Rabu, 22 Mei 2019
  • Home
  • PROFIL
  • Daun Kelor Bukan Lagi Penghias Kuburan
Jumat, 13 Oktober 2017 07:50:00

Daun Kelor Bukan Lagi Penghias Kuburan

Oleh: Redaksi
Jumat, 13 Oktober 2017 07:50:00
BAGIKAN:
Teh Daun Kelor.(foto/Tempo)

POROSRIAU.COM--Kita mungkin sudah akrab dengan pepatah "dunia tak selebar Daun Kelor. Pohon kelor pun dikenal angker, banyak tumbuh di pemakaman, dan daunnya berguna untuk mengusir jin, setan, sihir, santet, dan ilmu hitam, selain dimasak untuk sayur.

Tapi tahukah kita tentang manfaat kesehatan yang diambil dari daun kelor? Meski bentuknya kecil, daun kelor memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Ampas daunnya bila diseduh juga bisa digunakan sebagai masker wajah, yang akan membuatnya mulus dan kinclong.

Karena itulah belakangan semakin banyak orang yang menawarkan produk-produk daun kelor di toko-toko dalam jaringan atau online. Bentuknya pun beragam, mulai dari daun kering yang bisa diseduh seperti teh, bubuk, kapsul, sampai stek batang pohon kelor bagi yang ingin menanam. Harganya pun cukup mahal. Bubuk daun kelor misalnya, dijual sekitar Rp 25 ribu per 100 gram atau Rp 100 ribu per 500 gram.


Salah seorang yang tertarik memproduksi bubuk daun kelor adalah M. Ferry Wong, yang juga dikenal sebagai pakar pengobatan tradisional Cina. Untuk keperluan ini, Wong menanam sendiri pohon kelor untuk dipetik daunnya dan kemudian dikeringkan dan dibuat bubuk.

Kenapa tertarik berbisnis daun kelor? "Sebenarnya bukan tertarik tapi manfaat daun kelor ini sangat banyak sehingga berguna bagi pasien dalam pengobatan maupun penyehatan tradisional. Dalam praktek sehari-hari, pasien memang disarankan untuk meramu tumbuhan-tumbuhan (jamu) dalam rangka mengurangi keluhan yang dirasakan," jelas Wong.

Saat ini ia hanya punya satu pohon kelor yang bertahan hidup dari enam bibit yang ditanam pada 2016. Lima bibit lainnya diserang hama dan rayap.

"Pohon kelor membutuhkan sinar matahari langsung dan tempat yang cukup panas. Saya ada rencana membuat budidaya pohon kelor di area Bogor, semoga lekas terlaksana tahun depan karena dalam 1 tahun pohon kelor dapat berkembang setinggi 10 meter dari bibit setinggi 1 meter," ungkap Wong.

Pria asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu pun menjelaskan manfaat daun kelor yang semakin banyak peminatnya.

"Manfaat banyak sekali karena daun kelor mengandung vitamin A, B, C, kalium, kalsium, protein, zat besi, yang secara tradisional berguna untuk meningkatkan imunitas tubuh, kesuburan, melancarkan ASI, dan awet muda. Bahkan sebagian masyarakat percaya daun kelor dapat menangkal hal mistis, seperti menghilangkan kekebalan ilmu tertentu hingga antisantet atau tenung," papar Wong.

Menurutnya, para pasien maupun teman-temannya menyambut baik khasiat daun kelor, bahkan beberapa meminta bibit untuk ditanam. Cara pembibitan ada dua macam, dari biji kelor atau dari batang pohon berdiameter minimal 5 centimeter atau yang sudah tua.

"Produk dalam bentuk teh kelor maupun kapsul sudah banyak beredar di pasaran dan prospeknya cukup bagus," katanya.(tempo)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Analisis: Ziarah Kubur Upaya Sandi Mendulang Suara

    6 bulan lalu

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno langsung memulai kunjungannya dengan menziarahi kuburan massal tsunami Aceh di Desa Siron, Kabupaten Aceh Besar, Aceh pada Selasa (20/11).

  • Jika Langgar Aturan, Wabup Tak Segan Copot Jabatan Pegawai

    3 tahun lalu

    MERANTI (PR) - Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim serius melihat dan mengamati prilaku pegawai dilingkungan Pemkab. Meranti, dirinya tak ingin kerusuhan di Meranti yang terjadi baru-baru ini terulang, dan ditakutkan kerusuhan justru t

  • Minim Anggaran, Meranti Tetap Gelar Pemilihan Bujang Dara

    3 tahun lalu

    Perekonomian Kabupaten Kepulauan Meranti memang menjadi perhatian bersama, Hampir semua pembangunan menjadi terkendala tidak menutup kemungkinan program dari Disparpora Kabupaten Meskipun terkendala dan nyaris tidak ada anggaran.

  • Benarkah Ada Penguasa yg Incar Dahlan Iskan Hingga Jadi Tersangka?

    3 tahun lalu

    Penetapan Dahlan Iskan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PWU), berupa tanah dan bangunan milik BUMD Provinsi Jawa Timur, oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, memunculkan isu baru.

  • Pembangunan Apartemen/Mall di Simpang SKA, Dianggap Sengsarakan Warga

    3 tahun lalu

    Ternyata di simpang SKA dibangun apartemen dan mall. Hal ini diketahui dari munculnya keluhan warga, dampak pembangunannya ternyata menyengsarakan masyarakat. Pasalnya 10 rumah retak-retak, air sumur warga kering konsekwensinya warga harus membeli air unt

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.