Kamis, 26 Oktober 2017 20:17:00
Diduga Sarat Manipulasi, Bangunan Bantuan APBD Provinsi Hingga Kini Tak Berpenghuni
Oleh: Robot
Kamis, 26 Oktober 2017 20:17:00
SIAK(POROSRIAU.COM)-- Menggelontorkan dana berkisar ratusan juta rupiah, sebuah bangunan bantuan dari dana APBD Provinsi Riau yang akan digunakan sebagai instansi pendidikan tingkat PAUD yang berlokasi di Kelurahan Telaga Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, diduga sarat manipulasi dan hingga kini tak berpenghuni.
Dari hasil pantauan awak media pada Kamis (26/10/2017) siang, hanya ada kecoa kecoa yang lalu lalang di ruangan bangunan tersebut.
Tak hanya itu, selain tata letak bangunan yang jauh dari pemukiman warga, pembebasan lahan tersebut juga diduga berasal dari APBD Provinsi tahun 2016.
PPTK Pembangunan tersebut, Al Rasidi saat di konfirmasi oleh POROSRIAU.COM membenarkan bahwa bagunan tersebut bahwa milik pendidikan Siak.
"Benar, ini milik pendidikan Siak," ungkapnya.
" Kita bisa pastikan bahwa bangunan ini awalnya merupakan hasil dari anggaran APBD provinsi tahun 2016, namun sangat jadi pertanyaan karena pembebasan dan pembangunan di tahun yang sama, sedangkan banyak instansi pendidikan lain yang bertahun tahun mengajukan proposal bantuan walau hanya sekedar penambahan lokal tak kunjung terealisasi," ungkap sumber yang ingin disebut Suaif.
Pertanyaan yang menjadi tanda tanya besar hingga kini adalah beredarnya kabar kepemilikan bangunan tersebut atas nama Yayasan, sedangkan pembebasan dan bangunan diduga berdiri atas anggaran APBD Provinsi.
Sementara itu, Anita Mustika sebagai pengelola PAUD Zaleha Majid hingga berita ini diturunkan sendiri seakan berusaha menghindari awak media.
Seorang ahli politik yang berdomisili di Kecamatan Kandis juga menyatakan akan beberapa pertanyaan yang masih tersimpan oleh nya akan penjelasan tentang PAUD Zaleha Majid tersebut.
" Saya juga bingung, karena saya tau pasti bangunan tersebut berdiri atas anggaran APBD Provinsi namun kenapa bisa jadi milik pribadi. Sebaliknya, jika memang milik Pemda kenapa dikelola oleh saudara saudara mantan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Siak, Qadri Alfis," tutur tokoh masyarakat yang namanya tak ingin namanya disebutkan tersebut.
Berdasarkan beberapa kejanggalan yang ada terkait bangunan yang direncanakan untuk PAUD Zaleha Majid tersebut, para awak media Kandis yang tergabung dalam Forwandis (Forum Wartawan Kandis) akan melayangkan gugatan pengaduan terkhusus kepada Anita Mustika sebagai pengelola PAUD Zaleha Majid yang jelas jelas berusaha menghindari keterbukaan informasi publik yang telah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun tentang keterbukaan akan informasi publik dengan tuntutan 5 tahun penjara atau denda maksimal 500 juta.
Diketahui, bangunan PAUD Zaleha Majid yang terletak di Kelurahan Telaga Samsam tersebut juga dikabarkan telah serah terima kunci, namun di lapangan terpantau bahwa bangunan buat kamar mandi belum selesai.(Robot)
Editor: Chaviz
Gedung Puluhan Miliar Belum Rampung Dan Terbengkalai
10 tahun laluHarapan kita, KPA, PPTK dan rekanan proyek yang fenomenal itu diperiksa. Kalau memang ada kesalahan dan merugikan keuangan Negara tentu harus diproses secara hukum, pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya,
Wakil Bupati Meranti Buka Musrenbang Kec. Rangsang, Himpun Program Prioritas Kecamatan
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Ketua DPRD H. Fauzy Hasan, mengikuti kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Rangsang (Musrenbang), kegiatan
Gedung Belum digunakan Namun sudah rusak parah?
10 tahun laluMasyarakat Teluk Belitung Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti seharusnya berbangga atas keberadaan Gedung Serbaguna yang berdiri megah disana. Namun kenyataan justru sebaliknya.Hal itu disebabkan Gedung Serbaguna tersebut saat ini kondisinya sang
Buka Musrenbang Kec. Tasik Putripuyu, Bupati : Gesa Pembangunan Jalan Poros Pembuka Akses Antar Desa
8 tahun laluMERANTI(POROSRIAU.COM) - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si bersama Wakil Bupati H. Said Hasyim membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tasik Putri Pu
Jemput Bola Kejar Dana APBN, Wakil Bupati Dan Ketua DPRD Meranti Beserta Kepala Desa Sambangi Beberapa Kementrian
8 tahun laluKondisi APBD Kepulauan Meranti yang terus menurun kini berkisar diangka 1.1 Triliun rupiah dinilai tak cukup untuk menggesa pembangunan Kabupaten dalam rangka mengejar ketertinggalan, apalagi sebagai Kabupaten baru yang masih seumur jagung.









