Selasa, 23 Juli 2019
  • Home
  • INHU
  • Putuskan Cinta, Jumaida Dipukuli Hingga Tewas
Senin, 07 November 2016 10:54:00

Putuskan Cinta, Jumaida Dipukuli Hingga Tewas

Senin, 07 November 2016 10:54:00
BAGIKAN:

INDRAGIRI HULU (porosriau.com ) - Tak terima hubunganya diputuskan, seorang pemuda di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang sedang dimabuk asmara nekat menghabisi nyawa kekasihnya. 

Pembunuhan yang dilakukan seorang pacar terhadap kekasihnya ini dilakukan Rido Agus Ramadhan (19) terhadap korban Jumaida (16), pada Sabtu (5/11/16), sekira pukul 04.30 Wib di rumah korban dusun Sei Santan desa Anak Talang kecamatan Batang Cenaku, Inhu, sebagaimana disampaikan Kapolres Inhu AKBP.Abas Basuni melalui Paur Humas Polres Inhu Iptu.Yarmen Djambak, Ahad (6/11/16). 

"Terungkapnya pembunuhan terhadap korban Jumaida yang ditemukan warga telah tidak bernyawa dengan luka disekujur tubuh di rumahnya sendiri ini dilakukan hanya tiga jam oleh Polsek Batang Cenaku setelah dilakukan olah TKP dan interogasi," ujarnya. 

Pembunuhan terhadap korban Jumaida ini sendiri diketahui ayah korban Sopyan Hadi (46) saat sedang berada di kebun, dimana saat itu warga menelpon dirinya memberitahukan bahwa anaknya dirumah ditemukan dengan luka disekujur tubuhnya dan tidak bernyawa lagi. 

"Setibanya di rumah, ayah korban melihat anaknya Jumaida telah meninggal dunia, dengan kondisi terdapat banyak luka, selanjutnya Sopyan Hadi melaporkan kejadian tersebut melalui hp ke Polsek Batang Cenaku. Dari hasil interogasi diketahui bahwa pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap korban adalah Rido Agus Ramadhan," ungkapnya. 

Ditambahkanya, pelaku pembunuhan Rido Agus Ramadhan dapat ditangkap lebih kurang tiga jam pasca melakukan pembunuhan oleh Kapolsek Batang Cenaku Iptu Arsyad. Dari keterangan pelaku diketahui bahwa pembunuhan itu dilakukanya dengan cara memukul kepala bagian belakang korban, akibat korban tidak mau lagi menjadi kekasih pelaku. 

"Guna penyidikan lebih lanjut pelaku dan barang bukti berupa pakaian korban dan pakaian tersangka diamankan di Polres Inhu, sementara korban dibawa ke RSUD Indrasari untuk dilakukan visum et repertum," jelasnya sebagaimana dilansir salah satu media. ***

Editor: Mus.R

Sumber: RiauTerkini

  Berita Terkait
  • Aniaya Pencuri Hingga Tewas, Tiga Oknum Satpam PT SAM Ditahan

    3 tahun lalu

    Kelakuan tiga orang Satuan Pengamanan (Satpam) PT Sumber Arum Makmur (SAM) 2 berlokasi di Kecamatan Kunto Darussalam kabupaten Rokan Hulu ini sudah sangat keterlaluan

  • Konsistensi Kritikan 'Pedas' Fahri Hamzah Meski Jabatan Jadi Taruhan

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM--Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah terkenal dengan gaya bicaranya yang lantang dan keras. Tak sedikit kritikan pedas Fahri dilontarkan terhadap pemerintah atas sebuah persoalan yang terjadi.

  • 730 Bocah Rohingya Dibunuh Militer Myanmar

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM- Survei organisasi kemanusiaan global “Dokter Lintas Batas” (MSF) menunjukkan sedikitnya 9.000 Rohingya dibunuh di Rakhine, Myanmar sejak 25 Agustus hingga 24 Se

  • Ratna Sarumpaet Diduga Diculik Sekelompok OTK, Motifnya Belum Diketahui

    10 bulan lalu

    JAKARTA, POROSRIAU.COM- Ketua Presedium 212 yang juga Ketua Gerakan Cinta NKRI, Aminudin Atbar menduga aktivis Ratna Sarumpaet diduga diculik sekelompok orang tak dikenal dan kemudian menganiayanya

  • KontraS Desak Pelaku Kasus 'Meranti Berdarah' Dihukum Maksimal

    3 tahun lalu

    SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis menjerat para pelaku Meranti Berdarah dengan ancaman pidana maksimal.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.