Senin, 21 September 2020
  • Home
  • DUMAI
  • Marak Dengan PHK Tenaga Kerja, Ekonomi Dumai Mulai Tergerus
Sabtu, 02 Mei 2020 15:31:00

Marak Dengan PHK Tenaga Kerja, Ekonomi Dumai Mulai Tergerus

Oleh: Muhammad Adhhari
Sabtu, 02 Mei 2020 15:31:00
BAGIKAN:
Ilustrasi

DUMAI, POROSRIAU.COM- Sudah hampir dua bulan Indonesia dan khususnya Kota Dumai disibukkan dengan masalah pelik yaitu pandemi virus corona atau yang saat ini disebut dengan covid - 19. Sabtu (02/05/2020)

Virus yang bersumber dari Negara China tersebut sudah membuat panik seluruh negara termasuk indonesia saat ini, Kota Dumai yang juga bagian dari negara indonesia  juga mendapatkan dampak yang luar biasa, Dimulai dari diberlakukannya Social Distancing, meliburkan sekolah, himbauan untuk tidak berjualan bahkan sampai pada pemberlakuan jam malam.

Dan ternyata semua kebijakan itu berdampak kepada yang vital, yaitu Dampak Ekonomi. hal ini dapat dilihat secara kasat mata dari sepinya transaksi jual beli para pedagang, tentu ini ada kaitannya dengan penghasilan masyarakat kota Dumai yang notabenenya adalah pekerja buruh dan karyawan swasta.

Cinta, Nama samaran salah satu karyawan hotel yang baru - baru ini diberhentikan dari tempatnya bekerja menceritakan, tepat pada tanggal 01 Mei 2020, dirinya dan beberapa karyawan hotel lainnya diberhentikan oleh managemen. Dari 32 orang karyawan, kini hanya tinggal  7 orang saja yang masih bekerja, dan itu tanpa kejelasan apa-apa.

Dan yang anehnya mereka disuruh menandatangani surat pengunduran diri, padahal mereka tidak mengundurkan diri tapi pihak Managemen hotel lah yang memberhentikan mereka.

" Tepat tanggal 01 Mei kemaren kami para karyawan diberhentikan, dan yang anehnya kami disuruh menandatangani surat yang bunyinya pengunduran diri. Padahal pihak Managemen yang memberhentikan kami".

Ani salah satu ibu rumah tangga, juga merasakan dampak ekonomi akibat covid-19 ini, semenjak suaminya yang biasa bekerja sabagai buruh tidak bekerja lagi dirinya kewalahan mengatur keuangan keluarga, bahkan saat ini sudah mencapai masa kritis. kalau tidak ada bantuan yang datang mungkin mereka sekeluarga bisa-bisa tidak makan.

Inilah yang menjadi tanggungjawab pemerintah, jangan sampai ada rakyat Dumai khususnya, yang kelaparan akibat ekonomi yang mulai turun merosot tajam. (ari)

 

Editor: Muhammad Adhhari

  Berita Terkait
  • Wabup Said Hasyim: CPNS harus memahami Hak dan Kewajiban sebagai PNS.

    2 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati H. Said Hasyim  berkesempatan memberikan pengarahan sekaligus mengingatkan kepada para CPNS hasil Rekruitmen Tahun 2018 lalu, yang sedang melaksanakan ori

  • Pimpin Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti ke-8, Bupati Ajak Segenap Masyarakat Bersatu Padu Bangun Meranti

    4 tahun lalu

    SELATPANJANG (POROSRRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bertindak sebagai Pembina Upacara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Meranti Ke-8 Tahun 2016. Upacara dalam rangka mengenang terbentuknya Kabupaten Meranti pada Tanggal 19 Desember 20

  • Indonesia dan Arab Saudi, Siapa Membutuhkan Siapa?

    4 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Pertumbuhan ekonomi Arab Saudi terus melambat dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatat pertumbuhan fenomenal sebesar 10 persen pada 2011, perekonomian negara teluk itu kemudian turun pada 2012, dengan pertumbuhan 5,4 persen dan turun lagi

  • Kembangkan BUMD, PT. Pembangunan Dumai Terobos Enam Divisi

    4 tahun lalu

    Tak hanya pembangunan batching plant saja yang menjadi andalan dari perusahaan yang beralamat di Jalan Patimurra, Kelurahan Datuk Laksamana, Kecamatan Dumai Kota ini, sejumlah peluang pun telah dicanangkan Bennedy Boeiman selaku Direktur BUMD PT Pembangun

  • Kelahiran Generasi Z, Kematian Media Cetak

    3 tahun lalu

    Di Indonesia, melihat kehadiran internet secara komersial di sini pada 1994, bisa dibilang Generasi Z adalah mereka yang lahir medio 1990-an hingga medio 2000-an.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.