Minggu, 24 Mei 2026
  • Home
  • DUMAI
  • Massa ARUK Bakal "Geruduk" Kantor KSOP Dumai, Massa Diperkirakan Lebih Besar
Selasa, 28 Oktober 2025 14:24:00

Massa ARUK Bakal "Geruduk" Kantor KSOP Dumai, Massa Diperkirakan Lebih Besar

Selasa, 28 Oktober 2025 14:24:00
BAGIKAN:
Ahmad Maritulius SE

DUMAI, POROSRIAU.COM - Setelah aksi demo di pelabuhan Pelindo beberapa hari lalu, Aliansi Rakyat Untuk Keadilan ( ARUK)  Kota Dumai, akan mengelar aksi serupa di depan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai, Rabu (29/10/2025).

Diperkirakan massa aksi akan lebih banyak dari aksi kemaren, karena banyak masyarakat yang akan ikut dalam aksi.

Aksi unjuk rasa dan menyampaikan pendapat di muka umum tersebut berkaitan dugaan pencemaran dan penyebab banjir akibat kegiatan di kawasan pelabuhan Pelindo.

Demikian diungkapkan Ahmad Maritulius SE , salah seorang kordinator lapangan aksi kepada sejumlah media, Selasa (28/10/2025).

Menurut Ahmad Maritulius, Kesyahbandaran  dan Otoritas Pelabuhan dinilai lalai dalam menjalankan fungsinya sebagai regulator pelabuhan, sehinga penyebab terjadinya  bencana ekologis bagi masyarakat Dumai.

"Kami menduga, akibat kelalaian dalam melakukan pengawasan. Pihak operator pelabuhan tanpa disadari melakukan kesalahan berulang ulang. Akibatnya, terjadi bencana ekologis bagi manusia dan lingkungan," jelas Ahmad Maritulius.

Sebagaimana tercantum dalam fungsi dan tugas Kesyahbandaran mengawasi kegiatan bongkar muat barang berbahaya, limbah, dan pengisian bahan bakar.

"Fungsi ini menurut kami  kurang dalam  pengawasan dan tidak berjalan sesuai mekanismenya atau terabaikan," ungkap Ahmad Maritulius.

Selain itu, Kepala KSOP juga dinilai lalai dalam melaksanakan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan, Daerah Lingkungan Kerja, dan Daerah Lingkungan Kepentingan pelabuhan.

"Karena kelalaian dalam perencanaan, sehinga lupa untuk  mempertimbangkan kepentingan lingkungan dan masyarakat. Aliran parit besar seharisnya langsung ke laut. Namun  perencanaan nya jadi berbelok belok dan menyebabkan banjir," jelas Lius.

Untuk itu, pihak KSOP juga harus bertanggungjawab terjadinya bencana ekologi di pelabuhan Dumai yang berdampak terhadap lingkungan masyarakat sekitar .

"Mari kita lihat, banyak rumah yang rusak dan tidak bisa ditempati lagi karena terendam air laut karena pasang rob," tukas Lius. (saf)

  Berita Terkait
  • Orator Unggulan Turun Gunung, Para Demang Ngintip dari Kejauhan

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tanggan manusia. Qs.Ar Rum, 41. Sepenggal firman Allah ini, jadi pembuka orasi orator unggulan dari mass

  • AJI Dan ICCO Cooperation Gelar Media Briefing Sehari

    9 tahun lalu

    Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Pekanbaru bekerjasama dengan ICCO Cooperation akan menggelar Media Briefing Sehari pada Kamis, 3 Agustus.

  • Diduga Hilangkan Barang Bukti, Kejari Diminta Periksa GM Pertamina Dumai

    10 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU COM - Forum Aksi Peduli (FAP) Tenaga Kerja Lokal (Tekal) Dumai meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) agar memeriksa General Manager (GM) PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU II

  • KSOP Belum Bertindak Atas Dugaan Pencemaran Pelabuhan Pelindo, Capt Diaz: Menunggu Arahan Pusat

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Kepala kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Dumai, Capt Diaz Saputra, mengaku belum melakukan tindakan atas laporan kelompok masyarakat yang meminta menghenti

  • Dugaan Pencemaran Lingkungan di Pelabuhan Pelindo. ARUK Surati DPRD Dumai

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) segera menyiapkan surat permintaan hearing ke DPRD Dumai terkait dugaan pencemaran lingkungan dan bencana ekologi akibat aktivitas di Ka

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.