Kamis, 03 September 2026
  • Home
  • NASIONAL
  • Saud Sempat Tak Percaya 13 Cucunya Jadi Korban Ledakan Di Pabrik Petasan
Selasa, 31 Oktober 2017 09:10:00

Saud Sempat Tak Percaya 13 Cucunya Jadi Korban Ledakan Di Pabrik Petasan

Oleh: Redaksi
Selasa, 31 Oktober 2017 09:10:00
BAGIKAN:
Saud merupakan warga desa Belimbing, kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.(Foto/Tribunnews.com)

JAKARTA(POROSRIAU.COM)--Seorang pria tua terlihat duduk termenung di dekat posko ante mortem RS Polri. Seraya menghisap kretek di jemarinya, dia sesekali terlihat mengusap kepalanya.

Matanya merah, jalannya terseok. Beberapa orang yang menemani pria itu, mengatakan kakek itu bernama Saud. Saud merupakan warga desa Belimbing, kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Seperti dilansir Tribunnews.com, si kakek menceritakan bahwa 13 cucu dan satu anaknya menjadi korban dari kebakaran pabrik petasan di dekat rumahnya.

"Cucu saya 13 orang meninggal semua. Satu anak saya belum ketemu," kata Kakek Saud, Senin (30/10).

Dia menjelaskan, dalam satu kampung, banyak anak dan cucunya yang dibawa oleh seseorang untuk bekerja di pabrik tersebut. Pembawa mereka, dinyatakan ikut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Yang bawa ya meninggal juga kemarin itu. Sudah dimakamkan," ujarnya.

Saud mengerti anak dan cucunya bekerja di pabrik pembuatan petasan. Hanya saja, tidak terbayangkan jika harus kehilangan banyak anggota keluarganya.

Meski begitu, dia mengaku sudah mengikhlaskan semua anggota keluarganya yang meninggal.

"Insya Allah, saya ikhlas," dia mengusap matanya.

Terakhir, seorang cucunya bernama Robiyah telah berhasil diidentifikasi. Robiyah, ucap Saud, baru bekerja selama dua minggu di pabrik itu.

Dia dibayar perminggu oleh perusahaan tempatnya bekerja. Untuk nominal, gadis berumur 16 tahun itu dibayar Rp 240 ribu seminggu.

"Katanya seminggu sekali dibayarnya. Sehari Rp 40 ribu," ucapnya mulai terisak.

Saat ini, tersisa tiga orang anggota keluarganya yang masih belum ditemukan, termasuk Omah, anak pertamanya. Dia berharap pihak rumah sakit dapat menemukan anggota keluarganya agar dapat segera dimakamkan.***

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Pengolah Limbah RSUD Meledak, Rahmat dan Delfiora Jadi Korban Luka Bakar Hingga 68 Persen

    7 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Mesin insinerator pengolah limbah medis di RSUD Kota Dumai meledak pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua pekerja mengalami luka lepuh saat alat tersebut beropera

  • GM Wilmar ‘Bungkam’ Soal Meninggalnya Pekerja di Kawasan Perusahaan

    tahun lalu

    PT Wilmar Grup terkesan menutup-nutupi kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan nyawa.GM PT Wilmar Grup, Simon Panjaitan, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Peristiwa kecelakaan kerja di kawasan perusahaan yang mengakibatkan nyawa pekerja mel

  • Izin Mati Dua Tahun, Kimteng Tetap Beroperasi

    9 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Walau izin yang dikantongi mati selama dua tahun, namun kedai kopi Kimteng di Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan yang dianggap menjadi ikon Kota Pekanbaru, tetap beroperasi.

  • 10 Bulan Buron, Pelaku Pemerkosaan Ditangkap Di Tanjung Pinang

    9 tahun lalu

    Tersangka MS alias MW ini dilaporkan oleh korban IK (PR 22) warga Koto Perambahan, karena melakukan percobaan perkosaan terhadap dirinya pada tanggal 10 September 2016 pukul 10.30 wib, saat berada dirumahnya di Dusun Jawi-jawi Desa Koto Perambahan Kec. Ka

  • Pesta Nikah Pakai Organ Tunggal di Masjid, Jamaah Merasa Terhina

    8 tahun lalu

    PADANG(POROSRIAU.COM) - Resepsi pernikahan yang digelar di lantai II Masjid Nurul Iman Padang, Sumatera Barat, menjadi bahan perbincangan banyak orang sempat viral di media sosial.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.