Selasa, 17 Januari 2017 10:35:00
Dua Pemuda Solok Selatan Ikuti Minangkabau Business School
Oleh: Randy
Selasa, 17 Januari 2017 10:35:00
SOLSEL(POROSRIAU.COM)--Apa itu Minang Kabau Business School?, Secara historis masyarakat Minangkabau mempunyai budaya kewirausahaan dan sudah dikenal sebagai pelaku bisnis perdagangan (saudagar), yang melakukan aktifitas bisnis baik di Ranah Minang/Sumatera Barat, di berbagai lokasi di Indonesia, maupun di luar negeri. Peran bisnis yang dimainkan juga beragam mulai dari pedagang/saudagar/pelaku ritel, distributor, dan produsen. Dengan perjalanan waktu, peran-peran tersebut mulai tergerus dan melemah disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya persaingan di era globalisasi dan sistem pendidikan yang cenderung menghasilkan lulusan yang belum siap pakai termasuk di bidang bisnis.
Salah satu akibatnya adalah berbagai kekayaan budaya kreatif yang berdimensi bisnis dan potensi sumerdaya ekonomi yang dimiliki Sumatera Barat belum termanfaatkan dengan optimal. Kecenderungan tersebut kemungkinan akan berlanjut terus jika tidak ada upaya sistematis dan terorganisir untuk merevitalisasi naluri, kompetensi, dan peran pelaku bisnis masyarakat Minangkabau khususnya dan Sumatera Barat umumnya.
Sumatera Barat mempunyai potensi sumberdaya ekonomi untuk dikembangkan. Diantaranya di sektor pertanian dalam pengertian luas (peternakan, tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat-obatan), di sektor pariwisata, kelautan dan perikanan, dan potensi potensi ekonomi kreatif lainnya. Globalisasi dipihak lain juga membuka peluang untuk mengoptimalkan manfaat dari potensi ekonomi yang dimiliki. Perwujudan potensi ekonomi tersebut memerlukan SDM dengan keterampilan bisnis dan kewirausahaan yang kuat, kebijakan publik mendukung tumbuhnya UMKM dan koperasi, dan ketersediaan infrastruktur.
Sementara itu kondisi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah Sumatera Barat memerlukan peningkatan secara terus menerus supaya lebih sejahtera dan mampu beradaptasi dalam era globalisasi. Angka kemiskinan dan pengangguran perlu terus diupayakan supaya turun, sementara kesempatan berusaha dan bekerja perlu terus dibuka dan dikembangkan. Keberdayaan pelaku bisnis mikro, kecil, menengah, dan koperasi perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui peningkatan kapasitas pelaku dan peningkatan penerapan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktifitas, efisiensi, nilai tambah produk yang dihasilkan atau usaha yang dijalankan. Potensi sumberdaya ekonomi yang ada perlu dikelola dan dimanfaatkan dengan menggunakan inovasi supaya tercipta kekayaan untuk kesejahteraan bersama.
Berdasarkan keadaan dan perkembangan yang diungkapkan diatas maka diperlukan adanya sekolah bisnis dan pusat kewirausahaan yang dapat mempersiapkan SDM pelaku yang handal untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya dan peluang ekonomi yang ada. Arahnya adalah untuk membangun Sumatera Barat yang sejahtera dan berkelanjutan. Dengan mempertimbangkan aspek budaya dan historis, sekolah bisnis tersebut diberi nama Minangkabau Business School and Entrepreneurship Center (MBS-EC) atau Sekolah Bisnis dan Pusat Kewirausahaan Minangkabau (SBPKM).
Kata-kata kunci didalam nama MBS-EC tersebut mengandung pemaknaan sebagai berikut. Kata “Minangkabau” digunakan sebagai branding dan bentuk upaya menggali kekayaan budaya kewirausahaan, talenta dagang/peran saudagar/pelaku bisnis, serta dimensi kreatif dalam konteks alam takambang jadi guru (alam terkembang menjadi guru). Penggunaan kata ini juga sebagai terminologi yang bisa menjadi basis sinergi dari para pelaku bisnis berpengalaman dan ahli IPTEK dan inovasi untuk mempersiapkan SDM pelaku bisnis dan kewirausahaan yang handal untuk memanfaatkan segala potensi untuk meningkatkan kesejahteraan Sumatera Barat. Terminologi “sekolah” digunakan untuk memperlihatkan maksud untuk memfasilitasi proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi teknis dari peserta.
Editor: Chaviz
Handphone Pengunjung Raib, Tokoh Masyarakat Sebut Kawasan SRG Minim Pengamanan
9 tahun laluBelakangan ini, dimana kawasan SRG yang menjadi kebanggan rang (masyarakat, red) Solsel tersebut tidak lagi aman dan nyaman. Pasalnya masih ada tangan-tangan jahil yang bergentayangan di kawasan tersebut
Masjid 60 Kurang Aso Wisata Religi Solok Selatan
9 tahun laluPada masa lalu, di daerah Solok Selatan terdapat sebuah Kerajaan penting. Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu namanya. Hingga saat ini masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang masih terpelihara dengan baik
315 Badan Publik Sumatera Barat Belum Respon Keterbukaan Informasi
7 tahun laluSebanyak 315 Badan Publik (60,12 persen) di Provinsi Sumatera Barat belum merespon Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Aia Malanca, Destinasi Wisata Alam Solok Selatan
10 tahun laluAia Malanca atau dikenal juga dengan sebutan Simalanca, adalah wisata pemandian alami yang menyatukan empat objek wisata alam yang diantaranya, pemadian, seluncur, panorama dan objek air terjun. Disamping lokasi yang asri, udara yang sejuk dan sangat alam
103 Guru ASN Solok Selatan Masih Berijazah SMA
9 tahun laluSOLSEL(POROSRIAU.COM)-Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mendata terhadap guru dan menemukan 103 orang yang telah menjadi Aparatur Sipil Negara namun masih menggunakan ijazah SMA sederajat.









