Rabu, 30 Mei 2018 21:32:00
Sidak di Selatpanjang, BBPOM Riau Temukan 2 Jenis Makanan Mengandung Zat Berbahaya.
Oleh: Manik
Rabu, 30 Mei 2018 21:32:00
MERANTI(POROSRIAU.COM) - Inspeksi yang dilaksanakan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Riau bersama Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti pada Rabu (30/5/2018 pagi, berhasil menemukan 2 jenis makanan yang mengandung zat berbahaya.
Petugas BBPOM menyisir sejumlah toko yang menjual bahan makanan seperti di Pasar Sandang Pangan, Pasar Sungai Juling serta beberapa toko yang berada di Jalan Ahmad Yani.
Selain menyisir tempat penjualan makanan, toko obat dan apotik juga tak luput dari pemeriksaan petugas BBPOM.
Dalam pelaksanaan Inspeksi kali ini, untuk pengujian sample makanan,
petugas BBPOM telah menyiapkan peralatan di dalam mobil yang diparkir di jalan Merdeka selatpanjang.
BBPOM Riau merincikan, dari 20 sample yang diuji, ditemukan 2 jenis bahan makanan mengandung bahan berbahaya yakni Mie Tiaw yang mengandung Boraks dan Nata De Coco mengandung Rhodamin B atau menggunakan zat pewarna pakaian.
Menurut petugas BBPOM, dari 20 sample yang diuji, ada 4 sample dari 2 jenis yang berbeda ditemukan bahan berbahaya, diantaranya Nata De Coco mengandung Rhodamin B dan Mie Tiaw mengandung Boraks, 4 jenis itu didapatkan dari penjual yang berbeda.
Dalam sample makanan yang diuji itu, warnanya lebih tajam dan mencolok sedangkan Mie Tiau tidak mudah putus dan pada Nata de Coco agak sedikit keras.
Dua bahan berbahaya ini mampu menarik perhatian masyarakat awam sebab warnanya terkesan hidup, untuk itu masyarakat diminta agar lebih selektif memilih bahan makanan,"
Semua hasil temuan yang mengandung bahan berbahaya itu didata oleh BBPOM dan direkomendasikan ke Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti untuk ditindaklanjuti, ucap Kashuri.
Kita memberikan perhatian serius terhadap penjual makanan untuk berbuka puasa, juga untuk mengantisipasi adanya makanan yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya.
BBPOM Riau tidak mungkin mampu mengawasi seluruh penjual takjil yang notabene penjual musiman, untuk diminta kepada masyarakat agar berhati-hati dengan jenis makanan yang memiliki bau menyengat dan warna pekat, yang diduga mengandung zat berbahaya.
Kita berharap sidak ini akan memberikan rasa aman kepada warga dari makanan yang mengandung formalin, borak dan pewarna, tutur Kepala BBPOM Riau, Muhammad Kashuri.
"Nanti sore kita akan kembali menggelar Sidak terhadap makanan Takjil yang dijual di pasar Ramadhan," kata Kepala BBPOM itu mengakhiri.(nik)
Editor: Chaviz fernandes
BPOM Riau Temukan Bahan Makanan Berbahaya di Tembilahan
9 tahun laluBalai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Riau menemukan 3 sample makanan mengandung bahan berbahaya di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
Terkesan Arogan Balai Besar POM Riau Sidak ke Meranti
9 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Syarmida APT, Kabid Pengawasan dan Penyidikan Balai POM Provinsi Riau bersama 6 orang anggotanya melakukan sidak rutin, terhadap semua jenis makanan dan minuman yan
BBPOM Pekanbaru Sita 150 Kilogram Mi yang Mengandung Formalin
8 tahun laluKepala BBPOM Pekanbaru, Muhammad Kashuri mengatakan, bahwa dalam penggerebekan tersebut pihaknya berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 150 kilogram mi berformalin.
Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi
9 tahun laluPEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.
Bagaimana Cara Penanganan Pasien COVID-19 Dirumah Dengan Gejala Ringan? Berikut Caranya.
6 tahun laluKonstitusi WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO "adalah agar semua orang mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan". Tugas utama WHO yaitu membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah menyebar luas.









