Jumat, 10 Maret 2017 06:15:00
Cerita di Balik Pertemuan SBY dan Jokowi di Istana
Oleh: Redaksi
Jumat, 10 Maret 2017 06:15:00
POROSRIAU.COM--Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya dapat menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/3) siang. Pertemuan terjadi setelah SBY menyampaikan secara resmi keinginan agar dapat menemui Presiden Jokowi.
"Yang minta (pertemuan) Pak SBY," kata Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi saat dikonfirmasi, Kamis (9/3).
Menteri Sekretaris Negara Pratikno menjelaskan, pertemuan awalnya diminta oleh SBY melalui Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan. Pada tanggal 7 Maret lalu, Hinca menghubunginya untuk meminta kesediaan Presiden Jokowi menemui SBY.
"Saat tanggal 7 Maret Pak Hinca Sekjen Demokrat menghubungi saya menyampaikan bahwa Pak SBY ingin bersilaturahmi dengan Presiden," kata Pratikno.
Pertemuan antara SBY dan Jokowi tersebut berlangsung hangat dan diselingi tawa. SBY bahkan mengatakan, pertemuan antara dirinya dengan Jokowi seperti pertemuan 'klub' antara dirinya yang seorang mantan Presiden dengan Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Presiden.
"Jadi perasaan saya bersyukur, gembira dan ya ini kalau ada klub Presiden dan mantan Presiden kan baik seperti ini kita bisa saling berkomunikasi," kata SBY.
Presiden Jokowi yang duduk di sebelah SBY terlihat tertawa mendengar pernyataan 'klub' tersebut. SBY lalu berharap, pertemuan antara dirinya dengan Jokowi dapat menghilangkan persepsi negatif antar keduanya. Ketua Umum Partai Demokrat ini berharap, lewat pertemuan tak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan Jokowi seperti yang ditangkap oleh publik.
"Insya Allah saya senang sekali saya bisa menjelaskan beliau mendengar dengan seksama, saya juga mendengar dari beliau. Alhamdulillah ini awal yang baik karena tidak baik kalau ada miskomunikasi dan misinformasi diantara beliau dan saya ataupun di antara kami-kami yang pernah memimpin negeri ini," kata SBY.
Lebih jauh, SBY mengatakan pertemuan tersebut menjadi ajang 'tabayyun'. Sebab, SBY mengatakan ada informasi yang tidak akurat ke telinga Jokowi tentang dirinya maupun sebaliknya.
"Mungkin saja ada informasi yang tidak sepatutnya didengar baik oleh beliau atau saya sendiri tadi suasananya baik sekali karena dapat dijadikan sebagai ajang tabayyun," kata SBY.(merdeka)
Editor: Chaviz
Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan
8 tahun laluPada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik
Mahfud MD Blak-blakan Soal Gagal Cawapres, Ungkap Ancaman Ma'ruf Amin ke Jokowi
6 tahun laluMahfud MD akhirnya blak-blakan mengungkap kronologis dirinya dipilih Jokowi sebagai bakal calon wakil presiden, tapi pada menit-menit terakhir deklarasi, Kamis (9/8) pekan lalu, digantikan oleh Ketua MUI Maruf Amin.
Bupati Bengkalis Ikuti Rakornas Karhutla di Istana Presiden Jakarta
8 tahun laluBENGKALIS(POROSRIAU.COM) - Bupati Bengkalis Amril Mukminin bersama kepala daerah yang selama ini rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Senin (23/1/2017) mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Karhutla di Istana Presiden, Jakarta.
Adik Iparnya Tersangkut Kasus Suap, Begini Tanggapan Jokowi
8 tahun laluJAKARTA(POROSRIAU.COM)--Presiden Joko Widodo angkat bicara soal adik iparnya, Arif Budi Sulistyo, yang disebut dalam dakwaan kasus suap pejabat Ditjen Pajak.
RTRW Hambat Sejumlah Proyek Strategis Nasional di Bumi Lancang Kuning
8 tahun laluRencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Riau yang belum juga tuntas menjadi penghambat terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Negeri Lancang Kuning.