Sabtu, 16 Februari 2019
  • Home
  • SIAK
  • Habiskan Dana Miliaran Rupiah, Jalan Berlobang Masih Dijumpai di Siak
Senin, 14 Januari 2019 09:10:00

Habiskan Dana Miliaran Rupiah, Jalan Berlobang Masih Dijumpai di Siak

Oleh: koko
Senin, 14 Januari 2019 09:10:00
BAGIKAN:
Kondisi jalan lintas Bungaraya-Sungai Pakning.(Foto:Koko)

SIAK(POROSRIAU.COM)– Biaya perawatan jalan tahun 2018 sebesar Rp 18 miliar yang dibagi 14 (empat belas) Kecamatan di Kabupaten Siak, melalui program Swakelola sudah habis terserap. Sayangnya, kondisi jalan yang berlubang di sejumlah wilayah masih banyak dijumpai.

Pantauan POROSRIAU.com, kondisi jalan lintas Bungaraya-Sungai Pakning , ada beberapa titik lubang menganga lebar yang selalu mengintai keselamatan pengendara. Mulai dari Kampung Jayapura, Kampung Bungaraya, Kampung Dayang Suri hingga Kampung Sungai Tengah Kecamatan Sabak Auh jalan berlubang masih terlihat jelas. Padahal, jalan tersebut merupakan bagian dari etape Tour de Siak tahun lalu.

“Kalau diperbaiki atau ditampal kan ada bekasnya bang, sedangkan lubang ini masih utuh belum pernah ditampal,” kata Wandi salah seorang warga yang sedang belanja di pasar sore Kampung Temusai Minggu, (13/1/2019).

Wandi juga mengaku, saat berkendara di jalan ia harus ekstra hati – hati. Menurutnya, kadang posisi lubang yang ada pada jalan tersebut tidak nampak dari jauh.

“Agar selamat sampai tujuan, saya harus lebih waspada dan hati – hati bang. Sebab, kalau dari jauh nggak nampak lubangnya, apalagi kalau saat hujan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar, melalui Kepala Bidang Binamarga Arinofizal mengatakan, anggaran swakelola tahun ini sudah habis terserap semuanya. Bahkan, ia mengaku masih kekurangan dana untuk melakukan perbaikan jalan. Sehingga, pada akhir tahun 2018 jalan yang berlubang tidak bisa terkafer seluruhnya.

“Udah terserap bang, malah kurang, makanya masih ada jalan yg berlobang akhir taun,” kata Ari melalui akun whatsapp pribadinya menjawab POROSRIAU.COM

Ari juga menjelaskan, dari anggaran 18 miliar itu dibagi menjadi 5 (lima) wilayah sesuai perencanaan.

“Wilayah I (Siak dan Mempura) sebesar 7 miliar, Wilayah II (Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan) sebesar 3 miliar, Wilayah III (Tualang dan Sungai Mandau) sebesar 2,8 miliar, Wilayah IV (Sabak Auh, Sungai Apit, Bungaraya dan Pusako) sebesar 5 miliar, dan Wilayah V (Minas dan Kandis) sebesar 1 miliar,” jelasnya.(Koko)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Wakapolda Riau Bersama Wabup Meranti Lakukan Pelatakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Meranti.

    7 bulan lalu

    MERANTI(POROSRIAU.COM) - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H. Said Hasyim bersama Wakapolda Riau Brigjendpol. H.E. Permadi MH, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mapolres Kepulauan Meranti,

  • Habiskan Ratusan Juta, Pembangunan Gedung Serbaguna Belum Selesai

    3 tahun lalu

    DAYUN,SIAK (POROSRIAU.com) - Pemerintah Kampung (Pemkam) Merangkai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, telah membangun sebuah gedung serbaguna dengan anggaran Alokasi Dana Kampung (ADK) sejak tahun 2015 lalu. Namun sampai hari ini gedung tersebut belum tersel

  • Waduh! Proyek Pemprov Riau Tahun 2016 Senilai Rp1,9 M di Siak Terbengkalai

    2 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Proyek pembangunan drainase yang berlokasi di Gang Sultan Muzzafarsyah II Kelurahan Kampung Dalam Kecamatan Siak Kabupaten Siak, yang direalisasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2016 seni

  • Kerap Digilas Truck Over Tonase, Kondisi Jalan Poros Buatan Baru Mulai Alami Kerusakan

    2 tahun lalu

    SIAK (POROSRIAU.COM) - Pada menjelang akhir tahun 2016 lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Siak melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) alias Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) telah merealisasikan dan merampungkan proye

  • Telan APBD Miliaran Rupiah, Event Tour de Siak 2017 Menuai Kritik

    tahun lalu

    Event TdS yang konon disebut-sebut sebagai salahsatu ikon penunjang kepariwisataan di Kabupaten Siak itu, ternyata menuai berbagai kritik dari masyarakat. Pasalnya, kegiatan TdS dinilai hanya sebuah ajang seremonial yang manfaatnya sama sekali tidak bisa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.