Rabu, 29 September 2021
  • Home
  • SIAK
  • Aksi Bela Kitabullah 4 November 2016, "Umat Islam Bukan Kelompok Bayaran"
Jumat, 04 November 2016 15:21:00

Aksi Bela Kitabullah 4 November 2016

Aksi Bela Kitabullah 4 November 2016, "Umat Islam Bukan Kelompok Bayaran"

Oleh: Atok
Jumat, 04 November 2016 15:21:00
BAGIKAN:
Atok
Datok Pribumi, Salah Seorang Warga Kabupaten Siak yg Turut Mengapresiasi Aksi 4 November 2016.

 

SIAK (PORORIAU.COM) - Ratusan ribu umat muslim datang dari berbagai daerah untuk menghadiri dan mengikuti Aksi Damai Bela Kitabullah (Al Quran, red) di Ibukota Jakarta, Jum'at (4/11/2016) siang, bertepatan dengan tanggal 3 Syafar 1438 H.

Mereka datang bukan untuk mengikuti atau menghadiri acara Kampanye Politik, yang memang saat ini di Ibukota sedang ramai-riuh membicarakan soal politik, mengingat pada tahun depan (2017, red) di pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia itu, akan diselenggarakan pesta rakyat berjuluk "Pemilihan Kepala Daerah" alias Pilkada.

Aksi Damai Bela Kitabullah yang diikuti sekitar 200 ribu umat muslim dari berbagai penjuru daerah itu, merupakan bentuk protes atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada beberapa waktu lalu, karena dari pernyataannya itu Ahok dinilai telah melakukan penistaan agama dengan membawa-bawa Ayat Suci Al Quran yang dikutip dari Surah Al Maidah ayat 51 yang maksudnya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nashrani menjadi pemimpin-pemimpin mu, sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim," (QS Al Maidah:51).

Aksi damai bela Kitabullah yang berlangsung pada 4 November 2016 ini, telah menjadi pembicaraan publik di seluruh penjuru Nusantara, bahkan sampai ke Mancanegara (luar negeri, red). Sehingga muncul berbagai tanggapan dan pendapat dari sejumlah elemen dan masyarakat. Ada yang menuding bahwa aksi bela kitabullah itu beraroma politik, kepentingan kelompok, demi uang dan lain sebagainya. Bahkan ada yang menuding hanya demi "Nasi Bungkus".

Dari sejumlah pernyataan yang disampaikan oleh para peserta Aksi Bela Kitabullah itu, Porosriau.com mengutip apa yang mereka sampaikan. Sebagaimana dikemukakan oleh salah seorang peserta (yang enggan disebut namanya, red). Dirinya bergabung dalam Aksi 4 November di Jakarta itu bukan karena urusan perut atau kepentingan tertentu, melainkan karena dorongan hati nurani demi membela Kesucian Al Quran yang telah dinistakan oleh segelintir oknum.

"Kami datang ke Jakarta bergabung bersama saudara-saudara muslim untuk satu tujuan, yakni "Membela Al Quran", dan bukan untuk kepentingan politik maupun kelompok tertentu, dan perlu digaris bawahi bahwa umat Islam bukan kelompok bayaran," papar salah seorang peserta aksi 4 November, saat dihubungi melalui seluler.

Dikutip dari sejumlah komentar Netizen di Facebook dan Twitter, hampir 70 % mereka mendukung dan mengapresiasi Aksi Bela Kitabullah yang saat ini sedang berlangsung di Jakarta. Namun ada juga sejumlah Netizen yang mengaku khawatir dan bahkan terkesan tidak setuju dengan aksi tersebut. Karena menurutnya apa yang dilakukan oleh ratusan ribu massa di Jakarta itu adalah bentuk Emosional yang berpotensi bisa menimbulkan kerusuhan, (semoga saja tidak demikian).

Menanggapi Aksi Damai Bela Al Quran di Jakarta tersebut, salah seorang pemuda/masyarakat Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Datok Pribumi menuturkan, bahwasanya aksi yang digelar 4 November 2016 di Ibukota Jakarta itu merupakan hak kebebasan bagi setiap warga negara. Untuk menyampaikan dan menyalurkan segala aspirasinya di mana saja dan kapan saja. Dengan catatan semua dilakukan sesuai norma-norma agama dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia tercinta.

"Saya sebagai umat muslim sangat mendukung digelarnya aksi damai Bela Al Quran di Jakarta itu, dan kami juga mendoakan semoga saudara-saudar kita yang saat ini sedang bergabung di sana semuanya selamat, serta tidak terprovokasi dengan isu-isu yang bisa memperkeruh suasana, karena tujuan dari aksi itu adalah "Bela Al Quran" dan menuntut penegakan hukum atas oknum (Ahok, red) yang diduga telah menistakan Al Quran," terang Datok Pribumi. (Atok)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Beredar Pesan Habib Rizieq Minta Umat Islam Maafkan Ahok, Benarkah?

    5 tahun lalu

    Intruksi Imam Besar Front Pembela Islam, Al Habib Muhammad Rizieq Syihab yang meminta umat Islam memaafkan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok atas kasus dugaan penistaan agama, tersebar di sosial media.

  • Subhanallah! Sejumlah Anggota DPRD Siak Turut Suarakan Aksi Bela Al Quran di Jakarta

    5 tahun lalu

    Tak hanya dari kalangan Masyarakat dan Organisasi Massa (ORMAS) Islam saja yang turun ke Jakarta, pada Aksi Damai Bela Al Quran yang berlangsung di Ibukata Jakarta, Jum'at (4/11/2016) siang.

  • Ahok: Pengucap Lebaran Kuda Mestinya Dipidana

    5 tahun lalu

    Calon Gubernur DKI Jakarta inkumben, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kembali menyoal penerapan pasal penistaan agama terhadap dirinya. Menurut dia, pasal itu mestinya juga bisa menjerat seseorang yang melontarkan ucapan 'lebaran kuda'.

  • Kapolda Riau Hadiri Upacara Peringatan Hari Pahlawan

    4 tahun lalu

    Kapolda Riau menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan pada hari Jumat (10/10/2017) yang dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Riau di Jl. Jenderal Sudirman.

  • Mengharukan! Wanita Non Muslim Ini Hadiri Reuni Aksi 212, Bukan Untuk Sebungkus Nasi

    4 tahun lalu

    Terharu, mungkin hanya kalimat itu yang terlintas di fikiran ketika kita membaca tulisan dari pengguna media sosial (medsos) atas nama M Irawati Soemadi.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.