Minggu, 19 April 2026
  • Home
  • RIAU
  • Masjid Di Gorontalo Ini Dibangun Untuk Mahar Pernikahan
Sabtu, 25 November 2017 07:09:00

Masjid Di Gorontalo Ini Dibangun Untuk Mahar Pernikahan

Oleh: Redaksi
Sabtu, 25 November 2017 07:09:00
BAGIKAN:
Masjid Hunto Sultan Amay.(Foto:Int)

POROSRIAU.COM- Hunto Sultan Amay. Inilah masjid dengan sejarah unik. Tempat ibadah di selatan Kota Gorontalo itu dibangun sebagai mahar pernikahan.

Nama Hunto merupakan singkatan dari “ Ilohuntungo”. Artinya basis atau pusat perkumpulan agama Islam. Sementara nama Sultan Amay merujuk pada salah seorang pemimpin Kerajaan Gorontalo yang pertama kali memeluk Islam.

Masjid Hunto Sultan Amay didirikan oleh Sultan Amay pada tahun 1495. Masjid tertua di Gorontalo ini merupakan mahar pernikahannya dengan Putri Boki Antungo, anak perempuan Raja Palasa dari Mautong Sulawesi Tengah.

Mahar masjid ini merupakan permintaan keluarga Sang Putri saat Sultan Amay berniat menikahinya tak lama setelah mengikrarkan diri masuk Islam.

Sejak awal, masjid ini dijadikan basis perkembangan agama Islam di kota berjuluk “ Serambi Madinah” ini. Sultan Amay mengundang bahkan ulama terkemuka Arab Saudi, Syekh Syarif Abdul Aziz, untuk menyebarkan Islam. Makam syekh itu kini bisa ditemui di masjid ini.

Masjid yang dibangun di atas tanah 12 x 12 meter ini terletak berada di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Saat ini tercatat sebagai cagar budaya pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo.

Bangunan utama masjid ini masih terjaga keasliannya. Begitupun dengan keberadaan Makam Sultan Amay dan Syekh Syarif Abdul Aziz yang terletak di depan pengimaman.

Sedangkan pada bagian depan dan samping telah dibangun beberapa ruangan tambahan. Di depannya kini ada ruangan tambahan seluas 60 meter persegi, dan di sebelah utara ruang utama juga dibangun ruangan tambahan dengan ukuran 8 x 12 meter.

“ Ini bangunan bersejarah dan sudah menjadi cagar budaya, sayang kalau tidak dijaga dan diberdayakan,” kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Sultan Amay, Syamsuri Kaloku, sebagaimana dikutip Dream dari laman kemenag.go.id.

Syamsuri mengatakan, perhatian pemerintah terhadap masjid kuno ini masih kurang. Pemerintah sebenarnya pernah mengucurkan dana operasional. Namun saat ini sudah terhenti.

“ Sekarang kami swadaya menutupi kebutuhan operasional masjid,” tambah dia. Warga sekitar berharap Kementerian Agama memberi bantuan untuk mendirikan Perpustakaan Islam di salah satu ruangan yang ada.(dream.co.id)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Jatuh Hati, Remaja Ini Nikahi Nenek 71 Tahun

    9 tahun lalu

    Maksud Slamet Riyadi sih sedikit bermanja-manja. Maklum, pengantin baru. Bahunya pun sedikit menyandar ke sang istri.

  • Hebat, Jelang Akhir Periode Anggota DPRD Pekanbaru Ini Tuntaskan Semua Janjinya ke Masyarakat

    8 tahun lalu

    Ketua Panitia acara reses Ida Yulita Susanti, yang juga tokoh masyarakat, Hasan Basri dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa, selama ini Ida Yulita Susanti sudah banyak berjanji untuk membangun kampung, dan hingga akhir periode 2014-2019, Politisi peremp

  • Sukses Bangun Pekanbaru, Warga Rumbai Pesisir Dukung Firdaus Gubernur Riau

    8 tahun lalu

    PEKANBARU (POROSRIAU.COM) - Warga Lembah Sari, Rumbai Pesisir mengungkapkan suara hatinya tentang pembangunan di sekitar tempat tinggal mereka yang demikian pesat.

  • Wakapolda Riau Bersama Wabup Meranti Lakukan Pelatakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Meranti.

    8 tahun lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Wakapolda Riau Brigjendpol. H.E. Permadi MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mapolres Kepulauan Meranti,

  • Pesta Nikah Pakai Organ Tunggal di Masjid, Jamaah Merasa Terhina

    8 tahun lalu

    PADANG(POROSRIAU.COM) - Resepsi pernikahan yang digelar di lantai II Masjid Nurul Iman Padang, Sumatera Barat, menjadi bahan perbincangan banyak orang sempat viral di media sosial.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2026 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.