Sabtu, 18 Juli 2026
Rabu, 09 November 2016 08:53:00

PDAM Tirta Siak Rugi Rp 6 Miliar Pertahun

Oleh: fir
Rabu, 09 November 2016 08:53:00
BAGIKAN:
Int
ilustrasi

 

PEKANBARU (Porosriau.com) - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Siak  Kota Pekanbaru saat ini mengalami kerugian sebesar Rp 6 miliar per tahun. Kondisi ini diakibatkan oleh hilangnya produksi air. 

Informasi ini diungkapkan Direktur PDAM Tirta Siak Kota Pekanbaru, Kemas Yusferi kepada media, Senin (7/11). Dikatakan Kemas Yusferi, hilangnya produksi  air mencapai 60 persen dan ini diakibatkan berbagai permasalahan di lapangan.

"Sudah dua tahun terakhir ini kami selalu merugi karena air banyak hilang. Penyebabnya adalah jaringan pipa PDAM  yang sudah uzur," jelasnya sambil menyebutkan bahwa jaringan utama PDAM pertama kali dibangun tahun 1972.

Sehingga apa yang diharapkan air mengucur dengan maksimal ke rumah pelanggan sering menjadi kecil. Selain juga banyak faktor seperti pelanggan nakal, pegawai nakal, pencurian air dan sebagainya.

"Susah sekali memerangi kehilangan air karena pipa kita sudah tua, dulunya dipinggir sekarang sudah berpindah ke tengah, ada pelanggan liar, mencuri, pegawai nakal, pipa tua yang bocor kita tidak tahu titiknya," terang Kemas lagi.

Menurut Kemas dengan kehilangan air tersebut PDAM Tirta Siak mengalami kerugian besar tiap tahunnya. "Hilangnya air 60 persen itu kiamat bagi PDAM," ucapnya.

Betapa tidak ia mencoba menghitung kerugian pertahun yang ditimbulkan akibat kehilangan tersebut mencapai Rp6 miliar. "Inilah yang menjadi masalah selama ini," tegas dia.

Diakuinya pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan kerugian, dengan mendata pelanggan, mengajak para pegawai PDAM untuk peduli dengan kebocoran yang terjadi. Dengan melaporkan jika ada pelanggan nakal yang mencuri air.

"Namun tanpaknya tidak berhasil juga karena sulit dideteksi pipa mana yang bocor, jaringan mana yang sudah di pindahkan sebab sudah tua," tegasnya lagi.

Ia mencontohkan seperti yang telah terjadi di Jalan Melur, sudah berulang kali diperbaiki tetap bocor. Ini akibat jaringan utama PDAM yang sudah tua karena pertama kali dibangun 1972. 

"Jadi semua jaringan pipa kita sudah tidak layak lagi.  Sedangkan untuk membangun jaringan membutuhkan investasi besar. Sementara kita mengalami keterbatasan dana daerah, " tutupnya.(fir)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Sebelum Bayar Hutang kepada KTDP, DPRD Ingatkan Pemko Legalkan Dulu Asetnya

    9 tahun lalu

    Keluarnya keputusan pengadilan yang tertuang dalam keputusan Badan Abitrase Nasional Indonesia (BANI) memutuskan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru harus membayar hutang dalam optimalisasi air bersih PDAM Tirta Siak kepada PT. Karta Tirta Dharma Pangada (

  • Belasan Miliar Mengalir di Pipa Air

    10 tahun lalu

    Para stakeholder yang diduga kuat melakukan penyalahan wewenang hingga menimbulkan kerugian negara puluhan miliar tidak tersentuh dengan hukum. bahkan para saksi sudah bolak balik diperiksa namun belum ada tersangka

  • Luar Biasa, Bupati Meranti Salah Satu Peraih Baznas Award 2018.

    8 tahun lalu

    JAKARTA(POROSRIAU.COM) - Tiga Kepala Daerah Tingkat Kabupaten Se-Indonesia Raih Baznas Award Tahun 2018, salah satunya Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si, penyerahan Baznas Award Kategori Kepala Dae

  • Warga Lirik Pertanyakan Mahalnya Pemasangan PAM

    8 tahun lalu

    RENGAT(POROSRIAU.COM) - Warga kecamatan Lirik kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mempertanyakan mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memasukkan air bersih yang di produksi Perusahaan Daerah Air

  • ARUK Minta KPK Tangkap dan Periksa SF Hariyanto, Usut Dugaan Korupsi Rp486 Miliar

    8 bulan lalu

    DUMAI, POROSRIAU.COM - Aliansi Rakyat Untuk Keadilan Kota Dumai mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera melakukan penangkapan dan memeriksa Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto atas dug

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.