Senin, 20 Mei 2019
  • Home
  • KAMPAR
  • Disinyalir Warnet Jadi Wadah Judi, Kades Tarai Ajak Orangtua Awasi Anak Bermain di Warnet
Selasa, 29 November 2016 14:42:00

Disinyalir Warnet Jadi Wadah Judi, Kades Tarai Ajak Orangtua Awasi Anak Bermain di Warnet

Oleh: fir
Selasa, 29 November 2016 14:42:00
BAGIKAN:
Fir
Kepala Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar ,Andra Maistar S.Sos

PEKANBARU (PORSRIAU.COM) - Kepala Desa (Kades) Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar ,Andra Maistar S.Sos mengajak orang tua untuk mengawasi anak yang bermain di warnet. Pasalnya keberadaan warnet saat ini banyak yang beroperasi 24 jam dan sangat meresahkan warga sekitar.

Tak hanya melanggar jam operasional yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda), warnet disinyalir jadi area judi bagi anak-anak yang masih berstatus pelajar.

Hal itu disampaikan Kades Tarai Bangun, Andra Maistar S.Sos saat di wawancara diruang kerjanya, Selasa (29/11). "Warnet ini sudah sangat meresahkan. Terutama bagi sebagian orang tua yang anaknya menggunakan warnet," ungkap Andra.

Lebih jauh diungkapkan Andra, berdasarkan data yang dirangkumnya beberapa waktu lalu, setidaknya di Desa Tarai Bangun ada lebih kurang 13 warnet. "Itu tidak hanya di pinggir jalan utama, ada juga yang buka di lingkungan tempat tinggal masyarakat. Itu data sebelumnya. Kalau untuk data terkini mungkin sudah lebih kurang 18 la (warnet,red)," ujarnya.

"Hasil penelusuran kita dengan Kepala Sekolah ditemukan banyak anak-anak mamanfaatkan warnet untuk ajang judi, seperti judi poker," sambungnya.

Bahayanya lagi menurut Andra Maistar, ketika pelajar kecanduan bermain, tetapi tidak memiliki uang, maka akan memancing timbulnya tindak kriminal. "Saat tidak ada duit lagi. Maka tingkat kriminalitas mengiringi. Mulai dari yang kecil-kecil pencurian mesin air, aki mobil, drum-drum kosong, hingga paling ekstrem membuka atap rumah orang," ucapnya.

Terkait persoalan ini, Andra Maistar berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Satpol PP bisa menyikapi hal ini. "Kita harapkan jam operasional dan warnet yang tidak berizin ditertibkan. Kita sudah pernah mengirim surat, tetapi mungkin karena kesibukan Satpol PP untuk Pilkada ini, belum ada tindakan," katanya.

Selain itu Andra juga mengajak pemilik warnet sama-sama berkomitmen tinggi dengan melarang anak yang memakai seragam sekolah ke warnet. "Yang paling penting juga orangtua bersama-sama memberi pemahaman dan pengertian kepada anak. Karena garda terdepan dan benteng terbaik jaga anak dari penyalahgunaan warnet dimulai dari keluarga," imbaunya.(fir)

 

Editor: chaviz

  Berita Terkait
  • Razia Warnet, 80 Pelajar Berhasil Diamankan Petugas Satpol PP Pekanbaru

    10 bulan lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat terkait beroperasinya warnet hingga pagi hari, serta banyaknya pelajar yang bermain pada jam belajar sekolah, Satpol PP Kota Pekanbaru, Kamis (2/1/2018) pagi, merazia warnet dengan mengga

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    3 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Kades Tarai Bangun: Kutipan Rp 10 Ribu Per KK Transparan

    2 tahun lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (AP

  • Pembanguna SMPN 8 Tarai Bangun, Kades Sebut Dana Yang Terkumpul Rp 10 Ribu Per KK Diumumkan Lewat Corong Masjid

    2 tahun lalu

    PEKANBARU - Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang mendapatkan bantuan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 8 sebesar Rp 8 miliar. Pembangunan sekolah ini dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam anggaran pendapatan belanja daerah (

  • Hari Anak Nasional 2016, Wabup Rohul Ajak Warga Akhiri Kekerasan Terhadap Anak

    3 tahun lalu

    Wakil Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman, mengajak seluruh elemen untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak, baik itu orang tua, guru serta masyarakat sekitar.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.