Kamis, 29 Desember 2016 17:20:00
Kecewa Tak Dapat Lapak, Ratusan Pedagang Datangi Kantor Disperindag
Oleh: Nur
Kamis, 29 Desember 2016 17:20:00
SELATPANJANG(POROSRIAU.COM) - Pencabutan nomor undian oleh para pedagang pasar Tanjung Harapan, guna menentukan lapak baru di Pasar Modern, yang digelar Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperndagkopUKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Rabu (28/12/2016) ternyata membuat gelisah ratusan pedagang yang tidak mendapat lapak dipasar baru tersebut.
Menurut penuturan Olisa (45),warga Desa Insit, Kecamatan Tebingtinggi Barat, yang sudah berjualan sayuran hampir 10 tahun, di pasar pagi Tanjung Harapan, ada ratusan pedagang yang tidak mendapat lapak baru tersebut. Menurutnya, para pedagang banyak yang tidak menerima undagangan, sehingga tak mengetahui jadwal pencabutan undian.
Hery (27) warga desa Banglas, yang telah berjualan 2 tahun di Pasar Tanjung Harapan, mengatakan keheranannya, "Ada yang tidak pernah berjualan, malah mendapat lapak," ucapnya.
Sementara itu Erwin (37), pedagang ikan di pasar Tanjung Harapan, mengaku, setelah dilaksanakan pencabutan undian nomor lapak, ia tidak mendapat lapak. "Menurut pihak kantor Disperindag, bahwa para pedagang yang tidak mendapat lapak disebabkan data yang diterima oleh Dinas banyak nama-nama pedagang baru," kesal dia.
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Selatpanjang, Anis (46) berharap, pelaksanaan relokasi pedagang ini, dilakukan secara adil. "Jika seseorang itu memang setiap hari berdagang di pasar pagi Tanjung Harapan, maka haruslah mendapat lapak baru," ucapnya.
Menurut Anis, untuk kedepan, pihak dinas terkait mau menjalin komunikasi dengan Asosiasi pedagang, sehingga hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi.
Saat di konfirmasi, Kadisperindagkop Kepulauan Meranti, H Herman, mengatakan, pada prinsipnya semua nama-nama pedagang yang ada pada Asosiasi pedagang, akan dilakukan pengecekan langsung dilapangan, dan bila nama tersebut memang nyata berdagang, dipastikan mendapat lapak di Pasar Moderen Tanjung Harapan.
"Tidak akan diberikan tempat kepada orang yang tidak benar-benar berprofesi sebagai pedang selama ini, sebab program pemindahan ini hanya bagi para pedagang yang setiap hari berjualan," ucap Herman.(nur)
Editor: Chaviz
Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi
9 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.
Plt Bupati Rohul Lantik 287 Pejabat Eselon III Dan IV
9 tahun laluROHUL(POROSRIAU.COM)--Sebanyak 287 Pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Daerah kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Dilantik oleh Plt Bupati Sukiman, Selasa sore (14/2/2017).
Pedagang Kecewa, Kondisi Bangunan Pasar Lembayung Kerinci Kanan Banyak yang Bocor
9 tahun laluSIAK (POROSRIAU.COM) - Pasar tradisional "Lembayung" yang terletak di Kampung Gabung Makmur Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak, merupakan pasar "Baru" yang dibangun oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag)
Relokasi Pedagang di Terminal BPRS Tunggu Surat Kemenhub RI
9 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Perwakilan pedagang yang berjualan di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BPRS), Kamis (15/3/2017) mendatangi Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru di Jalan Teratai. Kedatangan pedagang disambu
Hari Ini Pedagang Pasar Kodim Bisa Berjualan
9 tahun laluTiga hari berturut-turut pedagang pasar Kodim menduduki kantor DPRD Kota Pekanbaru berharap harga kios tidak dinaikkan, akhirnya Selasa (4/4) sore kemarin mendapatkan hasil dan menetapkan segel kios pedagang di buka dan harga kios kembali ke tarif lama.









