Sabtu, 19 September 2020
Jumat, 21 Agustus 2020 22:34:00

Nasib Syarifah Tergantung "Hasil Musda"?

Jumat, 21 Agustus 2020 22:34:00
BAGIKAN:
Net
Syarifah
DUMAI, POROSRIAU.COM - Musyawarah Daerah Partai Golkar Kota Dumai tidak hanya sekedar ajang pemilihan pucuk pimpinan namun ada yang menarik untuk dicermati. Bahkan beredar kabar nasib salah satu kandidat yang juga calon wakil walikota Dumai ditentukan oleh hasil pemilihan nanti.
 
Syarifah misalnya, Srikandi Partai Golkar ini di gadang-gadangkan bakal berpasangan dengan Eko Suharjo pada pemilihan kepala daerah mendatang.
 
Banyak pihak memprediksi jika Eko Suharjo berpasangan dengan Syarifah bakal memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah nanti.
 
Selain memiliki daya tarik politik khusus terutama suara kalangan perempuan, Syarifah dikenal sebagai politisi handal. Terbukti dua periode duduk sebagai anggota dewan dengan perolehan suara yang signifikan bahkan cenderung meningkat.
 
Namun keingginan Syarifah untuk maju pada pemilihan kepala daerah berpasangan dengan Eko Suharjo yang kini masih menjabat Wakil Walikota Dumai tidak terlihat mulus. Dan Musyawarah Daerah Partai Golkar yang digelar pada 22 Agustus nanti merupakan arena adu nasib bagi Syarifah.
Pasalnya, dukungan Partai Golkar sendiri dikabarkan terbelah. Ada kubu yang mendukung pencalonan dirinya dan ada pula yang menolak dan mendukung pasangan calon lain.
 
"Saya melihat  pencalonan Syarifah sebagai Wakil Walikota tidak mendapat dukungan penuh dari kader Golkar. Karena masih banyak kader pohon beringin ini mendukung paslon lain," ungkap Fatahudin salah seorang pengamat politik Kota Dumai.
 
Menurut Fatahudin, hasil Musyawarah Daerah Partai GOlkar nanti sangat menentukan langkah politik Syarifah ke depan. Baik sebagai calon Wakil Walikota maupun kader Golkar sendiri.
 
Jika Syarifah mampu merebut kursi yang ditinggalkan Timo Kipda ini maka karier politik Syarifah semakin cemerlang bahkan partai Golkar akan menggulang kejayaannya di Kota Dumai.
 
Sebaliknya, jika gagal menjadi ketua Golkar maka dikhwatirkan rekomendasi serta penunjukan dirinya sebagai bakal calon Wakil Walikota akan ditinjau ulang.
 
"Nasib Politik Syarifah tergantung hasil Musyawarah Daerah nanti. Jika dia berhasil maka karier politiknya akan cemerlang dan demikian sebaliknya," ungkap Fatahudin. (saf)
  Berita Terkait
  • Pengurusan SK Pindah PNS Di Solsel Dipatok Rp7 juta Hingga Rp25 Juta

    3 tahun lalu

    Kabupaten Solok Selatan (Solsel) merupakan hasil dari pemekaran Kabupaten Solok pada tahun 2004. Dimana saat ini sudah berumur 13 tahun atau sudah beranjak dewasa.

  • Palak Tukang Roti, Seorang Oknum Polisi Langsung Jadi Begini

    4 tahun lalu

    Baru-baru ini Sebuah postingan yang diunggah oleh akun Facebook bernama Immanuel Purba menjadi viral.

  • Gara-gara Izin Ekspor, Nasib Freeport Tahun Ini di Ujung Tanduk

    4 tahun lalu

    POROSRIAU.COM-- Pemerintah tengah berjuang untuk meningkatkan nilai tambah hasil mineral dalam negeri. Salah satunya, dengan meminta perusahaan tambang yang beroperasi di dalam negeri harus mengolah mineral melalui pabrik pengolahan dan pemurnian atau sme

  • IPDN Pindah, Sekolah Damkar dan Satpol PP Dibangun di Rohil

    4 tahun lalu

    Tarik ulur tentang nasib Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Rokan Hilir akhirnya terjawab. Melalui kunjungan Mentri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo ke Rokan Hilir, pemerintah pusat memutuskan IPDN akan dipindahkan ke Pekanbaru. Sebagai g

  • Hasil Sesi Latihan Bebas 3 MotoGP Valencia: Marc Marquez Tercepat, Dovizioso Melempem

    3 tahun lalu

    VALENCIA(POROSRIAU.COM) – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez sukses merebut tempat pertama pada sesi latihan bebas tiga MotoGP Valencia 2017 di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (11/11/2017).

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.