Jumat, 19 April 2019
  • Home
  • HUKUM
  • Benarkah Motif Asmara Sesama Jenis Jadi Penyebab? Jawaban Polisi
Jumat, 05 April 2019 14:15:00

Mayat Mutilasi dalam Koper

Benarkah Motif Asmara Sesama Jenis Jadi Penyebab? Jawaban Polisi

Jumat, 05 April 2019 14:15:00
BAGIKAN:
Budi Hartanto Guru Honorer

POROSRIAU.COM-Guru honorer asal Kota Kediri, Budi Hartanto (28), yang mayatnya ditemukan tanpa kepala di koper dikenal gemulai.

Atas dasar itu, beberapa orang yang terkonstruk perbedaan gender menilai motif pembunuhan karena orientasi nonhetero seksual alias Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender ( LGBT).

Dugaan motif pembunuhan pun merambah ke persoalan asmara sesama jenis.

Polisi mengaku mendengar ada isu bahwa kematian guru honorer Budi Hartanto terkait LGBT, namun sejauh ini polisi tidak menemukan bukti-bukti mengarah motif LGBT.

"Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu, kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu. Namun kami tetap sesuai fakta. Karena hasil otopsi dari forensik juga belum keluar," ujar Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono kepada wartawan Surya.co.id, Kamis (4/3/2019).

Polisi sudah memeriksa sejumlah teman, Budi Hartanto (28), korban mutilasi yang mayatnya dimasukkan dalam koper dan ditemukan di pinggir sungai Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Sejumlah teman korban yang diperiksa sebagai saksi semua pria dan bertingkah gemulai (kemayu).

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan sudah ada lima teman korban yang dimintai keterangan sebagai saksi.

Kelima teman korban yang diperiksa sebagai saksi semua laki-laki.

"Kami juga sudah meminta keterangan dari keluarga," kata AKP Heri Sugiono, Kamis (4/4/2019).

Soal informasi yang berkembang di luar kalau korban LGBT, Heri enggan berkomentar lebih jauh.

Tapi Heri juga tidak menyangkal soal informasi yang berkembang di luar itu.

Sedangkan sosok korban sendiri juga dikenal sebagai pria yang berperilaku seperti perempuan atau gemulai.

Hal itu juga disampaikan kerabat korban, Surahmat, kepada wartawan saat berada di kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, Rabu (3/4/2019) malam.

"Budi (korban) mbanceni (gemulai), tapi orangnya baik, ramah dengan warga, supel bergaul dan baik dengan orang tua," kata Surahmat.

Sebelumnya, polisi sudah mengetahui identitas mayat pria tanpa kepala di dalam koper yang ditemukan di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).

Korban bernama Budi Hartanto (28) asal Jl Taman Melati, Mojoroto, Kota Kediri.

Korban merupakan guru honorer di salah satu SD di Kota Kediri.

Korban juga dikenal sebagai instruktur tari.

Polisi belum berani menyampaikan secara detail hasil otopsi dan visum luar terhadap mayat pria tanpa kepala di dalam koper yang ditemukan di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Polisi masih menunggu hasil otopsi dari dokter forensik RS Bhayangkara Kediri.

"Kami belum bisa sampaikan hasil otopsi secara detail. Kami masih menunggu hasil resmi dari dokter forensik," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Kamis (4/4/2019).

Heri mengatakan dari hasil visum luar kondisi kepala korban terpenggal.

Posisi kepala korban terpenggal mulai dari pangkal leher.

Selain itu, korban juga mengalami luka akibat benda tajam di beberapa bagian tubuhnya.

"Kepalanya putus mulai dari pangkal leher," ujar Heri.

Dikatakannya, mayat korban sudah dibawa pulang oleh keluarganya dari kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar ke Kediri, Rabu (3/4/2019) malam.

Polisi juga sudah melakukan tes DNA terhadap orang tua korban.

"Jenazahnya, semalam langsung dibawa pulang oleh keluarganya," katanya.

Periksa Tujuh Saksi

Polisi sudah memeriksa tujuh saksi dalam kasus penemuan mayat pria tanpa kepala di dalam koper yang ditemukan di pinggir sungai bawah jembatan di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Ketujuh saksi yang dimintai keterangan berasal dari keluarga dan teman-teman korban.

"Kemarin ada lima saksi yang dimintai keterangan, pagi ini ada dua saksi lagi yang diperiksa. Total ada tujuh saksi. Para saksi itu dua dari keluarga dan lima teman korban," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Kamis (4/4/2019).

