Selasa, 21 April 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Karut Marut Wajah Pasar Kota di Dumai, Terbengkalai Hingga Minim Sentuhan
Minggu, 29 Juni 2025 08:59:00

Karut Marut Wajah Pasar Kota di Dumai, Terbengkalai Hingga Minim Sentuhan

Minggu, 29 Juni 2025 08:59:00
BAGIKAN:
DUMAI, POROSRIAU.COM - Sejumlah pasar yang dibangun Pemerintah Kota Dumai, dengan sumber dana dari keuangan daerah terlihat banyak terbengkalai dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan, kondisi pasar yang ada sangat memperihatinkan, terkesan tanpa pengelolaan yang baik dan tidak tersentuh oleh Pemerintah. Seperti halnya, pasar modren Lepin yang awalnya diperuntukan bagi pedagang pasar sayur dan buah modren, hingga kini tidak pernah dj fungsikan. Padahal biaya pembangunan pasar modren Lepin tersebut menelan biaya hingga RP 3 miliar lebih. "Sejak dibangun tidak satu pun pedagang yang mau berjualan dipasar tersebut. Selain tidak melibatkan pedagang, perencanaannya pun terkesan dipaksakan tanpa melihat kondisi. Sepertinya, hanya keinginan pribadi semata," ungkap Umar Tayeb pedagang keliling di beberapa pasar. Pasar Kelakap Tujuh, yang semula diperuntukan para pedagang pasar yang berjualan di sepanjang jalan Dock Dumai, hanya bertahan 2 bulan, setelah itu, kondisi pasar kembali sepi pembeli. Sehingga banyak kios yang kosong di tinggal pedagang, selain karena jarak yang jauh, pembeli juga mengeluh karena pasar kelakap tujuh kurang lengkap. Demikian pula pasar buah pulau payung, yang tadinya sebagai alternatif bagi pedagang buah yang tempatnya terbakar beberapa lalu, setelah selesai dibangun dengan biaya yang cukup besar. Hingga kini belum juga difungsikan, bahkan banyak pedagang buah yang berinisiatif mencari lapak lain. " Tempatnya terlalu kecil, cocoknya buat pedagang sayur saja," keluh Berlaku Ginting saat ditemui dipasar Pulau Payung. Lain lagi , Pasar Sengol dan Pasar Bundaran dengan dinamika problema masing masing. Pasar Bundaran, pasar yang dibangun secara mandiri oleh para pedagang, terlihat berantakan tanpa sentuhan estetika sebagai bentuk sebuah kota. Pasar Bundaran ini, menurut Sidabutar lagi, sejak berdiri hingga kini belum pernah mendapat perhatian khusus dari pemerintah, padahal pasar bundaran ini, merupakan denyut nadi ekonomi yang besar bagi masyarakat Kota Dumai. Para pedagang menjajakan dagangannya hingga kebadan jalan. Akibatnya, jalan yang tadinya lebar kini menyempit. Bahkan untuk kendaraan roda dua, penguna jalan mesti ekstra hati hati, apalagi roda empat . "Kalau pagi hingga siang hari, pengendara roda empat tidak bisa lewat, kecuali roda dua, itupun harus hati hati, kalau tidak akan menabrak dagangan pedagang," jelas Sidabutar penguna jalan. (Saf)
  Berita Terkait
  • Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan

    9 tahun lalu

    Pada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik

  • Pasar Modren Lepin Terbengkalai, Miliaran Rupiah Anggaran Daerah Amblas?

    10 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Pasar lepin di Kota Dumai yang semula direncanakan akan menjadi pusat sayuran dan buah buahan dengan konsep modren, kini kondisinya sangat memperihatinkan. Selain karena

  • Pegiat Anti Korupsi Harap APH Tidak Tutup Mata Soal Terbengkalainya Pasar Lepin

    9 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Terbengkalainya pasar Lepin hingga saat ini, menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak.  Karena sejak diresmikan pemakaiannya, hingga kini belum ada pedagang yang minat

  • Pasar Kelakap Tujuh Kian Memperihatinkan, Pedagang Harap Keseriusan Pemerintah

    9 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU COM - Kondisi pasar kelakap tujuh semakin hari kian memprihatinkan, pasalnya, masih banyak pembeli yang enggan berbelanja di pasar itu. Hingga setiap hari sepi pembeli.br /> S

  • ARUK Minta Kepala Kejaksaan Negeri Dumai Dicopot, Banyak Perkara Dugaan Korupsi "Mati Suri"

    5 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aliansi Rakyat untuk Keadilan (ARUK), gabungan dari beberapa organisasi baik pegiat lingkungan maupun hukum minta Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Pri Wijeksono SH, dicopot dar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.