Selasa, 25 Juni 2019
Iklan PT Zulkarnain
  • Home
  • SIAK
  • Rekomendasi Pembangunan Jalan Poros Desa Mempura Ditolak Pemkab Siak, Ini Solusi dari Andi Rachman
Kamis, 12 April 2018 15:25:00

Rekomendasi Pembangunan Jalan Poros Desa Mempura Ditolak Pemkab Siak, Ini Solusi dari Andi Rachman

Oleh: Redaksi
Kamis, 12 April 2018 15:25:00
BAGIKAN:
Calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, saat kampanye dialogis di desa Mempura, Siak pada Kamis (12/4).(Foto:Rls)

SIAK(POROSRIAU.COM)--Miris, hanya berjarak 5 km dari pusat Kota Siak, jalan poros Desa Merempan Hilir, Kecamatan Mempura, sudah berpuluh tahun tak tersentuh pembangunan jalan. Parahnya lagi Pemkab Siak menolak dan tidak mengeluarkan rekomendasi disaat DPRD Siak mengajukan pembangunan jalan melalui bantuan keuangan Provinsi.

Pemkab Siak beralasan, jalan ini akan dibangun nanti setelah pemilihan Kepala Daerah 2018. Padahal DPRD Siak mengajukannya tiga tahun yang lalu, jika Pemkab Siak tak mampu minta bantuan ke Provinsi.

Ratusan masyarakat desa Merempan pun mengadukan nasib jalan mereka yang tak kunjung dibangun oleh Pemkab Siak, Kepada calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, saat kampanye dialogis di desa mereka, Kamis (12/4). Mereka berharap Gubernur yang sedang cuti ini memberikan solusi jalan desa mereka agar segera dibangun.

"Desa kami ini sudah jauh ketinggalan, kalau yang lain membangun jalan pakai mesin. Desa kami ini membangun jalan sendiri, pakai cangkul tak pernah ada sentuhan dari Bupati. Padahal kami sudah berulangkali mengajukan, tak kunjung juga dibangun, berapa jauhlah jalan kami ini dari Kota Siak tu," kata warga Desa Mempura, Ramli.

Tidak hanya Ramli, tokoh masyarakat Desa Mempura, Nazarudin, juga menyampaikan hal yang sama. Infrastruktur menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat desa. Jangan ada perbedaan antar desa ini dengan desa yang lain. Seharusnya ada prioritas terhadap pembangunan di desa, dua periode menjabat tidak pernah ada sampai pembangunan jalan desa yang hanya 2 km.

"Masyarakat kami disini hidup penuh dengan kerukukan, penuh dengN kedamaian. Tapi dibalik itu semua masih terdapat segudang kegundahan, ribuan permasalahan, dab ribuan problem. Jalan hancur ini tidak ada dibangun, seharusnya jalan ini diperhatikan, kalau hujan jalan ini menjadi becek tidak bisa dilalui. Bagaimana masyarakat bisa melalui jalan ini kalau hancur," kata Nazarudin.

"Untuk itu pak Gubernur tolonglah masyarakat kami ini bagaimana caranya bisa jalan ini di bangun. Sudah berulang kali kami mengajukan tak juga sampai," tambahnya.

Menjawab permintaan dari masyarakat, calon Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, memberikan solusi bahwa dirinya siap membantu masyarakat desa Mempura, untuk pembangunan jalan. Jika Pemkab tak mampu, makan nantinya Pemprov akan membantu lewat bantuan keuangan.

Sejauh ini Pemprov Riau telah mengucurkan anggaran bankeu untuk Siak mencapai Rp300 miliar lebih. Baik untuk untuk infrastruktur jalan, jembatan dan yang lainnya.

"Bapak Ibu nanti semuanya akan diselesaikan oleh Provinsi. Tapi harus ada pengajuan dari Pemkab Siak, karena jalan ini kewenangannya Kabupaten. Kita bisa membantunya kalau ada pengajuannya, dan ini nanti akan diselesaikan oleh anggota dewan kita masih ada waktu," kata Andi Rachman.

"Untuk Siak ini sudah Rp800 miliar untuk bantuan keuangan. Untuk membantu pembangunan di Siak, kalau Kabupaten tak sanggup membangun. Kita siap membantu, kalau jalan Provinsi hari ini juga saya masukkan alat berat, tapi ini bukan kewenangan kita, ada prosedurnya," tambah Andi Rachman.

Terpisah, anggota DPRD Siak, Azmi, mengakui bahwa Pemkab Siak, dengan sengaja menghambat setiap pengajuan DPRD Siak untuk meminta bantuan keuangan ke Provinsi. Alasan dari Pemkab menunggu Pilkada selesai, seharusnya Pemkab harus sadar jangan korbankan pembangunan karena Pilkada.

"Kita sudah mengajukan ke Pemkab Siak dalam bentuk bankeu, tapi jawaban mereka rekomendasi bisa setujui setelah pilgubri. Politik jangan dikorbankan masyrakat, kalau anggaran Pemkab tidak ada kita minta bankeu ke provinsi pun tak disetujui. Sudah tiga tahun tak kunjung di rekomendasi," tegas Azmi.(rls)

Editor: Chaviz

  Berita Terkait
  • Infrastruktur Jalan dan Pelayanan Kesehatan Tidak Baik, Andi Rachman Berikan Solusi Bagi Warga Kampung Benaya Siak

    tahun lalu

    Warga Kampung Benaya, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, tidak ingin kembali mendengarkan janji-janji politik yang disampaikan oleh calon Gubernur lain, terutama Bupati Siak yang ikut maju sebagai calon Gubenur Riau.

  • DPRD Menggelar Rapat Paripurna Pengesahan APBD Bengkalis 2018

    2 tahun lalu

    Setelah dibahas bersama sesuai mekanisme sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan, hari ini, Rabu, 29 November 2017, Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Ranperda APBD) Kabupaten Bengkalis, disetujui dan d

  • Pendidikan Menjadi Bagian Besar Aspirasi Masyarakat Siak

    3 tahun lalu

    Bidang pendidikan menjadi prioritas terbanyak dari masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) Siak I (Sabak Auh, Pusako, Sungai Apit, Bungaraya, Mempura dan Siak) pada reses II tahun 2016 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak yang digelar 7 hingga

  • Mobil Protokoler Pemkab Siak Alami Kecelakaan, Kerugian Capai Rp75.000.000

    2 tahun lalu

    Terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kerusakan pada mobil protokoler Pemkab Siak. Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdakab Siak Wan Saiful Efendi menjelaskan, bahwasanya kecelakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

  • Jalan Srimersing Terisolir, Ini Komentar Anggota DRPD Siak

    2 tahun lalu

    Kondisi jalan di dusun Srimersing, Kampung Jatibaru, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak yang kondisinya memprihatinkan itu menyita perhatian Wakil Rakyat.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 POROSRIAU.COM. All Rights Reserved.