Heri mengatakan proses pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan di Polres Kediri Kota.

Menurutnya, penanganan kasus ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Blitar Kota dan Polres Kediri Kota yang dibackup oleh Ditreskrimum Polda Jatim.

Selain memeriksa para saksi, polisi juga sedang mencari barang-barang korban yang hilang.

Salah satunya sepeda motor korban. Saat keluar dari rumah, korban membawa sepeda motor.

Sampai sekarang sepeda motor korban masih belum ditemukan. Polisi juga sudah menyisir beberapa lokasi parkir di Blitar dan Kediri.

"Kami juga fokus mencari kepala korban. Tim masih menyisir di sekitar lokasi," ujar Heri.

Baru-baru ini masyarakat digegerkan dengan pembunuhan sadis seorang gunur Honorer menarik perhatian masyarakat.

Perkembangan kasus penemuan mayat guru Honorer yang mayatnya dalam koper di Blitar, mulai menemui titik terang.

Polisi telah mengumpulkan sejumlah data dari kasus pembunuhan terhadap Budi Hartanto di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera mengungkapkan, ada dugaan pembunuhan seorang guru honorer dilakukan secara berkelompok.

"Ada indikasi juga pelaku pembunuhan dilakukan secara berkelompok," katanya saat ditemui awak media di ruang Humas Polda Jatim, Kamis (4/4/2019).

Dugaan itu, lajut Frans Barung, diperkuat karena lokasi di temukannya koper berisikan mayat pria guru honorer asal Kediri itu, berada di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar.

Medan lokasi yang cukup sulit, dinilai Frans Barung, mustahil dilakukan pelaku seorang diri.

"Karena tidak mungkin yang bersangkutan membuang mayat itu seorang diri," lanjutnya.

Posisi mayat itu tertekuk memenuhi ruang koper itu.

Saat diidentifikasi, mayat itu dalam keadaan terpotong tanpa kepala.

Selain itu juga terdapat beberapa luka goresan di beberapa anggota tubuh mayat tersebut, meliputi tangan dan kaki.

Sekadar diketahui, sesosok mayat ditemukan di dalam koper yang tergeletak di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Udanawu, Blitar, Rabu (3/4/2019).

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu bernama Budi Hartanto (28), warga Jalan Taman Melati, Tamansari, Kediri.***

Sumber: tribunnews.com

  Berita Terkait
  • Heboh! Wali Murid Tampar Guru Di Depan Anak Didik, Gigi Palsu Hampir Copot

    2 tahun lalu

    Mendapat jawaban yang kurang memuaskan, Padli langsung memukul korban dengan tangan kanan dan mengenai pipi kiri. Pukulan itu cukup keras sehingga Junaidah terjajar. Gusinya bahkan lecet dan gigi palsunya nyaris copot.

  • Oknum Dewan Bawa Pulang Mobil Operasional, Pengamat: Memang Negara ini Punya Nenek Moyangnya?

    9 bulan lalu

    Pengamat Pemerintahan, Saiman Pakpahan, mengatakan, sikap seorang oknum anggota dewan yang diduga membawa pulang Mobil Dinas (Mobdin) operasional milik Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru, tidak mencerminkan seorang negarawan.

  • Depresi, Polisi Tembak Kepala Sendiri

    2 tahun lalu

    Brigadir Satu Arif Bambang Jatmiko, 26 tahun, anggota Satuan Sabhara Kepolisian Resor Madiun Kota, Jawa Timur, nekat menembak kepala sendiri dengan pistol inventaris dinas.

  • Kasatlantas Polres Rohul Gelar Sosialisasi Lalin

    2 tahun lalu

    Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di wilayah hukum Polres Rokan Hulu, Kepala Polisi Lalu lintas Polres Rohul akan fokuskan lakukan penyuluhan lalulintas (lalin) ke masyarakat termasuk para pelajar di sekolah-sekolah.

  • Mobil Mewah Raffi Ahmad Hancur Tabrak Pohon

    2 tahun lalu

    Kondisi mobil Raffi Ahmad usai menabrak pohon ringsek di bagian depan. Bagian kap mesin mobil jenis Lamborghini Aventador berwarna putih dengan nomor polisi B 1 Amy itu, ringsek. Namun kondisi samping mobil masih terlihat baik.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.