/2018) pagi, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.