Kamis, 23 Juli 2026
Selasa, 19 Desember 2017 11:23:00

730 Bocah Rohingya Dibunuh Militer Myanmar

Oleh: Redaksi
Selasa, 19 Desember 2017 11:23:00
BAGIKAN:
Talisma Bezum (8) bayi Rohingya yang terluka bakar di batok kepala karena dilempar granat oleh militer Myanmar.(Foto:miror)

POROSRIAU.COM- Survei organisasi kemanusiaan global “Dokter Lintas Batas” (MSF) menunjukkan sedikitnya 9.000 Rohingya dibunuh di Rakhine, Myanmar sejak 25 Agustus hingga 24 September.

Laporan survei itu dibuat melalui pendataan langsung di kamp-kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Menurut laporan tersebut, 71,7 persen atau 6.700 jiwa tewas karena aksi kekerasan. Sementara 730 di antaranya adalah anak-anak berusia di bawah lima tahun.

Disebutkan pula lebih dari 647.000 Rohingya telah mengungsi dari Myanmar ke Bangladesh sejak 25 Agustus.

Mereka melarikan diri dari operasi militer yang menewaskan pria, wanita, dan anak-anak, menjarah rumah, dan membakar desa-desa mereka.

"Kami telah menemui dan berbicara dengan para penyintas yang saat ini mengungsi di kamp-kamp yang penuh sesak dan kotor di Bangladesh. Apa yang kami temukan di sana sangat mengejutkan," jelas MSF seperti dilansir Anadolu Agency.

Direktur MSF Dr Sidney Wong mengatakan, jumlah angka kematian terbesar ditemukan bersamaan dengan "operasi pembersihan" oleh pasukan keamanan Myanmar.

"Kasus penembakan menjadi penyebab kematian terbesar, yakni 69 persen, diikuti dengan pembakaran hidup-hidup sebanyak 9 persen, dan pemukulan sampai mati, yaitu 5 persen," jelas Wong.

"Lebih dari 59 persen balita tewas ditembak, 15 persen dibakar, 7 persen dipukuli, dan 2 persen tewas karena ledakan ranjau," tambah dia.

Menurut Wong, proses penandatangan kesepakatan pemulangan pengungsi antara pemerintah Myanmar dan Bangladesh masih prematur.

Wong menegaskan, orang-orang Rohingya seharusnya tidak dipaksa untuk pulang dan keamanan dan hak-hak mereka harus dijamin.

PBB menyebut Rohingya sebagai kaum paling teraniaya di dunia, yang telah menderita sejumlah kekerasan sejak meletusnya kekerasan komunal pada 2012.(suara)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • NU Mengutuk Serangan Militer Myanmar ke Muslim Rohingya

    10 tahun lalu

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bereaksi keras atas kondisi penduduk etnis Islam Rohingya di Myanmar belakangan ini. Desa-desa militer di sana diserang oleh pihak militer Myanmar, puluhan tewas.

  • Myanmar Blokir Bantuan Kemanusiaan Dari PBB

    9 tahun lalu

    Kantor Koordinator PBB di Myanmar mengatakan kepada Guardian, situasi keamanan dan larangan dari pemerintah membuat operasi pengiriman bantuan kemanusiaan terkendala sebab tidak diberi izin.

  • Tak Bantu Rohingya, Kerajaan Arab Saudi Dikecam

    9 tahun lalu

    Kritik tersebut juga dilontarkan pemimpin milisi Ansarullah, yang menjadi tembok pertahanan Yaman dari perang agresi Saudi, Sayyed Abdol Malik Badreddine AL Houthi.

  • Arab Saudi Kecam Kebijakan Represif Myanmar

    9 tahun lalu

    Pemerintah Arab Saudi dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (23/9) mengecam kebijakan represif Myanmar terhadap warga minoritas Muslim Rohingya.

  • 230 Kerangka Manusia Ditemukan

    8 tahun lalu

    Setidaknya 230 kerangka ditemukan di sebuah kuburan massal di barat laut Sri Lanka, Mannar. Ini merupakan penemuan situs kuburan massal terbesar di kota tersebut.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.