Minggu, 24 Maret 2019
  • Home
  • OLAHRAGA
  • 'Si Anti Alkohol' Pencetak Hattrick untuk Juventus
Rabu, 13 Maret 2019 09:19:00

Kebiasaan Sehat Ronaldo

'Si Anti Alkohol' Pencetak Hattrick untuk Juventus

Rabu, 13 Maret 2019 09:19:00
BAGIKAN:
JAKARTA (POROSRIAU.COM)- Megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo menyarangkan tiga gol ke gawang Atletico Madrid dini hari. Gol tersebut pun mengantarkan Juventus lolos ke perempat final Liga Champions.
 
Kepiawaian Cristiano Ronaldo dalam menggocek bola tak perlu diragukan. Tapi tentunya, ini semua juga diimbangi dengan kondisi fisiknya yang prima. Bahkan, ia dijuluki 'Superhuman' dan dibuktikan melalui medical report Juventus yang menunjukan pria berusia 33 tahun itu sama bugarnya dengan atlet profesional berusia 20 tahun! 
 
Seperti apa gaya hidup sehat CR7 dalam kesehariannya? Berikut dirangkumnya
 
1. Tidak mengonsumsi alkohol, rumornya karena kisah 'tragis'
 
Ada kisah tragis yang dipercaya melatarbelakangi Cristiano Ronaldo untuk tidak menyentuh alkohol. Dikutip dari Sportswallah, spekulasi yang beredar dan diklaim oleh orang-orang terdekatnya ini dikarenakan ayahnya, José Dinis Aveiro yang alkoholik.
 
Rumor beredar, Ronaldo tidak bisa membangun hubungan dekat dengan sang ayah akibat kebiasaan tersebut. Ayahnya pun meninggal di usia 50 tahun saat Ronaldo berusia 20 tahun akibat masalah kesehatan ginjal yang diakibatkan alkohol.
 
2. Donor darah dan tidak punya tato
 
Ronaldo bisa melakukan donor darah 2 kali dalam setahun. Inilah yang membuat dia tidak ingin menato tubuhnya agar tetap rutin melakukannya.
 
"Donor darah menyelamatkan nyawa orang lain. Jika Anda menato tubuh, Anda tak bisa mendonorkan darah minimal satu tahun. Dan aku tak ingin itu terjadi," ujarnya.
 
Ia juga kerap mengajak orang-orang untuk mendonorkan darah karena darah yang disumbangkan bisa membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
 
Kebiasaan donor darahnya ini dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Dalam wawancara dengan Cadena Cope, salah satu stasiun radio Spanyol, Ronaldo mengatakan pertama kali mendonorkan darah untuk membantu anak temannya yang mengalami penyakit bawaaan.
 
"Carlos Martins, rekan tim saya di timnas Portugal, bercerita soal penyakit yang dialami anaknya. Kami pun membantunya dengan mendonorkan darah dan sumsum tulang. Menjadi donor tidak sakit dan tidak membahayakan Anda. Prosesnya sangat mudah dan Anda akan merasa senang karena sudah membantu orang lain," tuturnya kala itu.
 
3. Bertekad untuk jadi yang terbaik sejak kecil
 
Cristiano Ronaldo sudah punya kemampuan sepak bola yang luar biasa. Namun saat masuk usia remaja, ia pernah tak sengaja mendengar percakapan dua anak lak-laki. "Lihat yang dia lakukan? Dia 'monster' (keren)," kata salah satu anak. "Ya tapi sayang dia kecil banget," sambar anak yang lainnya.
 
"Itu benar, aku dulu kurus. Aku enggak punya otot, sampai aku membuat keputusan di usia 11 tahun. Aku tahu aku punya banyak talenta, tapi aku memutuskan untuk bekerja lebih keras dari pada orang-orang," katanya seperti ditulis Daily Mail. (dtc/amd)
  Berita Terkait
  • HMD Sesalkan Kebijakan Walikota

    3 tahun lalu

    Ketua Himpunan Mahasiswa Dumai M. Aderman menyesalkan kebijakan Walikota Dumai yang meminta seluruh Kepala Dinas untuk tidak membagikan proyek Penunjukan Langsung (pl) sebelum ada instruksi darinya.

  • Terungkap! Ini Isi Surat Wasiat Calon Pengantin Bom Bekasi

    2 tahun lalu

    POROSRIAU.COM – DYN terduga teroris wanita 27 tahun ini telah siap menjadi “pengantin” bom. Ia menyampaikan hal itu melalui surat wasiat yang ditujukan ke suaminya. Namun

  • Dishubkominfo dan Kejari Bengkalis Gelar Kegiatan Penerangan Hukum

    3 tahun lalu

    Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bengkalis bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Bengkalis Melakukan kegiatan Penerangan Hukum bagi pegawainya, Kamis (28/7/2016).

  • Juventus Percaya Diri Permalukan Barcelona

    tahun lalu

    Juventus mengaku sangat siap menjamu Barcelona dalam lanjutan Liga Champions dinihari WIB nanti. Pelatih Massimilliano Allegri bahkan percaya timnya bisa meraih tiga angka.

  • Pengidap AIDS Di Riau Terdeteksi 1.926 Kasus

    tahun lalu

    Jumlah kasus pengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Provinsi Riau mulai awal tahun hingga Oktober 2017 mencapai sebanyak 109 kasus. Dengan demikian, total kasus AIDS sejak 1997 hingga 2017 mencapai sebanyak 1.926 kasus.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.